alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Mau Jemput Anak, Guru SMKN 2 Tewas Terlindas Truk di Mastrip

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN, Radar Bromo-Agenda Frandika Amanudin, 34 menjemput anaknya di sebuah TK di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo Jumat pagi (11/6) berujung tragedi. Itu setelah guru yang mengajar di SMKN 2 Probolinggo dan SMKN 2 Kraksaan itu mengalami kecelakaan maut.

Motor yang ia kendarai senggolan dengan motor lain. Selanjutnya, sang guru jatuh ke kolong truk dan terlindas truk yang masuk di jalanan kota.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 10.00. saat itu warga jalan Cangkring, Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu naik motor Suzuki Satria FU bernopol N 6382 SA.

Frandika hendak menjemput anaknya yang masih balita. “Dia punya dua anak. Masih kecil-kecil. Yang paling besar 4 tahunan dan ada di TK di Jalan Mastrip. Infonya saat pulang sekolah di SKMN 2, Pak Fran ini mau jemput anaknya. Makanya dari sekolah ia kearah selatan,” kata rekan kerjanya di SMKN 2 Kota Probolinggo yang enggan disebutkan namanya.

Tak berselang lama, rekan Fran itu mendapatkan kabar bila Fran alami kecelakaan di simpang tiga, pertemuan Jalan Indragiri dan Jalan Mastrip.

“Saat saya datang, beliau sudah tergeletak tak bernyawa di jalan. Selanjutnya, ada mobil ambulans yang datang dan membawanya ke kamar jenazah,” terang pria berkacamata itu.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Fran itu melibatkan tiga kendaraan. Yakni Satria FU yang ditumpangi Frandika Amanudin sendiri, Honda Scoopy bernopol N 6104 PI yang dikemudikan Geo, 17, warga Pajarakan. Serta truk Tronton bernopol L 8301 UD yang dikemudikan oleh Sahid, 55, warga Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.

Sahid menerangkan, truk muat aspal yang dia kendarai melaju dari selatan ke utara. Truk itu baru mengambil material dari Banyu Biru, Pasuruan. Rencananya, aspal hendak dikirimkan ke Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.

Saat berada di lokasi kejadian, ada sebuah kendaraan yang sama-sama melaju dari arah utara. Saat itu, motor Honda Scoopy hendak belok ke arah barat atau masuk Jalan Indragiri.

Apesnya, di belakang Scoopy itu melaju motor Satria yang dikendarai Fran. Saat itu, Fran hendak menyalip dari kanan. Akhirnya motor Satria yang dikendarai Fran itu tabrakan dengan Scoopy yang dikendarai oleh Geo dan Tutik Agustina, 35 serta seorang balita.

“Jadi, motor Satria FU itu menabrak bagian samping depan motor matik yang hendak menyeberang. Tapi, motor matik itu tidak sampai terjatuh. Nah, motor satria ini yang terjatuh dan pengendaranya terpental jauh beberapa meter dari motornya,” kata Sahid.

Apesnya, saat terpental, Frandika jatuh ke kolong truk yang melaju dari arah selatan. Selanjutnya, Frandika bagian pinggang Frandika terlindas roda kanan depan truk.

“Jadi, saya sudah melakukan pengereman itu sampai berdiri. Tapi karena korban ini terpental cukup jauh dan masuk ke kolong truk, akhirnya terlindas,” tambah Sahid dengan mata berkaca-kaca.

Selang beberapa menit kemudian petugas kepolisian beserta ambulance datang ke lokasi. Frandika yang meninggal di lokasi kejadian, jenazahnya lalu dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Moch Saleh.

Sementara pengendara motor lainya dibantu warga untuk menenangkan diri. Sebab Tutik Agustina hanya tampak menangis memeluk balitanya. Sementara Geo duduk terdiam tanpa kata.

Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi, langsung melakukan penyelidikan atas peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan laka lantas yang terjadi,” beber Kasatlantas Polresta AKP Roni Faslah pada saat ditemui dilokasi kejadian. (rpd/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN, Radar Bromo-Agenda Frandika Amanudin, 34 menjemput anaknya di sebuah TK di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo Jumat pagi (11/6) berujung tragedi. Itu setelah guru yang mengajar di SMKN 2 Probolinggo dan SMKN 2 Kraksaan itu mengalami kecelakaan maut.

Motor yang ia kendarai senggolan dengan motor lain. Selanjutnya, sang guru jatuh ke kolong truk dan terlindas truk yang masuk di jalanan kota.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 10.00. saat itu warga jalan Cangkring, Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu naik motor Suzuki Satria FU bernopol N 6382 SA.

Mobile_AP_Half Page

Frandika hendak menjemput anaknya yang masih balita. “Dia punya dua anak. Masih kecil-kecil. Yang paling besar 4 tahunan dan ada di TK di Jalan Mastrip. Infonya saat pulang sekolah di SKMN 2, Pak Fran ini mau jemput anaknya. Makanya dari sekolah ia kearah selatan,” kata rekan kerjanya di SMKN 2 Kota Probolinggo yang enggan disebutkan namanya.

Tak berselang lama, rekan Fran itu mendapatkan kabar bila Fran alami kecelakaan di simpang tiga, pertemuan Jalan Indragiri dan Jalan Mastrip.

“Saat saya datang, beliau sudah tergeletak tak bernyawa di jalan. Selanjutnya, ada mobil ambulans yang datang dan membawanya ke kamar jenazah,” terang pria berkacamata itu.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Fran itu melibatkan tiga kendaraan. Yakni Satria FU yang ditumpangi Frandika Amanudin sendiri, Honda Scoopy bernopol N 6104 PI yang dikemudikan Geo, 17, warga Pajarakan. Serta truk Tronton bernopol L 8301 UD yang dikemudikan oleh Sahid, 55, warga Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.

Sahid menerangkan, truk muat aspal yang dia kendarai melaju dari selatan ke utara. Truk itu baru mengambil material dari Banyu Biru, Pasuruan. Rencananya, aspal hendak dikirimkan ke Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.

Saat berada di lokasi kejadian, ada sebuah kendaraan yang sama-sama melaju dari arah utara. Saat itu, motor Honda Scoopy hendak belok ke arah barat atau masuk Jalan Indragiri.

Apesnya, di belakang Scoopy itu melaju motor Satria yang dikendarai Fran. Saat itu, Fran hendak menyalip dari kanan. Akhirnya motor Satria yang dikendarai Fran itu tabrakan dengan Scoopy yang dikendarai oleh Geo dan Tutik Agustina, 35 serta seorang balita.

“Jadi, motor Satria FU itu menabrak bagian samping depan motor matik yang hendak menyeberang. Tapi, motor matik itu tidak sampai terjatuh. Nah, motor satria ini yang terjatuh dan pengendaranya terpental jauh beberapa meter dari motornya,” kata Sahid.

Apesnya, saat terpental, Frandika jatuh ke kolong truk yang melaju dari arah selatan. Selanjutnya, Frandika bagian pinggang Frandika terlindas roda kanan depan truk.

“Jadi, saya sudah melakukan pengereman itu sampai berdiri. Tapi karena korban ini terpental cukup jauh dan masuk ke kolong truk, akhirnya terlindas,” tambah Sahid dengan mata berkaca-kaca.

Selang beberapa menit kemudian petugas kepolisian beserta ambulance datang ke lokasi. Frandika yang meninggal di lokasi kejadian, jenazahnya lalu dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Moch Saleh.

Sementara pengendara motor lainya dibantu warga untuk menenangkan diri. Sebab Tutik Agustina hanya tampak menangis memeluk balitanya. Sementara Geo duduk terdiam tanpa kata.

Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi, langsung melakukan penyelidikan atas peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan laka lantas yang terjadi,” beber Kasatlantas Polresta AKP Roni Faslah pada saat ditemui dilokasi kejadian. (rpd/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2