alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Wali Murid di Kota Probolinggo Minta Kasek Definitif

KANIGARAN, Radar Bromo – Banyaknya sekolah di Kota Probolinggo yang tak memiliki kepala sekolah (kasek) definitif dikeluhkan wali murid. Sebab, meski ada pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah, mereka tidak bisa mengambil kebijakan strategis. Karenanya, sejumlah wali murid mendesak sekolah tanpa kepala definitif itu segera diisi.

Dari informasi yang diperolah Jawa Pos Radar Bromo, sejauh ini di Kota Probolinggo ada 13 sekolah dasar (SD) yang tidak memiliki kepala definitif. Meski telah diisi Plt, kewenangan mereka terbatas dan tidak bisa mengambil kebijakan strategis. Sehingga, koordinasi dengan paguyuban wali murid kurang baik.

Seperti yang diungkapkan Ketua Paguyuban Wali Murid Kelas 6A SDN Tisnonegaran 1 Imam Suliono. Ia berharap tidak hanya di sekolah anaknya yang nantinya memiliki kasek definitif, melainkan di 13 sekolah yang kini masih diisi Plt.

“Karena diisi Plt, maka jika ada masukan ataupun lainnya, belum bisa terserap secara maksimal. Lantaran Plt tidak memiliki kewenangan penuh atas kebijakan yang ada. Karenanya, kami berharap 13 sekolah yang masih diisi Plt, termasuk sekolah anak saya, segera diisi kasek definitif,” ujarnya.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch. Maskur mengatakan, sudah ada 22 guru yang telah mengikuti pelatihan calon kasek dan dinyatakan lulus. Mereka terdiri atas 18 guru SD dan 4 guru SMP.

“Dari 22 guru yang melakukan pelatihan dan pembinaan sebagai kepala sekolah, seluruhnya lulus. Sejumlah 21 lulus dengan nilai sangat baik dan satu lulus dengan nilai baik,” ujarnya.

Seluruh guru yang telah mengikuti pelatihan itu, selama 3 bulan sudah siap ditempatkan di 13 SD yang masih diisi Plt. “Kami sudah ajukan ke wali kota. Namun kapan akan dilakukan penempatannya dan menempati mana saja, itu wewenang wali kota. Yang jelas dari 18 guru itu akan diambil 13 untuk mengisi SD yang masih Plt dari total 75 SD di kota. Dari 18 guru diperioritaskan yang usinya tua dan nilainya sangat baik,” katanya.

Selain itu, tahun ini untuk tingkat SMP juga ada kasek yang pensiun. Namun pihaknya sudah menyediakan 4 guru yang telah lulus dalam ujian calon kasek. “Jadi tidak bingung lagi,” ujar Maskur. (rpd/rud/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Banyaknya sekolah di Kota Probolinggo yang tak memiliki kepala sekolah (kasek) definitif dikeluhkan wali murid. Sebab, meski ada pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah, mereka tidak bisa mengambil kebijakan strategis. Karenanya, sejumlah wali murid mendesak sekolah tanpa kepala definitif itu segera diisi.

Dari informasi yang diperolah Jawa Pos Radar Bromo, sejauh ini di Kota Probolinggo ada 13 sekolah dasar (SD) yang tidak memiliki kepala definitif. Meski telah diisi Plt, kewenangan mereka terbatas dan tidak bisa mengambil kebijakan strategis. Sehingga, koordinasi dengan paguyuban wali murid kurang baik.

Seperti yang diungkapkan Ketua Paguyuban Wali Murid Kelas 6A SDN Tisnonegaran 1 Imam Suliono. Ia berharap tidak hanya di sekolah anaknya yang nantinya memiliki kasek definitif, melainkan di 13 sekolah yang kini masih diisi Plt.

“Karena diisi Plt, maka jika ada masukan ataupun lainnya, belum bisa terserap secara maksimal. Lantaran Plt tidak memiliki kewenangan penuh atas kebijakan yang ada. Karenanya, kami berharap 13 sekolah yang masih diisi Plt, termasuk sekolah anak saya, segera diisi kasek definitif,” ujarnya.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch. Maskur mengatakan, sudah ada 22 guru yang telah mengikuti pelatihan calon kasek dan dinyatakan lulus. Mereka terdiri atas 18 guru SD dan 4 guru SMP.

“Dari 22 guru yang melakukan pelatihan dan pembinaan sebagai kepala sekolah, seluruhnya lulus. Sejumlah 21 lulus dengan nilai sangat baik dan satu lulus dengan nilai baik,” ujarnya.

Seluruh guru yang telah mengikuti pelatihan itu, selama 3 bulan sudah siap ditempatkan di 13 SD yang masih diisi Plt. “Kami sudah ajukan ke wali kota. Namun kapan akan dilakukan penempatannya dan menempati mana saja, itu wewenang wali kota. Yang jelas dari 18 guru itu akan diambil 13 untuk mengisi SD yang masih Plt dari total 75 SD di kota. Dari 18 guru diperioritaskan yang usinya tua dan nilainya sangat baik,” katanya.

Selain itu, tahun ini untuk tingkat SMP juga ada kasek yang pensiun. Namun pihaknya sudah menyediakan 4 guru yang telah lulus dalam ujian calon kasek. “Jadi tidak bingung lagi,” ujar Maskur. (rpd/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/