Penganugerahan MBS Kota Probolinggo Jadi Media Evaluasi  

PEMBUKAAN: Kepala DISDIKBUD KOTA PROBOLINGGO Moch. Maskur membuka kegiatan Tahapan Penilaian Penganugerahan MBS bersama Koordinator Pengawas Misbach (jaket hitam) dan Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Disdikbud Ahmad Basori, Senin (9/10). (Disdikbud Kota Probolinggo For Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo kembali menggelar penganugerahan Managemen Berbasis Sekolah (MBS). Penganugerahan MBS kali ini berfokus pada mutu di masa pandemi Covid-19 untuk lembaga SD-SMP se-Kota Probolinggo.

“Penganugerahan MBS tahun ini akan berbeda jauh dengan MBS sebelumnya. Di tengah pandemi korona ini banyak perbedaan dalam sistem pengajaran. Salah satunya penerapan pembelajaran daring (dalam jaringan). Maka, dalam MBS ini juga ada penilaian bagaimana kreativitas guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran secara daring agar siswa tidak bosan,” ujar Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Moch. Maskur, kemarin (10/9).

Proses penyusunan instrumen penilaian MBS Award ini telah berjalan sejak 3 Juli 2020. Termasuk sosialisasi review MBS yang digelar pada 21 Juli 2020.  “Semua SD dan SMP, baik swasta dan negeri wajib mengumpulkan dokumen penilaian. Jika tidak mengumpulkan, akan ada punishment. Penganugerahan ini juga merupakan bagian dari evaluasi terhadap manajemen sekolah,” terangnya.

Maskur mengatakan, ada beberapa jenis dokumen yang akan diperiksa tim penilai. Di antaranya, Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS); kurikulum sekolah, silabus dan RPP, serta kegiatan pembelajaran sekolah.

Penyerahan dokumen penilaian telah dilakukan sekolah pada 3-4 September. Dalam dua hari ini ke depan (9-10 September 2020), dilakukan penilaian dokumen oleh tim penilai. Tim ini melibatkan pengawas sekolah, baik tingkat SD dan SMP.

“Dari semua sekolah yang mengikuti penilaian ini akan diambil 10 sekolah terbaik untuk tingkat SD dan 8 sekolah terbaik tingkat SMP. Akan ada kunjungan atau visitasi dari tim penilai,” ujar Maskur. (put/adv)