alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Hakim Minim, Sidang di PA Probolinggo Sering Molor

KADEMANGAN, Radar Bromo – Jadwal persidangan di Pengadilan Agama (PA) Kota Probolinggo sering molor. Hal ini dampak dari minimnya jumlah hakim yang bertugas di pengadilan kelas IB ini. Sejauh ini hanya ada 3 orang hakim, padahal seharusnya minimal mempunyai 5 orang hakim.

Panitera PA Kelas IB Kota Probolinggo Yomi Kurniawan mengatakan, dengan minimnya jumlah hakim, pihaknya tidak bosan-bosannya mengajukan permohonan penambahan hakim ke Mahkamah Agung RI. Namun, sejauh ini belum ada titik terang. “Kondisi seperti ini juga dirasakan oleh PA di sejumlah daerah. Mengingat SDM (sumber daya manusia) hakim di PA memang sedikit,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti ini, seorang hakim laki-laki dan dua hakim perempuan itu harus selalu sehat. Jika salah satunya ada yang sakit atau berhalangan hadir, persidangan tidak bisa digelar. Sebab, untuk menggelar sidang dengan hakim tunggal PA harus mengajukan izin dahulu ke MA.

“Jika dari ketiganya ada yang sakit atau hamil maupun melahirkan, maka tersisa dua hakim. Dengan demikian, pengadilan tidak bisa melaksanakan persidangan. Sehingga, harus mengajukan izin ke MA untuk persidangan dengan hakim tunggal,” ujarnya.

Jumlah hakim ini tidak sebanding dengan jumlah perkara yang masuk dan harus ditangani PA. Seperti, pada Maret ada 148 perkara yang harus diselesaikan. Pada April ada 117 perkara dan bulan kemarin ada 97 perkara. Dalam sehari, ketiga hakim itu harus menggelar 15 sampai 20 kali persidangan. Persidangan biasanya digelar mulai Senin-Kamis.

Hal inilah yang menyebabkan persidangan sering molor. Hakim yang juga manusia, juga butuh istirahat. Selain itu, saat ini posisi wakil ketua di PA Probolinggo juga kosong.

“Idealnya ada 5 hakim. Saat ini hanya ada tiga. Selain itu, posisi wakil ketua juga kosong. Hal inilah yang mengakibatkan sidang molor. Mengingat hakimnya itu-itu saja. Tinggal diputar siapa yang hakim ketua dan anggota,” ujar Yomi. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Jadwal persidangan di Pengadilan Agama (PA) Kota Probolinggo sering molor. Hal ini dampak dari minimnya jumlah hakim yang bertugas di pengadilan kelas IB ini. Sejauh ini hanya ada 3 orang hakim, padahal seharusnya minimal mempunyai 5 orang hakim.

Panitera PA Kelas IB Kota Probolinggo Yomi Kurniawan mengatakan, dengan minimnya jumlah hakim, pihaknya tidak bosan-bosannya mengajukan permohonan penambahan hakim ke Mahkamah Agung RI. Namun, sejauh ini belum ada titik terang. “Kondisi seperti ini juga dirasakan oleh PA di sejumlah daerah. Mengingat SDM (sumber daya manusia) hakim di PA memang sedikit,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti ini, seorang hakim laki-laki dan dua hakim perempuan itu harus selalu sehat. Jika salah satunya ada yang sakit atau berhalangan hadir, persidangan tidak bisa digelar. Sebab, untuk menggelar sidang dengan hakim tunggal PA harus mengajukan izin dahulu ke MA.

“Jika dari ketiganya ada yang sakit atau hamil maupun melahirkan, maka tersisa dua hakim. Dengan demikian, pengadilan tidak bisa melaksanakan persidangan. Sehingga, harus mengajukan izin ke MA untuk persidangan dengan hakim tunggal,” ujarnya.

Jumlah hakim ini tidak sebanding dengan jumlah perkara yang masuk dan harus ditangani PA. Seperti, pada Maret ada 148 perkara yang harus diselesaikan. Pada April ada 117 perkara dan bulan kemarin ada 97 perkara. Dalam sehari, ketiga hakim itu harus menggelar 15 sampai 20 kali persidangan. Persidangan biasanya digelar mulai Senin-Kamis.

Hal inilah yang menyebabkan persidangan sering molor. Hakim yang juga manusia, juga butuh istirahat. Selain itu, saat ini posisi wakil ketua di PA Probolinggo juga kosong.

“Idealnya ada 5 hakim. Saat ini hanya ada tiga. Selain itu, posisi wakil ketua juga kosong. Hal inilah yang mengakibatkan sidang molor. Mengingat hakimnya itu-itu saja. Tinggal diputar siapa yang hakim ketua dan anggota,” ujar Yomi. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/