alexametrics
24.7 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Penyetaraan Kelas BPJS Kesehatan Tunggu Regulasi Lanjutan

KANIGARAN, Radar Bromo – BPJS Kesehatan akan menerapkan aturan kelas tunggal. Kebijakan baru ini rencananya akan diberlakukan secara bertahap mulai tahu depan.

Besaran iuran dan fasilitas perawatan peserta rencananya akan diseragamkan menjadi Kelas Rawat Inap Standart (Kris). Namun, sejauh ini masih berporses dan belum diterapkan untuk di Kota Probolinggo.

Kepala Unit BPJS Kesehatan Probolinggo Eny Supriatna mengatakan, nantinya sistem kelas 1, 2, dan 3 untuk peserta mandiri akan dihapus. Mereka akan tergabung hanya dalam satu kelas yang disebut kelas tunggal atau kelas standar jaminan kesehatan nasional (JKN).

Yang dimaksud kelas standar JKN adalah meniadakan pembagian kelas peserta mandiri yang selama ini berlaku. Tujuannya, agar setiap peserta BPJS Kesehatan, bisa menikmati layanan kesehatan yang sama dan tidak dibedakan berdasarkan kemampuan ekonomi peserta.

“Yang saya tangkap sementara ini, dengan adanya kelas tunggal tidak ada lagi kelas peserta di kelas 1, 2, dan 3. Hanya ada kelas JKN. Manfaat secara medis dan nonmedis akan sama semua. Tidak ada perbedaan antarpeserta,” jelasnya, Kamis (9/12).

KANIGARAN, Radar Bromo – BPJS Kesehatan akan menerapkan aturan kelas tunggal. Kebijakan baru ini rencananya akan diberlakukan secara bertahap mulai tahu depan.

Besaran iuran dan fasilitas perawatan peserta rencananya akan diseragamkan menjadi Kelas Rawat Inap Standart (Kris). Namun, sejauh ini masih berporses dan belum diterapkan untuk di Kota Probolinggo.

Kepala Unit BPJS Kesehatan Probolinggo Eny Supriatna mengatakan, nantinya sistem kelas 1, 2, dan 3 untuk peserta mandiri akan dihapus. Mereka akan tergabung hanya dalam satu kelas yang disebut kelas tunggal atau kelas standar jaminan kesehatan nasional (JKN).

Yang dimaksud kelas standar JKN adalah meniadakan pembagian kelas peserta mandiri yang selama ini berlaku. Tujuannya, agar setiap peserta BPJS Kesehatan, bisa menikmati layanan kesehatan yang sama dan tidak dibedakan berdasarkan kemampuan ekonomi peserta.

“Yang saya tangkap sementara ini, dengan adanya kelas tunggal tidak ada lagi kelas peserta di kelas 1, 2, dan 3. Hanya ada kelas JKN. Manfaat secara medis dan nonmedis akan sama semua. Tidak ada perbedaan antarpeserta,” jelasnya, Kamis (9/12).

MOST READ

BERITA TERBARU

/