alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Kepastian Stasiun Bayeman jadi Stasiun Transit Menggantung

TONGAS, Radar Bromo – Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menjadikan Stasiun Bayeman, sebagai stasiun transit, masih menggantung. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, belum memberikan jawaban terhadap pengajuan Dishub.

Karenanya, Dishub berencana berkoordinasi kembali dengan Bappeda. Sebab, perencanaannya berada di Bappeda.

Kepala Bidang LLAJ Dishub Kabupaten Probolinggo Bambang Singgih Hartadi mengatakan, upaya mengaktivasi Stasiun Bayeman, bisa dikatakan sudah rampung. Seperti, persyaratan hingga kajian pendukung agar rencana bisa diterima berbagai kalangan.

Bahkan, dalam kajian itu juga sudah ada simulasi angkutan. Seperti, ketika penumpang turun hingga menuju kawasan wisata Gunung Bromo.

TUNGGU JAWABAN: Seorang petugas berada di Stasiun Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Kini, Pemkab Probolinggo menunggu jawaban Kemenhub RI untuk menjadikan stasiun ini sebagai stasiun transit. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, dokumen yang sudah dikirim ke Kemenhub RI sejak dua tahun lalu, sejauh ini belum dijawab. “Tidak hanya desa, armada yang disiapkan untuk mengangkut wisatawan menuju kawasan wisata Gunung Bromo, juga sudah uji coba,” ujarnya, kemarin (10/5).

Bambang mengatakan, dokumen yang diajukan untuk menjadikan Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit sudah lengkap. Hanya saja, Dirjen Perkertaapian Kemenhub, tak kunjung memberikan jawaban.

“Ada opsi untuk mengirim dokumen kembali. Tapi, sebelum itu, kami akan koordinasi dengan Bappeda. Karena, perencana untuk hal ini adalah Bappeda, Dishub yang menjalankannya,” jelasnya.

Ia berharap tahun ini ada langkah konkret agar ada jawaban dari Kementerian. Rencana, pihaknya akan melakukan jemput bola, tetapi masih terkendala pandemi Covid-19. “Mudah-mudahan segera dapat jawaban. Agar kami juga tidak digantung,” harapnya. (mas/rud)

TONGAS, Radar Bromo – Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menjadikan Stasiun Bayeman, sebagai stasiun transit, masih menggantung. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, belum memberikan jawaban terhadap pengajuan Dishub.

Karenanya, Dishub berencana berkoordinasi kembali dengan Bappeda. Sebab, perencanaannya berada di Bappeda.

Kepala Bidang LLAJ Dishub Kabupaten Probolinggo Bambang Singgih Hartadi mengatakan, upaya mengaktivasi Stasiun Bayeman, bisa dikatakan sudah rampung. Seperti, persyaratan hingga kajian pendukung agar rencana bisa diterima berbagai kalangan.

Bahkan, dalam kajian itu juga sudah ada simulasi angkutan. Seperti, ketika penumpang turun hingga menuju kawasan wisata Gunung Bromo.

TUNGGU JAWABAN: Seorang petugas berada di Stasiun Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Kini, Pemkab Probolinggo menunggu jawaban Kemenhub RI untuk menjadikan stasiun ini sebagai stasiun transit. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, dokumen yang sudah dikirim ke Kemenhub RI sejak dua tahun lalu, sejauh ini belum dijawab. “Tidak hanya desa, armada yang disiapkan untuk mengangkut wisatawan menuju kawasan wisata Gunung Bromo, juga sudah uji coba,” ujarnya, kemarin (10/5).

Bambang mengatakan, dokumen yang diajukan untuk menjadikan Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit sudah lengkap. Hanya saja, Dirjen Perkertaapian Kemenhub, tak kunjung memberikan jawaban.

“Ada opsi untuk mengirim dokumen kembali. Tapi, sebelum itu, kami akan koordinasi dengan Bappeda. Karena, perencana untuk hal ini adalah Bappeda, Dishub yang menjalankannya,” jelasnya.

Ia berharap tahun ini ada langkah konkret agar ada jawaban dari Kementerian. Rencana, pihaknya akan melakukan jemput bola, tetapi masih terkendala pandemi Covid-19. “Mudah-mudahan segera dapat jawaban. Agar kami juga tidak digantung,” harapnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/