alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Antisipasi Lonjakan, Jalur Laut Madura-Probolinggo Diperketat

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo– Melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura, menjadi perhatian Satgas di daerah. Termasuk di Probolinggo. Jalur laut yang sering digunakan untuk penyeberangan dari Madura, pengawasannya kian diperketat. Langkah itu dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Seperti yang dilakukan Satgas di Probolinggo, Kamis (10/6). Sebuah kapal yang mengangkut 14 warga dari Madura, diperiksa. Para penumpangnya langsung dites rapid antigen, begitu tiba di pelabuhan Probolinggo.

Keempat belas penumpang tersebut adalah warga dari Madura, yang memang hendak ke Probolinggo. Semuanya memang dari Madura. Tetapi ada pula warga Kabupaten Probolinggo, yang mau pulang usai berkunjung dari pulau garam tersebut. Mereka memilih ke Probolinggo melalui jalur laut karena sengaja menghindari penyekatan di jembatan Suramadu.

Kontan saja saat keempat belas warga Madura tersebut tiba di pelabuhan, mereka terkejut. Apalagi saat mengetahui petugas bersiap melakukan rapid antigen. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, mereka hanya bisa pasrah.

Muhammad Tauhid, salah satu warga dari Madura mengaku, dia memang menghindari penyekatan di jembatan Suramadu sehingga memilih naik kapal. Tauhid tidak sendirian. Dia bersama istrinya dari pulau Mandangin, Kabupaten Sampang dan hendak pulang ke rumah di Tiris.

Kepada koran ini Tauhid mengaku, dirinya sudah seminggu lalu pergi ke Mandangin, Madura, karena orang tua meninggal. Kemudian, saat hendak kembali ke Probolinggo, malah ada penyekatan di jembatan Suramadu.

”Saya milih lewat jalur laut, karena ada penyekatan di jembatan Suramadu. Kapal penyebarangan ini biasanya dua kali dalam seminggu. Jadi saya milih nyeberang lewat jalur laut,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Ia mengaku kaget saat tiba di pelabuhan Probolinggo, ternyata ada penyekatan oleh petugas. Dia lebih terkejut lagi karena rapid antigen sudah disiapkan. Namun dirinya mengikuti aturan dari petugas dan siap dikarantina jika hasil rapid antigennya positif.

”Saya ikuti arahan dari petugas saja wes. Alhamdulillah, hasilnya negatif,” ujarnya.

Beruntungnya, dari 14 orang itu, hasil rapid antigen, semuanya negatif. Sehingga, mereka dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan pulang. Namun, jika hasil rapid antigen positif, saat itu juga harus siap dibawa untuk menjalani karantina di rumah sehat.

Sementara itu, Koordinator Gakum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten, Ugas Irwanto saat dikonfirmasi mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 terjadi di sejumlah daerah. Termasuk di Bangkalan. Pemerintah sudah membuatkan penyekatan di jembatan Suramadu.

Nah, pulau Madura dengan Probolinggo, tergolong dekat saat ditempuh melalui jalur laut. Karena itu, harus diantisipasi dan dicegah, adanya warga dari Madura masuk ke Probolinggo.

BAKAL INTENS: Kapal laut yang mengangkut warga dari Madura, berada di pelabuhan Probolinggo. Kapal ini menjadi alternatif warga untuk menyberang dari Madura ke Probolinggo, maupun sebaliknya. (Foto: Zaenal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

”Ternyata ditemukan ada 14 orang dari Madura yang nyeberang laut ke Probolinggo. Ternyata benar, mereka pilih jalur laut, karena menghindari penyekatan di jembatan suramadu,” katanya kemarin.

Ugas menegaskan, pihaknya berusaha mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19, seperti halnya daerah-daerah lain. Untuk itu, pihaknya rapid antigen semua warga yang datang nyeberang dari Madura.

”Jika hasil rapid antigennya positif, langsung dibawa karantina di puskesmas Maron,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno mengatakan, pihaknya akan terus melakukan monitoring dan penyekatan di jalur laut. Sebagai antisipasi adanya warga dari Madura yang menghindari jembatan suramadu. (mas/fun)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo– Melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura, menjadi perhatian Satgas di daerah. Termasuk di Probolinggo. Jalur laut yang sering digunakan untuk penyeberangan dari Madura, pengawasannya kian diperketat. Langkah itu dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Seperti yang dilakukan Satgas di Probolinggo, Kamis (10/6). Sebuah kapal yang mengangkut 14 warga dari Madura, diperiksa. Para penumpangnya langsung dites rapid antigen, begitu tiba di pelabuhan Probolinggo.

Keempat belas penumpang tersebut adalah warga dari Madura, yang memang hendak ke Probolinggo. Semuanya memang dari Madura. Tetapi ada pula warga Kabupaten Probolinggo, yang mau pulang usai berkunjung dari pulau garam tersebut. Mereka memilih ke Probolinggo melalui jalur laut karena sengaja menghindari penyekatan di jembatan Suramadu.

Mobile_AP_Half Page

Kontan saja saat keempat belas warga Madura tersebut tiba di pelabuhan, mereka terkejut. Apalagi saat mengetahui petugas bersiap melakukan rapid antigen. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, mereka hanya bisa pasrah.

Muhammad Tauhid, salah satu warga dari Madura mengaku, dia memang menghindari penyekatan di jembatan Suramadu sehingga memilih naik kapal. Tauhid tidak sendirian. Dia bersama istrinya dari pulau Mandangin, Kabupaten Sampang dan hendak pulang ke rumah di Tiris.

Kepada koran ini Tauhid mengaku, dirinya sudah seminggu lalu pergi ke Mandangin, Madura, karena orang tua meninggal. Kemudian, saat hendak kembali ke Probolinggo, malah ada penyekatan di jembatan Suramadu.

”Saya milih lewat jalur laut, karena ada penyekatan di jembatan Suramadu. Kapal penyebarangan ini biasanya dua kali dalam seminggu. Jadi saya milih nyeberang lewat jalur laut,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Ia mengaku kaget saat tiba di pelabuhan Probolinggo, ternyata ada penyekatan oleh petugas. Dia lebih terkejut lagi karena rapid antigen sudah disiapkan. Namun dirinya mengikuti aturan dari petugas dan siap dikarantina jika hasil rapid antigennya positif.

”Saya ikuti arahan dari petugas saja wes. Alhamdulillah, hasilnya negatif,” ujarnya.

Beruntungnya, dari 14 orang itu, hasil rapid antigen, semuanya negatif. Sehingga, mereka dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan pulang. Namun, jika hasil rapid antigen positif, saat itu juga harus siap dibawa untuk menjalani karantina di rumah sehat.

Sementara itu, Koordinator Gakum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten, Ugas Irwanto saat dikonfirmasi mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 terjadi di sejumlah daerah. Termasuk di Bangkalan. Pemerintah sudah membuatkan penyekatan di jembatan Suramadu.

Nah, pulau Madura dengan Probolinggo, tergolong dekat saat ditempuh melalui jalur laut. Karena itu, harus diantisipasi dan dicegah, adanya warga dari Madura masuk ke Probolinggo.

BAKAL INTENS: Kapal laut yang mengangkut warga dari Madura, berada di pelabuhan Probolinggo. Kapal ini menjadi alternatif warga untuk menyberang dari Madura ke Probolinggo, maupun sebaliknya. (Foto: Zaenal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

”Ternyata ditemukan ada 14 orang dari Madura yang nyeberang laut ke Probolinggo. Ternyata benar, mereka pilih jalur laut, karena menghindari penyekatan di jembatan suramadu,” katanya kemarin.

Ugas menegaskan, pihaknya berusaha mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19, seperti halnya daerah-daerah lain. Untuk itu, pihaknya rapid antigen semua warga yang datang nyeberang dari Madura.

”Jika hasil rapid antigennya positif, langsung dibawa karantina di puskesmas Maron,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno mengatakan, pihaknya akan terus melakukan monitoring dan penyekatan di jalur laut. Sebagai antisipasi adanya warga dari Madura yang menghindari jembatan suramadu. (mas/fun)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2