alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Positif Covid, Dokter Anak Senior di Kota Probolinggo Meninggal

MAYANGAN, Radar Bromo – Satu lagi tenaga kesehatan (nakes) meninggal akibat terpapar Covid-19 di Kota Probolinggo. Minggu (10/1), dokter anak senior, dr Sarojo Hartosoerodjo, Sp.A, 81, meninggal akibat terpapar Covid-19.

Dokter Sarojo meninggal sekitar pukul 08.00 setelah sepekan dirawat di ruang isolasi RSUD dr Mohamad Saleh. Almarhum dilepas dan disalatkan sekitar pukul 11.00 di depan Kamar Mayat RSUD dr Mohamad Saleh. Jenazahnya lantas dimakamkan di TPU Kauman dengan penerapan protokol Covid-19.

Keluarga, rekan sejawat dokter, dan pengurus IDI Kota Probolinggo mengikuti pelepasan jenazah almarhum. Beberapa pejabat dan tokoh masyarakat juga hadir untuk melepas salah satu dokter senior di Kota Probolinggo ini. Ada Sekda Kota Probolinggo drg Ninik Ira Wibawati; Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (DKP2KB) dr Nurul Hasanah Hidayati; dan dr Aminudin, yang juga anggota DPRD Kota Probolinggo.

Dokter Ida –panggilan dr NH Hidayati- memiliki kesan khusus terhadap dokter yang dikenal sabar itu. “Saya biasa memanggil beliau (dr Sarojo) dengan sebutan Kung. Saat masih kecil dulu, periksanya ke beliau ini. Mungkin juga karena beliau sudah sepuh ya,” tuturnya.

Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Probolinggo dr Intan Sudarmadi, Sp.S. mengenal dr Sarojo sebagai dokter yang berdedikasi tinggi. Dia tidak segan melakukan visitasi malam hari di rumah sakit saat ada pasien yang membutuhkan.

“Tidak jarang malam-malam saat ada pasien anak yang butuh diperiksa, beliau langsung datang. Terakhir komunikasi dengan beliau sekitar satu bulan lalu. Saat itu beliau masih sehat,” ujarnya,

Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo dr Abraar HS Kuddah menjelaskan, almarhum masuk ke RSUD pada Selasa (5/1). “Saat datang ke RSUD, kondisi dr Sarojo sudah sakit dengan gejala Covid-19. Seperti batuk, pilek, dan demam tinggi. Terapi pengobatan telah dilakukan untuk menyembuhkan. Namun ternyata tidak membantu,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi dr Sarojo adalah geriatri atau masuk kategori lansia. “Covid-19 ini adalah penyakit seribu wajah. Tidak hanya pasien komorbit yang berisiko tinggi, namun juga geriatri. Dokter Sarojo ini karena geriatri,” terangnya. Meski demikian, menurut Abraar, keluarga dr Sarojo negatif Covid-19. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU