alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Pemotongan Hewan di RPH Tidak Terpengaruh Wabah PMK

MAYANGAN, Radar Bromo – Meski wabah PMK di Kota Probolinggo terus meningkat, ini tidak mempengaruhi kondisi rumah pemotongan hewan (RPH). Antusiasme pemotongan ternak masih tinggi.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo, Aries Santoso mengungkapkan RPH tetap melayani pemotongan hewan seperti biasa. Meski ada PMK, namun jumlah ternak yang dipotong masih normal.

Sebelumnya, di luar hari raya kurban, rata rata dalam sebulan, RPH bisa memotong berkisar dua sampai empat ternak. Baik itu, sapi maupun kambing. Untuk saat ini, pihaknya tetap bisa melayani hingga empat ternak dalam sebulan.

“Tidak berpengaruh. Malah ada sedikit peningkatan. Sebelumnya ya berkisar tiga ekor ternak, saat ini malah bisa empat ekor yang dipotong di RPH,” ungkapnya.

Kondisi ini tidak terlepas dari keinginan masyarakat agar ternak yang dikonsumsi bisa tetap terjaga keamanan dan kebersihannya. Apalagi di RPH itu ada dokter hewan yang memantau kondisi ternak yang masuk.

Menurutnya, saat ada ternak yang mau dipotong, pihak RPH biasanya mengecek dahulu kesehatannya. Mereka di isolasi selama 14 hari. Jika selama dua pekan tetap dinyatakan sehat maka pemotongan bisa dilakukan.

“Justru itu, dalam kondisi PMK seperti saat ini, kami rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk memotong ternak mereka di RPH agar lebih aman,” terang Aries. (riz/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Meski wabah PMK di Kota Probolinggo terus meningkat, ini tidak mempengaruhi kondisi rumah pemotongan hewan (RPH). Antusiasme pemotongan ternak masih tinggi.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo, Aries Santoso mengungkapkan RPH tetap melayani pemotongan hewan seperti biasa. Meski ada PMK, namun jumlah ternak yang dipotong masih normal.

Sebelumnya, di luar hari raya kurban, rata rata dalam sebulan, RPH bisa memotong berkisar dua sampai empat ternak. Baik itu, sapi maupun kambing. Untuk saat ini, pihaknya tetap bisa melayani hingga empat ternak dalam sebulan.

“Tidak berpengaruh. Malah ada sedikit peningkatan. Sebelumnya ya berkisar tiga ekor ternak, saat ini malah bisa empat ekor yang dipotong di RPH,” ungkapnya.

Kondisi ini tidak terlepas dari keinginan masyarakat agar ternak yang dikonsumsi bisa tetap terjaga keamanan dan kebersihannya. Apalagi di RPH itu ada dokter hewan yang memantau kondisi ternak yang masuk.

Menurutnya, saat ada ternak yang mau dipotong, pihak RPH biasanya mengecek dahulu kesehatannya. Mereka di isolasi selama 14 hari. Jika selama dua pekan tetap dinyatakan sehat maka pemotongan bisa dilakukan.

“Justru itu, dalam kondisi PMK seperti saat ini, kami rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk memotong ternak mereka di RPH agar lebih aman,” terang Aries. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/