alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Alarm Perlintasan Tak Berfungsi, Penjual Lontong Disambar Probowangi di Leces

LECES, Radar Bromo– Nasib nahas menimpa Sipuk, 53. Warga Dusun Krajan Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Sabtu (12/2), penjual lontong itu tewas setelah disambar Kereta Api (KA) Probowangi di perlintasan KA desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces.

Sipuk, sempat dilarikan ke Puskesmas Leces. Namun, upaya pertolongan medis tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Akibat benturan keras, korban Supik alami luka serius dan meninggal di Puskesmas.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, korban Sipuk saat itu naik sepeda ontel dari arah barat ke timur. Niatnya, korban Sipuk hendak berkunjung ke rumah kakaknya, Jalal di Desa Leces. Akibat EWS (early warning sistem) di perlintasan KA tanpa palang pintu tidak berfungsi. Korban Sipuk pun kurang perhatikan KA yang melintas dari arah utara ke selatan. Sehingga, terjadi kecelakaan dan korban sempat terpental sejauh sekitar 20 meter.

Anton menantu keponakan korban Sipuk mengatakan, korban biasa jualan lontong di pasar. Biasanya, pukul 05.30, sudah pulang dari pasar. Nah, saat kejadian itu korban Sipuk hendak ke rumah kakaknya di Desa Leces. Korban naik sepeda ontel seperti biasanya. Namun ternyata malah mengalami kecelakaan, terkena tabrak KA.

”Perlintasan kereta api itu memang tidak ada palang pintunya. Rambu EWS nya juga tidak berfungsi,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui di Puskesmas Leces.

Tohari, selaku PLH Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember saat dikonfirmasi membenarkanya adanya kecelakaan di perlintasan KA tak terjaga. Kejadian sekitar pukul 08.10, saat KA 318 Probowangi Jurusan Surabaya-Ketapang Banyuwangi melintas dari arah Surabaya.

Sebelum kejadian, Masinis sudah bunyikan klakson berkali-kali. Namun, ternyata korban pengendara sepeda ontel dari arah barat tidak menghiraukan. Sehingga, terjadi lah kecelakaan dan korban meninggal di Puskesmas. ”Untuk EWS, informasi di lapangan memang tidak berfungsi. Terkait EWS itu menjadi kewenanganan pemerintaha daerah setempat,” terangnya. (mas/fun)

LECES, Radar Bromo– Nasib nahas menimpa Sipuk, 53. Warga Dusun Krajan Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Sabtu (12/2), penjual lontong itu tewas setelah disambar Kereta Api (KA) Probowangi di perlintasan KA desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces.

Sipuk, sempat dilarikan ke Puskesmas Leces. Namun, upaya pertolongan medis tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Akibat benturan keras, korban Supik alami luka serius dan meninggal di Puskesmas.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, korban Sipuk saat itu naik sepeda ontel dari arah barat ke timur. Niatnya, korban Sipuk hendak berkunjung ke rumah kakaknya, Jalal di Desa Leces. Akibat EWS (early warning sistem) di perlintasan KA tanpa palang pintu tidak berfungsi. Korban Sipuk pun kurang perhatikan KA yang melintas dari arah utara ke selatan. Sehingga, terjadi kecelakaan dan korban sempat terpental sejauh sekitar 20 meter.

Anton menantu keponakan korban Sipuk mengatakan, korban biasa jualan lontong di pasar. Biasanya, pukul 05.30, sudah pulang dari pasar. Nah, saat kejadian itu korban Sipuk hendak ke rumah kakaknya di Desa Leces. Korban naik sepeda ontel seperti biasanya. Namun ternyata malah mengalami kecelakaan, terkena tabrak KA.

”Perlintasan kereta api itu memang tidak ada palang pintunya. Rambu EWS nya juga tidak berfungsi,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui di Puskesmas Leces.

Tohari, selaku PLH Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember saat dikonfirmasi membenarkanya adanya kecelakaan di perlintasan KA tak terjaga. Kejadian sekitar pukul 08.10, saat KA 318 Probowangi Jurusan Surabaya-Ketapang Banyuwangi melintas dari arah Surabaya.

Sebelum kejadian, Masinis sudah bunyikan klakson berkali-kali. Namun, ternyata korban pengendara sepeda ontel dari arah barat tidak menghiraukan. Sehingga, terjadi lah kecelakaan dan korban meninggal di Puskesmas. ”Untuk EWS, informasi di lapangan memang tidak berfungsi. Terkait EWS itu menjadi kewenanganan pemerintaha daerah setempat,” terangnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/