alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Gunakan Jalur Tak Resmi, TKI asal Kota Probolinggo Dideportasi

KANIGARAN, Radar Bromo- Tidak semua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kota Probolinggo menggunakan jalur resmi. Sepanjang tahun lalu, ada seorang TKI tidak resmi yang dipulangkan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Kota Probolinggo Muhammad Abbas mengatakan, seorang TKI itu dipulangkan karena diketahui tidak memiliki izin kerja. Ia dideportasi ke Kota Probolinggo.

“Ada satu TKI ilegal yang dipulangkan dari Malaysia. Dia warga Kecamatan Mayangan. Usai dideportasi, kami langsung antar ke alamat rumahnya,” ungkapnya.

Plt Camat Mayangan ini menjelaskan, pihaknya tidak bisa memastikan jumlah TKI tidak resmi asal Kota Probolinggo. Karena memang tidak tercatat. Rata-rata mereka memilih lewat jalur tidak resmi karena tidak punya skill.

“Kalau yang jalur resmi melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) itu, ada tes wawancara. Berbeda dengan yang tidak resmi, makanya kalau ketahuan, ya dideportasi,” jelasnya.

Abbas berharap masyarakat Kota Probolinggo yang ingin menjadi TKI memilih jalur resmi. Karena, harus membekali diri dengan kemampuan terhadap bidang yang dituju serta memiliki kemampuan bahasa Inggris.

“Selama ini yang tidak resmi, karena mereka tidak punya skill atau tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Ini kadang dimanfaatkan oleh majikannya untuk semena-mena,” ujarnya. (riz/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo- Tidak semua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kota Probolinggo menggunakan jalur resmi. Sepanjang tahun lalu, ada seorang TKI tidak resmi yang dipulangkan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Kota Probolinggo Muhammad Abbas mengatakan, seorang TKI itu dipulangkan karena diketahui tidak memiliki izin kerja. Ia dideportasi ke Kota Probolinggo.

“Ada satu TKI ilegal yang dipulangkan dari Malaysia. Dia warga Kecamatan Mayangan. Usai dideportasi, kami langsung antar ke alamat rumahnya,” ungkapnya.

Plt Camat Mayangan ini menjelaskan, pihaknya tidak bisa memastikan jumlah TKI tidak resmi asal Kota Probolinggo. Karena memang tidak tercatat. Rata-rata mereka memilih lewat jalur tidak resmi karena tidak punya skill.

“Kalau yang jalur resmi melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) itu, ada tes wawancara. Berbeda dengan yang tidak resmi, makanya kalau ketahuan, ya dideportasi,” jelasnya.

Abbas berharap masyarakat Kota Probolinggo yang ingin menjadi TKI memilih jalur resmi. Karena, harus membekali diri dengan kemampuan terhadap bidang yang dituju serta memiliki kemampuan bahasa Inggris.

“Selama ini yang tidak resmi, karena mereka tidak punya skill atau tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Ini kadang dimanfaatkan oleh majikannya untuk semena-mena,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/