alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Asuransi Nelayan Minim Peminat di Kota Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Asuransi nelayan di Kota Probolinggo, ternyata belum banyak diminati. Sejauh ini, baru lima nelayan yang mendaftar mengikuti asuransi secara mandiri. Itupun belum ditindaklanjuti oleh nelayan yang telah mendaftar.

“Ada lima nelayan yang sudah mengajukan untuk mendaftar asuransi nelayan secara mandiri. Namun, sampai sekarang pihak nelayan belum menindaklanjuti,” ujar Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengembangan Hasil Perikanan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Probolinggo, Triliya Yuliana, kemarin.

Menurutnya, tahun ini tidak ada asuransi nelayan subsidi dari Kementerian Perikanan dan Kelautan. Sebab, anggarannya terdampak refocusing untuk penanganan Covid-19.

Trilya mengatakan, asuransi nelayan mandiri maupun subsidi sebenarnya tidak jauh berbeda. Perbedaan hanyalah pembayaran premi, jika mandiri preminya dibayar penuh oleh nelayan.

“Premi mandiri itu ada yang Rp 75 ribu per tahun. Ada juga yang Rp 100 ribu per tahun. Kalau asuransi nelayan dari pemerintah yang membayar dari pemerintah berupa subsidi,” jelasnya.

Tahun kemarin, ada sekitar 365 nelayan di Kota Probolinggo, yang mendapatkan asuransi nelayan bersubsidi. Tahun ini mereka sudah tidak terkover asuransi. “Informasi yang kami terima tahun depan ada lagi asuransi nelayan (bersubsidi). Tapi kuotanya belum tahu berapa,” ujar Trilya. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Asuransi nelayan di Kota Probolinggo, ternyata belum banyak diminati. Sejauh ini, baru lima nelayan yang mendaftar mengikuti asuransi secara mandiri. Itupun belum ditindaklanjuti oleh nelayan yang telah mendaftar.

“Ada lima nelayan yang sudah mengajukan untuk mendaftar asuransi nelayan secara mandiri. Namun, sampai sekarang pihak nelayan belum menindaklanjuti,” ujar Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengembangan Hasil Perikanan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Probolinggo, Triliya Yuliana, kemarin.

Menurutnya, tahun ini tidak ada asuransi nelayan subsidi dari Kementerian Perikanan dan Kelautan. Sebab, anggarannya terdampak refocusing untuk penanganan Covid-19.

Trilya mengatakan, asuransi nelayan mandiri maupun subsidi sebenarnya tidak jauh berbeda. Perbedaan hanyalah pembayaran premi, jika mandiri preminya dibayar penuh oleh nelayan.

“Premi mandiri itu ada yang Rp 75 ribu per tahun. Ada juga yang Rp 100 ribu per tahun. Kalau asuransi nelayan dari pemerintah yang membayar dari pemerintah berupa subsidi,” jelasnya.

Tahun kemarin, ada sekitar 365 nelayan di Kota Probolinggo, yang mendapatkan asuransi nelayan bersubsidi. Tahun ini mereka sudah tidak terkover asuransi. “Informasi yang kami terima tahun depan ada lagi asuransi nelayan (bersubsidi). Tapi kuotanya belum tahu berapa,” ujar Trilya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/