alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Vaksinasi Tahap Tiga di Kota Probolinggo Baru 17,58 Persen dari Target

MAYANGAN, Radar Bromo-Capaian vaksinasi tahap tiga di Kota Probolinggo juga masih minim. Dari 182.182 orang sasaran, realisasinya masih jauh di bawah target. Sampai Senin (11/4), vaksinasi tahap ketiga ini baru mencapai 17,58 persen.

dr. Ida mengatakan, vaksinasi tahap ketiga baru terealisasi 32.033 dosis. Sejauh ini yang baru tercapai target 100 persen hanya tenaga kesehatan. Sementara yang lainnya belum mencapai separo.

Sasaran masyarakat umum dan rentan sekitar 23.864 dosis atau 20,53 persen. Sementara untuk kategori remaja berusia 12 hingga 17 tahun malah baru tiga dosis atau 0,01 persen. Untuk lansia sekitar 2.181 dosis atau 10,71 persen.

“Baru SDM (sumber daya manusia) kesehatan yang terealisasi sepenuhnya. Dan yang lainnya masih berproses. Meski memang belum capai separo, namun perkembangannya bagus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan vaksin tahap pertama dan kedua, banyak masyarakat yang malah meminta agar bisa divaksin booster. Kondisi ini terbilang wajar, mengingat vaksin booster baru digencarkan sejak awal tahun 2022.

Ia mengaku tetap menyiapkan layanan vaksin di setiap puskesmas di Kota Probolinggo. Pelayanan ini tetap buka setiap hari. Kecuali saat ada hari libur keagamaan seperti Idul Fitri. Pihaknya berharap ini bisa memudahkan masyarakat yang butuh.

“Kalau bepergian jauh sebenarnya cukup vaksin satu dan dua plus tes swab, tidak harus booster. Tapi, kalau sudah vaksin booster malah lebih bagus, jadi tidak perlu tes swab lagi,” jelasnya. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo-Capaian vaksinasi tahap tiga di Kota Probolinggo juga masih minim. Dari 182.182 orang sasaran, realisasinya masih jauh di bawah target. Sampai Senin (11/4), vaksinasi tahap ketiga ini baru mencapai 17,58 persen.

dr. Ida mengatakan, vaksinasi tahap ketiga baru terealisasi 32.033 dosis. Sejauh ini yang baru tercapai target 100 persen hanya tenaga kesehatan. Sementara yang lainnya belum mencapai separo.

Sasaran masyarakat umum dan rentan sekitar 23.864 dosis atau 20,53 persen. Sementara untuk kategori remaja berusia 12 hingga 17 tahun malah baru tiga dosis atau 0,01 persen. Untuk lansia sekitar 2.181 dosis atau 10,71 persen.

“Baru SDM (sumber daya manusia) kesehatan yang terealisasi sepenuhnya. Dan yang lainnya masih berproses. Meski memang belum capai separo, namun perkembangannya bagus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan vaksin tahap pertama dan kedua, banyak masyarakat yang malah meminta agar bisa divaksin booster. Kondisi ini terbilang wajar, mengingat vaksin booster baru digencarkan sejak awal tahun 2022.

Ia mengaku tetap menyiapkan layanan vaksin di setiap puskesmas di Kota Probolinggo. Pelayanan ini tetap buka setiap hari. Kecuali saat ada hari libur keagamaan seperti Idul Fitri. Pihaknya berharap ini bisa memudahkan masyarakat yang butuh.

“Kalau bepergian jauh sebenarnya cukup vaksin satu dan dua plus tes swab, tidak harus booster. Tapi, kalau sudah vaksin booster malah lebih bagus, jadi tidak perlu tes swab lagi,” jelasnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/