alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Wisata di Kota Probolinggo Tetap Buka selama Larangan Mudik Lebaran

KANIGARAN, Radar Bromo – Kota Probolinggo menjadi salah satu daerah yang memutuskan tetap membuka lokasi wisatanya selama libur Lebaran. Namun, pengelola wisata tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dispopar Kota Probolinggo Budi Krisyanto pun menegaskan akan mengevaluasi, meninjau, dan memantau kesiapan serta penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. Evaluasi, peninjauan, pemantauan akan dilakukan tim gabungan. Terdiri atas Dispopar, Satgas Covid, dan sejumlah OPD lain.

Lalu, di tiap destinasi wisata akan dibentuk tim Covid-19. Termasuk memberlakukan pembatasan pengunjung hingga 50 persen dari kapasitas.

“Selain itu, nantinya juga akan diterapkan pembatasan jam berkunjung. Yakni, maksimal pukul 17.00,” kata Budi Kris, panggilannya.

Pembukaan tempat wisata, menurut Budi Kris, penting dilakukan. Sebab, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik. Dibukanya tempat wisata juga bertujuan agar perekonomian tetap berjalan. Harapannya, warga yang tidak mudik bisa menikmati liburanya di daerah masing-masing.

Dengan cara itu, Budi Kris berharap perekonomian warga tetap berputar, tidak ada warga yang mudik, serta tidak ada klaster atau penyebaran baru Covid-19. “Sebenarnya Gubernur mengimbau agar tempat wisata tidak buka. Namun, hal itu dikembalikan lagi ke wilayah atau daerah masing-masing. Mengingat kondisi tiap daerah berbeda. Semoga upaya pemeritah ini memberikan dampak yang positif,” tandasnya. (rpd/hn)

KANIGARAN, Radar Bromo – Kota Probolinggo menjadi salah satu daerah yang memutuskan tetap membuka lokasi wisatanya selama libur Lebaran. Namun, pengelola wisata tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dispopar Kota Probolinggo Budi Krisyanto pun menegaskan akan mengevaluasi, meninjau, dan memantau kesiapan serta penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. Evaluasi, peninjauan, pemantauan akan dilakukan tim gabungan. Terdiri atas Dispopar, Satgas Covid, dan sejumlah OPD lain.

Lalu, di tiap destinasi wisata akan dibentuk tim Covid-19. Termasuk memberlakukan pembatasan pengunjung hingga 50 persen dari kapasitas.

“Selain itu, nantinya juga akan diterapkan pembatasan jam berkunjung. Yakni, maksimal pukul 17.00,” kata Budi Kris, panggilannya.

Pembukaan tempat wisata, menurut Budi Kris, penting dilakukan. Sebab, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik. Dibukanya tempat wisata juga bertujuan agar perekonomian tetap berjalan. Harapannya, warga yang tidak mudik bisa menikmati liburanya di daerah masing-masing.

Dengan cara itu, Budi Kris berharap perekonomian warga tetap berputar, tidak ada warga yang mudik, serta tidak ada klaster atau penyebaran baru Covid-19. “Sebenarnya Gubernur mengimbau agar tempat wisata tidak buka. Namun, hal itu dikembalikan lagi ke wilayah atau daerah masing-masing. Mengingat kondisi tiap daerah berbeda. Semoga upaya pemeritah ini memberikan dampak yang positif,” tandasnya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU