alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Diamankan di Trenggalek, 22.200 Benih Lobster Dilepas di Gili  

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUMBERASIH, Radar Bromo– Perairan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, kembali “dikirimi” lobster. Kamis (10/6), sejumlah 22.200 ekor benih lobster dilepasliarkan ke habitatnya di Perairan Gili Ketapang.

Pelepasan ini dilakukan oleh Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Surabaya I. Bekerja sama dengan Ditpolairud Polda Jatim dan BPSPL Denpasar Wilker Jawa Timur. Sekitar pukul 13.00, ribuan benih itu dilepas.

Kasat Polair Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno mengatakan, pelepasan benih lobster itu dilakukan setelah Ditpolairud Polda Jawa Timur mengungkap penyelundupan benih lobster. Kasus ini ditemukan di Pantai Unam, Jalan Wilis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Minggu (6/6), sekitar pukul 16.30.

Petugas berhasil mengamankan tersangka berinisial W, warga Wonogiri, Jawa Tengah. Ia kedapatan tanpa izin membawa benih lobster sebanyak 22.200 ekor. Terdiri atas 22.145 ekor jenis pasir dan 55 ekor jenis mutiara.

“Atas peristiwa ini, kerugian berdampak pada SDA (sumber daya alam) kelautan, khususnya udang lobster yang terdapat mengalami penurunan populasinya,” ujar Slamet.

Saat itu, kata Slamet, sekitar pukul 16.30, pelaku melintas di Jalan Wilis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, pelaku mengendarai mobil Honda Jazz. Ia membawa baby lobster dalam tiga kardus. Masing-masing 25 kantong plastik dan 22 kantong plastik.

Di dalam kantong plastik itu berisi benih losbter. Ada yang berisi 200 ekor sampai 250 ekor. Rencananya, benih ini akan dikirim kepada seseorang di Solo. Namun, sebelum sampai kepada pemesan, tercium kepolisian.

Dengan dibebasliarkan benih lobster ini, kata Slamet, diharapkan pada kemudian hari dapat dimanfaatkan dengan baik. Tentunya ketika sejumlah lobster itu sudah dewasa serta beranak pinak.

“Penangkapan dan penjualan benih lobster itu dilarang undang-undang, sehingga kami berharap masyarakat juga memahaminya. Ke depan, kami harap tidak ada lagi penangkapan dan penjualan benih lobster. Apalagi jika sampai dijual ke luar negeri,” ujar Slamet. (rpd/rud)

 

 

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERASIH, Radar Bromo– Perairan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, kembali “dikirimi” lobster. Kamis (10/6), sejumlah 22.200 ekor benih lobster dilepasliarkan ke habitatnya di Perairan Gili Ketapang.

Pelepasan ini dilakukan oleh Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Surabaya I. Bekerja sama dengan Ditpolairud Polda Jatim dan BPSPL Denpasar Wilker Jawa Timur. Sekitar pukul 13.00, ribuan benih itu dilepas.

Kasat Polair Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno mengatakan, pelepasan benih lobster itu dilakukan setelah Ditpolairud Polda Jawa Timur mengungkap penyelundupan benih lobster. Kasus ini ditemukan di Pantai Unam, Jalan Wilis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Minggu (6/6), sekitar pukul 16.30.

Mobile_AP_Half Page

Petugas berhasil mengamankan tersangka berinisial W, warga Wonogiri, Jawa Tengah. Ia kedapatan tanpa izin membawa benih lobster sebanyak 22.200 ekor. Terdiri atas 22.145 ekor jenis pasir dan 55 ekor jenis mutiara.

“Atas peristiwa ini, kerugian berdampak pada SDA (sumber daya alam) kelautan, khususnya udang lobster yang terdapat mengalami penurunan populasinya,” ujar Slamet.

Saat itu, kata Slamet, sekitar pukul 16.30, pelaku melintas di Jalan Wilis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, pelaku mengendarai mobil Honda Jazz. Ia membawa baby lobster dalam tiga kardus. Masing-masing 25 kantong plastik dan 22 kantong plastik.

Di dalam kantong plastik itu berisi benih losbter. Ada yang berisi 200 ekor sampai 250 ekor. Rencananya, benih ini akan dikirim kepada seseorang di Solo. Namun, sebelum sampai kepada pemesan, tercium kepolisian.

Dengan dibebasliarkan benih lobster ini, kata Slamet, diharapkan pada kemudian hari dapat dimanfaatkan dengan baik. Tentunya ketika sejumlah lobster itu sudah dewasa serta beranak pinak.

“Penangkapan dan penjualan benih lobster itu dilarang undang-undang, sehingga kami berharap masyarakat juga memahaminya. Ke depan, kami harap tidak ada lagi penangkapan dan penjualan benih lobster. Apalagi jika sampai dijual ke luar negeri,” ujar Slamet. (rpd/rud)

 

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2