alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Dosis Ketiga untuk Nakes Masih Tunggu Kiriman

KRAKSAAN, Radar Bromo – Vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes) hingga kini masih terus dilakukan. Jumlahnya yang masih terbatas mengharuskan tenaga kesehatan yang belum disuntuk harus menunggu jatah vaksin. Dosis ketiga kepada tenaga kesehatan menggunakan vaksin jenis moderna.

Di Kabupaten Probolinggo, sejauh ini sudah mendapatan sebanyak sebanyak 190 vial sama dengan 2.660 dosis. Sementara itu target tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi sebanyak 2.960 tenaga kesehatan.

“Dosisnya terbatas oleh karena itu sasaran vaksinasi merupakan tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr Dewi Vironica.

Jumlah tersebut masih kurang 300 dosis yang sedianya akan disuntikkan. Karenanya hingga kini koordinasi dengan Provinsi Jawa Timur terus dilakukan agar kekurangan dosis bisa segera terpenuhi. “Sisa sedikit, namun demikian tetap diupayakan segera dapat kiriman dan disuntilkkan,” katanya.

Sementara itu penyuntikan vaksin hingga Rabu (11/8) yang dilakukan pada nakes di RSUD Waluyojati, RSUD Tongas, RS Wonolangan, dan 33 Puskesmas di Kabupaten Probolinggo telah mencapai 50 persen.

Disinggung terkait dengan efek yang ditimbulkan pada tubuh, Dewi mengatakan tidak ada gejala apa-apa yang dirasakannya. Sehingga tidak menimbulkan efek samping yang berpengaruh dalam tubuh.

“Infonya memang efek setelah vaksin lebih kuat dari pada vaksin jenis lain. Namun setelah di vaksin saya justru tidak merasakan efek apa-apa. Sampai saat ini belum ada laporan dari tenaga kesehatan perihal dampak buruk dari vaksin ini,” bebernya.

Sementara itu, di Kota Probolinggo setidaknya ada 2.538 nakes yang akan divaksin. Ribuan nakes itu ditargetkan rampung divaksinasi dosisi ketiga minggu kedua bulan agustus. “Vaksin dosis 3 hanya untuk Nakes. Sudah dilaukan mulai senin kemarin. Ditargetkan rampung minggu kedua bulan ini,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, Rabu (11/8) siag.

Rini menegaskan bahwa sebenarnya dua kali suntikan atau dua kali dosis sudah cukup bagi masyarakat umum. Pasalnya, risikonya tidak setinggi nakes. Menurutnya, vaksin akan efektif kalau ada di lingkungan yang tidak terlalu tinggi paparannya. Berbeda dengan nakes yang kerap bersinggungan langsung dan yang paling sering terpapar virus.

Di samping itu, ada alasan lain kenapa belum direncanakan untuk vaksin ketiga bagi masyarakat yakni mengejar cakupan. Sebab, Indonesia harus mengejar mayoritas penduduk agar divaksin yang hingga kini masih proses. Jika cakupan vaksinasinya tidak luas, maka tidak akan mencapai perlindungan optimal atau herd immunity, maka percuma jika dilakukan vaksin ketiga untuk masyarakt jika belum mencapai herd immunity. (ar/rpd/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes) hingga kini masih terus dilakukan. Jumlahnya yang masih terbatas mengharuskan tenaga kesehatan yang belum disuntuk harus menunggu jatah vaksin. Dosis ketiga kepada tenaga kesehatan menggunakan vaksin jenis moderna.

Di Kabupaten Probolinggo, sejauh ini sudah mendapatan sebanyak sebanyak 190 vial sama dengan 2.660 dosis. Sementara itu target tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi sebanyak 2.960 tenaga kesehatan.

“Dosisnya terbatas oleh karena itu sasaran vaksinasi merupakan tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr Dewi Vironica.

Jumlah tersebut masih kurang 300 dosis yang sedianya akan disuntikkan. Karenanya hingga kini koordinasi dengan Provinsi Jawa Timur terus dilakukan agar kekurangan dosis bisa segera terpenuhi. “Sisa sedikit, namun demikian tetap diupayakan segera dapat kiriman dan disuntilkkan,” katanya.

Sementara itu penyuntikan vaksin hingga Rabu (11/8) yang dilakukan pada nakes di RSUD Waluyojati, RSUD Tongas, RS Wonolangan, dan 33 Puskesmas di Kabupaten Probolinggo telah mencapai 50 persen.

Disinggung terkait dengan efek yang ditimbulkan pada tubuh, Dewi mengatakan tidak ada gejala apa-apa yang dirasakannya. Sehingga tidak menimbulkan efek samping yang berpengaruh dalam tubuh.

“Infonya memang efek setelah vaksin lebih kuat dari pada vaksin jenis lain. Namun setelah di vaksin saya justru tidak merasakan efek apa-apa. Sampai saat ini belum ada laporan dari tenaga kesehatan perihal dampak buruk dari vaksin ini,” bebernya.

Sementara itu, di Kota Probolinggo setidaknya ada 2.538 nakes yang akan divaksin. Ribuan nakes itu ditargetkan rampung divaksinasi dosisi ketiga minggu kedua bulan agustus. “Vaksin dosis 3 hanya untuk Nakes. Sudah dilaukan mulai senin kemarin. Ditargetkan rampung minggu kedua bulan ini,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, Rabu (11/8) siag.

Rini menegaskan bahwa sebenarnya dua kali suntikan atau dua kali dosis sudah cukup bagi masyarakat umum. Pasalnya, risikonya tidak setinggi nakes. Menurutnya, vaksin akan efektif kalau ada di lingkungan yang tidak terlalu tinggi paparannya. Berbeda dengan nakes yang kerap bersinggungan langsung dan yang paling sering terpapar virus.

Di samping itu, ada alasan lain kenapa belum direncanakan untuk vaksin ketiga bagi masyarakat yakni mengejar cakupan. Sebab, Indonesia harus mengejar mayoritas penduduk agar divaksin yang hingga kini masih proses. Jika cakupan vaksinasinya tidak luas, maka tidak akan mencapai perlindungan optimal atau herd immunity, maka percuma jika dilakukan vaksin ketiga untuk masyarakt jika belum mencapai herd immunity. (ar/rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/