alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Kawanan Hiu Tutul Kembali Sambangi Perairan Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo– Menjelang akhir tahun, hiu tutul yang saban tahun “mengunjungi” perairan Mayangan, Kota Probolinggo, mulai bermunculan. Bahkan, sejumlah warga tampak berenang berdekatan dengan mamalia pemakan plangton itu. Menyikapi itu, Polairud Polres Probolinggo meminta warga terus menjaga kelestariannya dan tidak mengganggunya.

Kasat Polairud Polres Problinggo AKP Selamet Prayitno meminta masyarakat turut menjaga melestariannya. Jika ada hiu yang tertangkap jaring, agar segera dilepaskan. Termasuk jika ada sekelompok hiu yang berenang ke tepi, diharapkan menghalaunya agar tidak kandas.

“Bagi para nelayan atau pengguna jasa perairan agar senantiasi ikut melestarikan hiu tersebut. Apalagi, terlindungai Undang-undang. Menjaga kenyamanan. Termasuk ketika rombongan ke pinggir jangan disakiti, melainkan dilindungi dan digiring ke tengah,” harapnya.

Meski hiu tutul tidak berbahaya, namun Slamet tetap meminta masyarakat tidak mendekat. Apalagi, sampai mandi atau berenang dengan hiu. Katanya, hiu jika merasa terancam, tetap akan melawan. “Sebisa mungkin jangan berenang atau mandi dengannya. Apalgi jika sampai dinaiki atau diburu,” pesannya.

Slamet berharap dengan munculnya hiu tutul, dapat mendongkrak perekonomian di bidang wisata. “Barang kali dengan kedatangan hiu ini bisa membawa wisatawan untuk melihatnya. Jadi, selain ke snorkeling, juga bisa melihat hiu tutul,” ujarnya. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo– Menjelang akhir tahun, hiu tutul yang saban tahun “mengunjungi” perairan Mayangan, Kota Probolinggo, mulai bermunculan. Bahkan, sejumlah warga tampak berenang berdekatan dengan mamalia pemakan plangton itu. Menyikapi itu, Polairud Polres Probolinggo meminta warga terus menjaga kelestariannya dan tidak mengganggunya.

Kasat Polairud Polres Problinggo AKP Selamet Prayitno meminta masyarakat turut menjaga melestariannya. Jika ada hiu yang tertangkap jaring, agar segera dilepaskan. Termasuk jika ada sekelompok hiu yang berenang ke tepi, diharapkan menghalaunya agar tidak kandas.

“Bagi para nelayan atau pengguna jasa perairan agar senantiasi ikut melestarikan hiu tersebut. Apalagi, terlindungai Undang-undang. Menjaga kenyamanan. Termasuk ketika rombongan ke pinggir jangan disakiti, melainkan dilindungi dan digiring ke tengah,” harapnya.

Meski hiu tutul tidak berbahaya, namun Slamet tetap meminta masyarakat tidak mendekat. Apalagi, sampai mandi atau berenang dengan hiu. Katanya, hiu jika merasa terancam, tetap akan melawan. “Sebisa mungkin jangan berenang atau mandi dengannya. Apalgi jika sampai dinaiki atau diburu,” pesannya.

Slamet berharap dengan munculnya hiu tutul, dapat mendongkrak perekonomian di bidang wisata. “Barang kali dengan kedatangan hiu ini bisa membawa wisatawan untuk melihatnya. Jadi, selain ke snorkeling, juga bisa melihat hiu tutul,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/