alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Tiga Pengutil Baju Distro Tak Ditahan, Hanya Wajib Lapor ke Polisi

MAYANGAN, Radar Bromo – Tiga pemuda yang sempat dimassa karena mengutil baju di sebuah distro, bisa bernapas lega. Kasus mereka berakhir dengan damai karena pemilik distro memaafkannya. Ketiganya yakni AK, 19, BD, 20 dan BT, 21 hanya dikenai wajib lapor seminggu dua kali.

Kasus pencurian ini berakhir damai karena kerugian hanya mencapai Rp 150 ribu. Tiga pemuda yang berasal dari Kabupaten Probolinggo, juga berjanji tak akan mengulangi.

Seperti yang diungkapkan Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Jamal, Jumat (10/6) pagi. Menurutnya, polisi melakukan mediasi hingga kemudian Restorative Justice (RJ). Selanjutnya ketiga pelaku sebelum pulang, orang tuanya dipanggil. Polisi memutuskan ketiganya diberi pembinaan.

“Sudah digelar mediasi, termasuk mengundang tokoh masyarakat serta orang tua para pelaku ini. Setelah selesai dilakukan RJ, ketiga pelaku ini dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Namun tetap wajib lapor,” tandas AKP Jamal.

Diketahui sebelumnya, tiga dari empat remaja bonyok dimassa karena mengutil. Sementara satu lagi berhasil kabur. Peristiwa itu terjadi Kamis (9/6) sekitar pukul 14.00 di Distro Iqsidewa Store yang ada di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Saat ditemui di lokasi, Iqbal Sidik, 36, pemilik distro menerangkan bahwa mulanya ada 4 remaja yang menggunakan dua motor. Keempat remaja tersebut berbagi peran saat beraksi. Saat beraksi, ada satu karyawan yang melihat pelaku memasukkan baju jenis kemeja ke dalam baju pelaku. Mengetahui hal itu, karyawannya langsung berteriak maling.

MAYANGAN, Radar Bromo – Tiga pemuda yang sempat dimassa karena mengutil baju di sebuah distro, bisa bernapas lega. Kasus mereka berakhir dengan damai karena pemilik distro memaafkannya. Ketiganya yakni AK, 19, BD, 20 dan BT, 21 hanya dikenai wajib lapor seminggu dua kali.

Kasus pencurian ini berakhir damai karena kerugian hanya mencapai Rp 150 ribu. Tiga pemuda yang berasal dari Kabupaten Probolinggo, juga berjanji tak akan mengulangi.

Seperti yang diungkapkan Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Jamal, Jumat (10/6) pagi. Menurutnya, polisi melakukan mediasi hingga kemudian Restorative Justice (RJ). Selanjutnya ketiga pelaku sebelum pulang, orang tuanya dipanggil. Polisi memutuskan ketiganya diberi pembinaan.

“Sudah digelar mediasi, termasuk mengundang tokoh masyarakat serta orang tua para pelaku ini. Setelah selesai dilakukan RJ, ketiga pelaku ini dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Namun tetap wajib lapor,” tandas AKP Jamal.

Diketahui sebelumnya, tiga dari empat remaja bonyok dimassa karena mengutil. Sementara satu lagi berhasil kabur. Peristiwa itu terjadi Kamis (9/6) sekitar pukul 14.00 di Distro Iqsidewa Store yang ada di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Saat ditemui di lokasi, Iqbal Sidik, 36, pemilik distro menerangkan bahwa mulanya ada 4 remaja yang menggunakan dua motor. Keempat remaja tersebut berbagi peran saat beraksi. Saat beraksi, ada satu karyawan yang melihat pelaku memasukkan baju jenis kemeja ke dalam baju pelaku. Mengetahui hal itu, karyawannya langsung berteriak maling.

MOST READ

BERITA TERBARU

/