alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Kakek Sebatang Kara Ditemukan Meninggal di Gubuk Tengah Ladang  

BANTARAN, Radar Bromo– Seorang kakek sebatang kara di Dusun Pengumbin, Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, bernama Bakar, 50, ditemukan meninggal dunia. Diperkirakan, korban meninggal sudah cukup lama. Karenanya, jenazahnya sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

Selama ini, korban tinggal seorang diri di sebuah gubuk di ladangnya. Lokasinya sekitar 300 meter dari permukiman warga. Karenanya, ketika korban meninggal, tidak cepat diketahui warga. Jenazah korban ditemukan Senin (10/1), sekitar pukul 13.00.

Saat itu, jenazah korban kali pertama ditemukan oleh salah seorang warga setempat, Nurur, 40. Jenazahnya ditemukan tergeletak di lantai rumahnya yang beralaskan tanah.

Kapolsek Bantaran AKP Jamhari mengatakan, selama ini korban hidup sebatang kara. Ia tinggal di sebuah gubuk. “Korban meninggal sudah beberapa hari lamanya. Sampai tubuh korban mengeluarkan bau tidak sedap,” ujarnya.

Kali pertama jenazah korban diketahui oleh Nurur. Saat itu, saksi hendak mencari rumput dan melewati gubuk korban. Saksi membau aroma tidak sedap dan berusaha mencari sumbernya.

Pencariannya sampai ke dalam gubuk. Di sanalah, saksi mendapati jenazah korban tengkurap di lantai. “Karena korban ditemukan meninggal, saksi melaporkan ke RT dan dilanjutkan ke kepala desa dan polsek. Kami langsung mendatangi lokasi kejadian,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan luar, kata Jamhari, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan terhadap korban. Berdasarkan data kesehatan korban yang terdata di pihak kesehatan, diketahui selama ini korban menderita penyakit kusta.

“Warga tidak menuntut pihak manapun. Menyadari bahwa kejadian ini adalah musibah,” ujarnya. (mas/rud)

 

BANTARAN, Radar Bromo– Seorang kakek sebatang kara di Dusun Pengumbin, Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, bernama Bakar, 50, ditemukan meninggal dunia. Diperkirakan, korban meninggal sudah cukup lama. Karenanya, jenazahnya sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

Selama ini, korban tinggal seorang diri di sebuah gubuk di ladangnya. Lokasinya sekitar 300 meter dari permukiman warga. Karenanya, ketika korban meninggal, tidak cepat diketahui warga. Jenazah korban ditemukan Senin (10/1), sekitar pukul 13.00.

Saat itu, jenazah korban kali pertama ditemukan oleh salah seorang warga setempat, Nurur, 40. Jenazahnya ditemukan tergeletak di lantai rumahnya yang beralaskan tanah.

Kapolsek Bantaran AKP Jamhari mengatakan, selama ini korban hidup sebatang kara. Ia tinggal di sebuah gubuk. “Korban meninggal sudah beberapa hari lamanya. Sampai tubuh korban mengeluarkan bau tidak sedap,” ujarnya.

Kali pertama jenazah korban diketahui oleh Nurur. Saat itu, saksi hendak mencari rumput dan melewati gubuk korban. Saksi membau aroma tidak sedap dan berusaha mencari sumbernya.

Pencariannya sampai ke dalam gubuk. Di sanalah, saksi mendapati jenazah korban tengkurap di lantai. “Karena korban ditemukan meninggal, saksi melaporkan ke RT dan dilanjutkan ke kepala desa dan polsek. Kami langsung mendatangi lokasi kejadian,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan luar, kata Jamhari, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan terhadap korban. Berdasarkan data kesehatan korban yang terdata di pihak kesehatan, diketahui selama ini korban menderita penyakit kusta.

“Warga tidak menuntut pihak manapun. Menyadari bahwa kejadian ini adalah musibah,” ujarnya. (mas/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/