Anjal yang Tinggal di Bedak Pasar Gotong Royong Bakal Dipindah ke Rusunawa

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Keberadaan anak jalanan (anjal) yang tinggal di bedak Pasar Gotong Royong, jadi perhatian Pemkot Probolinggo. Jumat (10/1), Wali Kota Hadi Zainal Abidin memanggil dua anjal yang juga anak punk itu.

Mereka adalah Samsul, 24 dan Muh Riki Wardana Putra, 20, Keduanya warga Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Sebelum ngobrol dengan Wali Kota, kedua anjal diajak salat Jumat di masjid kompleks Pemkot Probolinggo.

Kepada wali kota, anjal itu mengaku sudak tak diterima keluarganya. Lantaran itu, mereka pun memilih tinggal di bedak Pasar Gotong Royong.

Pemkot pun berupaya mencarikan solusi tempat tinggal untuk para anjal itu. “Kami upayakan untuk bisa menempati rusunawa. Jika memang nantinya tidak bisa, maka akan kami carikan solusi lainnya,” beber Wali Kota Hadi.

MANFAATKAN BEDAK PASAR: Anjal yang tinggal di bedak Pasar Gotong Royong. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Zainullah, kepala Dinsos Kota Probolinggo. Menurutnya, idealnya pihak UPT pasar harusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengannya.

Sehingga, untuk anjal dan gepeng dilakukan penanganan yang tepat. Mengingat, jika sudah lama berada di lokasi Pasar Gotong Royong serta menganggap lokasi tersebut adalah tempat tinggalnya, maka akan sulit untuk dipindahkan.

Kendati demikian, stafnya sudah mendatangani dan melakukan penanganan. Jika memang nantinya bisa ditempatkan di rusunawa, maka akan ditempatkan di rusunawa. “Kita lihat perkembanganya ke depan,” tegas Zainullah.

Sementara itu, Samsul, salah satu anjal berharap bisa tinggal di rusunawa atau tempat yang lebih layak. Sebab, ia kini memiliki bayi yang baru berusia 5 hari. “Harapanya bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” ujar Samsul. (rpd/mie)