alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Siang Layani Pasien, Sore dr. Taufik Tutup Usia  

MAYANGAN, Radar Bromo– Berita duka menyelimuti dunia kesehatan di Kota Probolinggo. Kamis (9/6) sore, salah satu dokter senior, dr. Mohamad Taufik, Sp.PD., tutup usia. Padahal, siang, sekitar pukul 11.00, masih melayani pasien.

Kepergiannya membuat sejumlah koleganya berduka. Maklum, selama ini dokter yang terkenal agamis ini masih aktif dalam dunia kesehatan. Dia mengabdikan dirinya di sejumlah rumah sakit. Juga membuka praktik mandiri di Jalan Ahmad Yani, Kota Probolinggo.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmaji mengaku, mendapatkan kabar dr Taufik mengembuskan napas terakhirnya di IGD RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, sekitar pukul 16.00. Dengan meninggalnya dokter yang terkenal sabar itu, Intan mengatakan, IDI merasa kehilangan.

“Meninggalnya akibat penyakit apa, saya masih belum mendapatkan informasi lanjutan. Termasuk kapan dan di mana akan dimakamkan. Yang jelas, kami dari IDI sangat kehilangan dokter senior seperti Dokter Taufik,” ujarnya.

Menurutnya, dr Taufik terkenal dengan kesabarannya. Ia mendoakannya meninggal dalam keadaan husnulkhatimah. Serta semua amal baiknya diterima di sisi-Nya. Semoga pihak keluarga juga diberikan kesabaran,” ujarnya.

Informasinya, almarhum kemarin masih sempat melayani sejumlah pasien di tempat praktiknya di Jalan A Yani, Kota Probolinggo. Namun, warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, itu hanya buka praktik sampai pukul 11.00.

“Buka praktik dari pagi hingga siang, tapi hari ini (Kamis) dia melayani pasien terakhir pukul 11.00.  Biasanya sampai pukul 14.00. Beliau terkenal sebagai dokter agamis, bahkan ketika azan, semua pasiennya ditinggal untuk salat,” ujar salah satu perawat yang biasa mendampinginya di tempat praktiknya. (rpd/rud)

 

MAYANGAN, Radar Bromo– Berita duka menyelimuti dunia kesehatan di Kota Probolinggo. Kamis (9/6) sore, salah satu dokter senior, dr. Mohamad Taufik, Sp.PD., tutup usia. Padahal, siang, sekitar pukul 11.00, masih melayani pasien.

Kepergiannya membuat sejumlah koleganya berduka. Maklum, selama ini dokter yang terkenal agamis ini masih aktif dalam dunia kesehatan. Dia mengabdikan dirinya di sejumlah rumah sakit. Juga membuka praktik mandiri di Jalan Ahmad Yani, Kota Probolinggo.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmaji mengaku, mendapatkan kabar dr Taufik mengembuskan napas terakhirnya di IGD RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, sekitar pukul 16.00. Dengan meninggalnya dokter yang terkenal sabar itu, Intan mengatakan, IDI merasa kehilangan.

“Meninggalnya akibat penyakit apa, saya masih belum mendapatkan informasi lanjutan. Termasuk kapan dan di mana akan dimakamkan. Yang jelas, kami dari IDI sangat kehilangan dokter senior seperti Dokter Taufik,” ujarnya.

Menurutnya, dr Taufik terkenal dengan kesabarannya. Ia mendoakannya meninggal dalam keadaan husnulkhatimah. Serta semua amal baiknya diterima di sisi-Nya. Semoga pihak keluarga juga diberikan kesabaran,” ujarnya.

Informasinya, almarhum kemarin masih sempat melayani sejumlah pasien di tempat praktiknya di Jalan A Yani, Kota Probolinggo. Namun, warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, itu hanya buka praktik sampai pukul 11.00.

“Buka praktik dari pagi hingga siang, tapi hari ini (Kamis) dia melayani pasien terakhir pukul 11.00.  Biasanya sampai pukul 14.00. Beliau terkenal sebagai dokter agamis, bahkan ketika azan, semua pasiennya ditinggal untuk salat,” ujar salah satu perawat yang biasa mendampinginya di tempat praktiknya. (rpd/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/