alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Sapi Warga Banyuanyar Dicuri, Dikejar Warga, Ketemu di Tiris

BANYUANYAR, Radar Bromo– Aksi pencurian sapi kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini pelaku yang diduga komplotan, beraksi di wilayah Banyuanyar, tepatnya di Desa Klenang Kidul. Tetapi aksi pencurian yang terjadi dini hari kemarin, berhasil digagalkan berkat kesigapan warga dan perangkat desa.

Sapi yang dicuri, berhasil ditemukan warga. Hanya saja sapi tersebut ditemukan 30 meter dari lokasi pencurian, yakni di Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris. Sapi tersebut ditinggalkan pelaku yang takut lantaran diburu warga dan perangkat desa.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, pencurian tersebut menimpa Purnomo Asik, 50, warga Dusun Jati gunung, RT 17, Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar. Sapi satu-satunya milik Purnomo Asik itu, diperkirakan dicuri sekitar pukul 02.00.

Dari penuturan Bukhori, salah satu perangkat Desa Klenang Kidul mengatakan, aksi pencurian tersebut diketahui oleh ibu mertua Purnomo. Saat itu ibu mertuanya mau buang air kecil di kamar mandi. Nah pada saat itulah ibu mertua Purnomo mendapati pelaku sedang membawa sapinya keluar kandang.

Tapi karena lebih dulu diancam pakai sajamoleh  pelaku, jadi takut. Alhasil, kawanan pelaku berhasil membawa kabur. Begitu posisi aman, ibu mertua Purnomo memberi tahu menantunya. Seketika itu Purnomo menghubungi pemerintah desa hingga dilakukan pengejaran.

Kepala Desa Klenang Kidul, Sariyanto mengatakan, dirinya mendapati kabar dari korban melalui saluran telepon. Secepatnya, dia lalu mengumpulkan warga dan perangkat desa untuk melakukan pengejaran. Empat orang dikerahkan menuju ke selatan desa.

Pengejaran dilakukan ke lokasi yang dicurigai menjadi tempat jalur pelaku kabur. Salah satunya di sebuah jalan kecil masuk Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris. Saat tiba di lokasi, warga dan perangkat desa memergoki segerombolan orang, sedang menuntun sapi. Jumlahnya ada empat orang. Dengan posisi dua orang berada di kanan kiri dan dua lainya di depan dan belakang sapi.

“Sebelumnya kami memang sudah mendapat informasi kalau jalan itu (jalan menuju Tegalwatu, Red) kerap dilalui pelaku pencurian sapi. Makanya kami mencegat di jalan tersebut, dan benar saja, sapi dan para pelakunya benar-benar lewat sana,” ujarnya.

Lokasi penemuan sapi tersebut sedikitnya melewati 3 desa jika dihitung dari desanya. Nah, pada saat memergoki para pelaku tersebut, ia bersama 3 warga lainnya spontan meneriaki para pelaku. Tak lama dari teriakan tersebut para pelaku lari meninggalkan sapi curiannya.

“Saya yakin pada waktu itu sapi ini milik warga saya. Sebab saat dilihat dari kejauhan, ciri-cirinya sama seperti yang dikatan oleh korban. Saat itu langsung saya teriaki maling. Mereka (para pelaku, red) hampir menyerang, mungkin karena kami berteriak itu mereka memilih kabur dan meninggalkan sapinya. Karena fokus pengejaran, kami lupa melaporkan hal ini ke polisi,” ujarnya.

Selesai mendapatkan kembali sapi yang dicuri tersebut. Pihaknya langsung membawa sapi tersebut menggunakan roda empat. Sapi lalu dikembalikan ke korban.

“Sudah lama tidak terjadi pencurian sapi. Mungkin karena hampir-hampir pemilihan ini. Sudah biasa seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bripka Andri Okta, Kanitreskrim Polsek Banyunyar membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar, sapi ketemu. Namun korbannya masih belum melapor,” ujarnya. (mu/fun)

BANYUANYAR, Radar Bromo– Aksi pencurian sapi kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini pelaku yang diduga komplotan, beraksi di wilayah Banyuanyar, tepatnya di Desa Klenang Kidul. Tetapi aksi pencurian yang terjadi dini hari kemarin, berhasil digagalkan berkat kesigapan warga dan perangkat desa.

Sapi yang dicuri, berhasil ditemukan warga. Hanya saja sapi tersebut ditemukan 30 meter dari lokasi pencurian, yakni di Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris. Sapi tersebut ditinggalkan pelaku yang takut lantaran diburu warga dan perangkat desa.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, pencurian tersebut menimpa Purnomo Asik, 50, warga Dusun Jati gunung, RT 17, Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar. Sapi satu-satunya milik Purnomo Asik itu, diperkirakan dicuri sekitar pukul 02.00.

Dari penuturan Bukhori, salah satu perangkat Desa Klenang Kidul mengatakan, aksi pencurian tersebut diketahui oleh ibu mertua Purnomo. Saat itu ibu mertuanya mau buang air kecil di kamar mandi. Nah pada saat itulah ibu mertua Purnomo mendapati pelaku sedang membawa sapinya keluar kandang.

Tapi karena lebih dulu diancam pakai sajamoleh  pelaku, jadi takut. Alhasil, kawanan pelaku berhasil membawa kabur. Begitu posisi aman, ibu mertua Purnomo memberi tahu menantunya. Seketika itu Purnomo menghubungi pemerintah desa hingga dilakukan pengejaran.

Kepala Desa Klenang Kidul, Sariyanto mengatakan, dirinya mendapati kabar dari korban melalui saluran telepon. Secepatnya, dia lalu mengumpulkan warga dan perangkat desa untuk melakukan pengejaran. Empat orang dikerahkan menuju ke selatan desa.

Pengejaran dilakukan ke lokasi yang dicurigai menjadi tempat jalur pelaku kabur. Salah satunya di sebuah jalan kecil masuk Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris. Saat tiba di lokasi, warga dan perangkat desa memergoki segerombolan orang, sedang menuntun sapi. Jumlahnya ada empat orang. Dengan posisi dua orang berada di kanan kiri dan dua lainya di depan dan belakang sapi.

“Sebelumnya kami memang sudah mendapat informasi kalau jalan itu (jalan menuju Tegalwatu, Red) kerap dilalui pelaku pencurian sapi. Makanya kami mencegat di jalan tersebut, dan benar saja, sapi dan para pelakunya benar-benar lewat sana,” ujarnya.

Lokasi penemuan sapi tersebut sedikitnya melewati 3 desa jika dihitung dari desanya. Nah, pada saat memergoki para pelaku tersebut, ia bersama 3 warga lainnya spontan meneriaki para pelaku. Tak lama dari teriakan tersebut para pelaku lari meninggalkan sapi curiannya.

“Saya yakin pada waktu itu sapi ini milik warga saya. Sebab saat dilihat dari kejauhan, ciri-cirinya sama seperti yang dikatan oleh korban. Saat itu langsung saya teriaki maling. Mereka (para pelaku, red) hampir menyerang, mungkin karena kami berteriak itu mereka memilih kabur dan meninggalkan sapinya. Karena fokus pengejaran, kami lupa melaporkan hal ini ke polisi,” ujarnya.

Selesai mendapatkan kembali sapi yang dicuri tersebut. Pihaknya langsung membawa sapi tersebut menggunakan roda empat. Sapi lalu dikembalikan ke korban.

“Sudah lama tidak terjadi pencurian sapi. Mungkin karena hampir-hampir pemilihan ini. Sudah biasa seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bripka Andri Okta, Kanitreskrim Polsek Banyunyar membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar, sapi ketemu. Namun korbannya masih belum melapor,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/