alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Usai 2 Tahun Direvitalisasi, Begini Penampakan Alun-alun Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Setelah 2 tahun, akhirnya proses revitalisasi Alun-alun Kota probolinggo selesai. Alun-alun pun boleh digunakan untuk aktivitas warga.

Namun, aktivitas tidak boleh dilakukan di kawasan berumput. Hanya boleh dilakukan di trotoar atau tempat yang berpaving. Bahkan, di beberapa titik di alun-alun ada tulisan larangan menginjak rumput.

“Dilarang menginjak rumput Jepang. Masih dalam pemeliharaan.” Demikian isi tulisan berupa larangan itu.

Tak ayal, beberapa warga yang berkunjung ke alun-alun pun menghindari rumput. Semua memilih beraktivitas di tempat berpaving.

DILARANG MENGINJAK RUMPUT: Pengunjung dilarang menginjak areal rumput alun-alun. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

“Alhamdulillah sudah bagus alun-alunnya. Tapi memang belum boleh menginjak rumput. Jadi anak saya pegangi terus. Soalnya dari tadi mau lari ke rerumputan,” ujar Holilah, 30, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Kondisi alun-alun sendiri lebih tinggi dibandingkan sebelum revitalisasi. Alun-alun memang ditinggikan karena hujan kerap tergenang.

Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo Andre Nirwana menegaskan, revitalisasi alun-alun memang sudah selesai. “Namun masih dalam masa pemeliharaan. Masa pemeliharaan ini sekitar 365 hari,” ujar Andre.

Dia pun menegaskan, warga tidak dilarang beraktivitas di alun-alun. Namun, tidak boleh menginjak rumput di sana.

MASIH KOTOR: Salah satu sudut alun-alun yang masih nampak kotor. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

“Kalau masuk alun-alun tidak masalah. Tapi harus lewat di trotoar yang telah disiapkan. Tidak boleh menginjak rumput dan tanaman lain,” terangnya.

Meskipun telah selesai pembangunannya, alun-alun menurutnya belum diserahkan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Saat ini alun-alun masih dalam pengawasan Dinas PUPR Perkim.

Menurut catatan Jawa Pos Radar Bromo, revitalisasi alun-alun ini seharusnya selesai pada 2019. Namun mengalami keterlambatan, sehingga Pemkot Probolinggo memutus kontraktor pelaksana.

Keputusan pemkot itu membuat pihak pemkot digugat secara hukum oleh pihak kontraktor. Yaitu, PT Faradis Mulia Makmur. (put/hn)

MAYANGAN, Radar Bromo – Setelah 2 tahun, akhirnya proses revitalisasi Alun-alun Kota probolinggo selesai. Alun-alun pun boleh digunakan untuk aktivitas warga.

Namun, aktivitas tidak boleh dilakukan di kawasan berumput. Hanya boleh dilakukan di trotoar atau tempat yang berpaving. Bahkan, di beberapa titik di alun-alun ada tulisan larangan menginjak rumput.

“Dilarang menginjak rumput Jepang. Masih dalam pemeliharaan.” Demikian isi tulisan berupa larangan itu.

Tak ayal, beberapa warga yang berkunjung ke alun-alun pun menghindari rumput. Semua memilih beraktivitas di tempat berpaving.

DILARANG MENGINJAK RUMPUT: Pengunjung dilarang menginjak areal rumput alun-alun. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

“Alhamdulillah sudah bagus alun-alunnya. Tapi memang belum boleh menginjak rumput. Jadi anak saya pegangi terus. Soalnya dari tadi mau lari ke rerumputan,” ujar Holilah, 30, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Kondisi alun-alun sendiri lebih tinggi dibandingkan sebelum revitalisasi. Alun-alun memang ditinggikan karena hujan kerap tergenang.

Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo Andre Nirwana menegaskan, revitalisasi alun-alun memang sudah selesai. “Namun masih dalam masa pemeliharaan. Masa pemeliharaan ini sekitar 365 hari,” ujar Andre.

Dia pun menegaskan, warga tidak dilarang beraktivitas di alun-alun. Namun, tidak boleh menginjak rumput di sana.

MASIH KOTOR: Salah satu sudut alun-alun yang masih nampak kotor. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

“Kalau masuk alun-alun tidak masalah. Tapi harus lewat di trotoar yang telah disiapkan. Tidak boleh menginjak rumput dan tanaman lain,” terangnya.

Meskipun telah selesai pembangunannya, alun-alun menurutnya belum diserahkan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Saat ini alun-alun masih dalam pengawasan Dinas PUPR Perkim.

Menurut catatan Jawa Pos Radar Bromo, revitalisasi alun-alun ini seharusnya selesai pada 2019. Namun mengalami keterlambatan, sehingga Pemkot Probolinggo memutus kontraktor pelaksana.

Keputusan pemkot itu membuat pihak pemkot digugat secara hukum oleh pihak kontraktor. Yaitu, PT Faradis Mulia Makmur. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/