alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Sapi yang Dipotong di RPH Turun sejak Ada Wabah PMK

MAYANGAN, Radar Bromo – Wabah PMK ikut berdampak pada kondisi rumah pemotongan hewan (RPH) di Kota Probolinggo. Jumlah sapi yang dipotong di RPH selama bulan Juni, turun drastis. Penurunannya mencapai separo.

Kepala UPT RPH Kota Probolinggo, Mohammad Effendy mengungkapkan, selama lima bulan awal tahun ini, jumlah sapi yang dipotong di RPH selalu di atas 100 ekor. Namun, dampak PMK membuat sapi yang masuk RPH pada Juni hanya 60 ekor.

Ia merinci pada Januari, RPH memotong 119 ekor sapi, Februari ada 109 ekor sapi dipotong, Maret ada 124 ekor sapi, April ada 148 ekor sapi dan Mei ada 119 ekor sapi. Namun, Juni menyusut hingga dua kali lipat menjadi 60 ekor saja.

“Memang jumlahnya fluktuatif. Rata-rata selalu di atas angka 100 ekor. Tapi akibat PMK yang melanda pada Mei lalu, jumlah sapi yang dipotong saat Juni menurun drastis,” ungkapnya.

Kondisi ini tidak lepas dari penurunan permintaan daging sapi di pasar. Sebelum ada PMK, satu ekor sapi yang dipotong bisa habis dalam waktu satu hari. RPH selalu memotong sapi sedikitnya satu ekor per harinya.

Tapi, akibat PMK, RPH terkadang baru memotong sapi sekitar tiga atau empat hari sekali. Penjualan daging juga minim, satu ekor sapi yang dipotong baru habis tiga hari. Sehingga, banyak daging yang terpaksa didinginkan oleh pedagang.

“Sebaliknya permintaan pemotongan ayam di RPH malah naik. Juni lalu ada 13.241 ekor ayam dipotong, ini meningkat dari bulan sebelum sebelumnya. Misal April hanya 12.355 ekor dan Mei 11.872 ekor,” terang Effendy. (riz/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Wabah PMK ikut berdampak pada kondisi rumah pemotongan hewan (RPH) di Kota Probolinggo. Jumlah sapi yang dipotong di RPH selama bulan Juni, turun drastis. Penurunannya mencapai separo.

Kepala UPT RPH Kota Probolinggo, Mohammad Effendy mengungkapkan, selama lima bulan awal tahun ini, jumlah sapi yang dipotong di RPH selalu di atas 100 ekor. Namun, dampak PMK membuat sapi yang masuk RPH pada Juni hanya 60 ekor.

Ia merinci pada Januari, RPH memotong 119 ekor sapi, Februari ada 109 ekor sapi dipotong, Maret ada 124 ekor sapi, April ada 148 ekor sapi dan Mei ada 119 ekor sapi. Namun, Juni menyusut hingga dua kali lipat menjadi 60 ekor saja.

“Memang jumlahnya fluktuatif. Rata-rata selalu di atas angka 100 ekor. Tapi akibat PMK yang melanda pada Mei lalu, jumlah sapi yang dipotong saat Juni menurun drastis,” ungkapnya.

Kondisi ini tidak lepas dari penurunan permintaan daging sapi di pasar. Sebelum ada PMK, satu ekor sapi yang dipotong bisa habis dalam waktu satu hari. RPH selalu memotong sapi sedikitnya satu ekor per harinya.

Tapi, akibat PMK, RPH terkadang baru memotong sapi sekitar tiga atau empat hari sekali. Penjualan daging juga minim, satu ekor sapi yang dipotong baru habis tiga hari. Sehingga, banyak daging yang terpaksa didinginkan oleh pedagang.

“Sebaliknya permintaan pemotongan ayam di RPH malah naik. Juni lalu ada 13.241 ekor ayam dipotong, ini meningkat dari bulan sebelum sebelumnya. Misal April hanya 12.355 ekor dan Mei 11.872 ekor,” terang Effendy. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/