alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Catat Ada 203 Ekor Sapi di Kab Probolinggo yang Suspect Wabah

PROBOLINGGO, Radar Bromo Jika di Kabupaten Pasuruan ada puluhan suspect, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Probolinggo. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo sampai Rabu (11/5) mendapat tambahan laporan suspect PMK kini menjadi 203 ekor sapi dari yang semula 140 ekor sapi.

Dengan adanya wabah, deteksi tidak hanya dilakukan pada para peternak di desa-desa. Namun juga melakukan deteksi dan penanganan di pasar-pasar hewan.

Kepala DPKH Yahyadi mengatakan, sejauh ini memang ada tambahan terduga PMK. Hal itu berbeda dengan sapi yang dinyatakan positif PMK.

“Yang postif tetap yakni 7 ekor sapi. Kalau suspect saat ini menjadi 203 ekor. Namun, sapi positif kondisinya sudah mulai membaik. Untuk tambahan tetap berada di tiga kecamatan, yakni Bantaran, Kuripan dan Wonomerto,” katanya.

Dengan ditemukannya kasus PMK, Rabu (11/5) siang pihaknya telah melakukan rapat bersama sejumlah pihak. Keputusan penanganan lebih lanjut pun akan dilakukan. Salah satunya adalah penanganan di pasar-pasar hewan.

“Besok (hari ini), kamis (12/5), kami akan lakukan penanganan perdana di Pasar Besuk. Karena memang pasaran. Selain itu,menyediakan Posko Laporan di Tingkat Kabupaten hingga desa,” ujarnya.

Secara teknis, penanganan di pasar hewan itu dilakukan dengan menyiapkan sejumlah petugas pada aktivitas pasar. Akan ada 3-4 dokter hewan yang akan disiapkan untuk melakukan pengecekan sapi yang hendak masuk ke pasar hewan. “Pengecekan ini akan berlanjut terus seusai dengan pasaran sapi di pasar sapi. Sampai nanti dinyatakan bebas dari PMK,” ujarnya.

PROBOLINGGO, Radar Bromo Jika di Kabupaten Pasuruan ada puluhan suspect, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Probolinggo. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo sampai Rabu (11/5) mendapat tambahan laporan suspect PMK kini menjadi 203 ekor sapi dari yang semula 140 ekor sapi.

Dengan adanya wabah, deteksi tidak hanya dilakukan pada para peternak di desa-desa. Namun juga melakukan deteksi dan penanganan di pasar-pasar hewan.

Kepala DPKH Yahyadi mengatakan, sejauh ini memang ada tambahan terduga PMK. Hal itu berbeda dengan sapi yang dinyatakan positif PMK.

“Yang postif tetap yakni 7 ekor sapi. Kalau suspect saat ini menjadi 203 ekor. Namun, sapi positif kondisinya sudah mulai membaik. Untuk tambahan tetap berada di tiga kecamatan, yakni Bantaran, Kuripan dan Wonomerto,” katanya.

Dengan ditemukannya kasus PMK, Rabu (11/5) siang pihaknya telah melakukan rapat bersama sejumlah pihak. Keputusan penanganan lebih lanjut pun akan dilakukan. Salah satunya adalah penanganan di pasar-pasar hewan.

“Besok (hari ini), kamis (12/5), kami akan lakukan penanganan perdana di Pasar Besuk. Karena memang pasaran. Selain itu,menyediakan Posko Laporan di Tingkat Kabupaten hingga desa,” ujarnya.

Secara teknis, penanganan di pasar hewan itu dilakukan dengan menyiapkan sejumlah petugas pada aktivitas pasar. Akan ada 3-4 dokter hewan yang akan disiapkan untuk melakukan pengecekan sapi yang hendak masuk ke pasar hewan. “Pengecekan ini akan berlanjut terus seusai dengan pasaran sapi di pasar sapi. Sampai nanti dinyatakan bebas dari PMK,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/