alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Siapkan MoU Sambil Tunggu Lelang Proyek Jargas di 7 Desa 2 Kecamatan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Proyek jaringan gas (Jargas) di Kabupaten Probolinggo terus dimatangkan. Hingga kini Pemerintah Kabupaten Probolinggo masih menunggu hasil lelang dan mempersiapkan memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian ESDM.

Kasubbag Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Probolinggo, Arif Nopianto mengatakan bahwa realiasasi proyek jaringan gas nasional terus berlanjut. Persiapan yang dibutuhkan terus dilengkap secara bertahap sesuai dengan hasil koordinasi dengan kementerian ESDM.

“Kami masih menunggu hasil lelang yang dilakukan oleh kementerian. Sebab Kabupaten Probolinggo hanya sebagai penerima manfaat,” katanya.

Sembari menunggu hasil lelang, pihaknya juga mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan saat pelaksanaan MoU. Pemkab memprediksi proyek ini akan dilakukan pada akhir Januari mendatang.

“Apa saja yang dibutuhkan, kami persiapkan. Agar realisasi dapat dilakukan sesuai dengan rencana. Akhir januari mungkin sudah bisa dilaksanakan. Selanjutnya tetap menunggu dari pusat,” tuturnya.

Arif menuturkan, secara garis besar Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah siap melanjutkan proyek jaringan gas nasional. Pemetaan 7 desa yang menjadi sasaran perluasan jargas sebanyak 5.737 saluran rumah juga sudah dilakukan. Di mana ada empat desa di Kecamatan Tongas meliputi Desa Tanjungrejo, Curahtulis, Tongas Kulon dan Tambakrejo. Kemudian dilanjutkan ke arah timur menuju Kecamatan Dringu tiga wilayah perluasan meliputi Desa Pabean, Kalirejo, dan Kedungdalem.

“Pemetaan sudah dilakukan, membentang dari barat menuju timur. Proyek juga akan melintasi wilayah Kota Probolinggo, ini juga terus dimatangkan,” bebernya.

Lanjut Arif, proyek jaringan gas ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan gas rumah tangga layaknya penyaluran listrik rumah tangga. Dengan mekanisme pembayaran sesuai jumlah pemakaian yang dibebankan setiap bulan. Sehingga jumlah pengeluaran masyarakat dapat terkontrol.

“Tentunya kami upayakan yang terbaik dan seekonomis mungkin, dengan pemasangan jaringan gas penggunaan setiap bulan akan lebih mudah diatur,” ujar Arif. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Proyek jaringan gas (Jargas) di Kabupaten Probolinggo terus dimatangkan. Hingga kini Pemerintah Kabupaten Probolinggo masih menunggu hasil lelang dan mempersiapkan memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian ESDM.

Kasubbag Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Probolinggo, Arif Nopianto mengatakan bahwa realiasasi proyek jaringan gas nasional terus berlanjut. Persiapan yang dibutuhkan terus dilengkap secara bertahap sesuai dengan hasil koordinasi dengan kementerian ESDM.

“Kami masih menunggu hasil lelang yang dilakukan oleh kementerian. Sebab Kabupaten Probolinggo hanya sebagai penerima manfaat,” katanya.

Sembari menunggu hasil lelang, pihaknya juga mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan saat pelaksanaan MoU. Pemkab memprediksi proyek ini akan dilakukan pada akhir Januari mendatang.

“Apa saja yang dibutuhkan, kami persiapkan. Agar realisasi dapat dilakukan sesuai dengan rencana. Akhir januari mungkin sudah bisa dilaksanakan. Selanjutnya tetap menunggu dari pusat,” tuturnya.

Arif menuturkan, secara garis besar Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah siap melanjutkan proyek jaringan gas nasional. Pemetaan 7 desa yang menjadi sasaran perluasan jargas sebanyak 5.737 saluran rumah juga sudah dilakukan. Di mana ada empat desa di Kecamatan Tongas meliputi Desa Tanjungrejo, Curahtulis, Tongas Kulon dan Tambakrejo. Kemudian dilanjutkan ke arah timur menuju Kecamatan Dringu tiga wilayah perluasan meliputi Desa Pabean, Kalirejo, dan Kedungdalem.

“Pemetaan sudah dilakukan, membentang dari barat menuju timur. Proyek juga akan melintasi wilayah Kota Probolinggo, ini juga terus dimatangkan,” bebernya.

Lanjut Arif, proyek jaringan gas ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan gas rumah tangga layaknya penyaluran listrik rumah tangga. Dengan mekanisme pembayaran sesuai jumlah pemakaian yang dibebankan setiap bulan. Sehingga jumlah pengeluaran masyarakat dapat terkontrol.

“Tentunya kami upayakan yang terbaik dan seekonomis mungkin, dengan pemasangan jaringan gas penggunaan setiap bulan akan lebih mudah diatur,” ujar Arif. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/