alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Dishub Kaji Armada Bus Khusus Disabilitas

DRINGU, Radar Bromo – Sejauh ini, Pemkab Probolinggo, belum memiliki armada bus ramah disabilitas. Namun, pemkab mulai mengkajinya untuk memenuh kebutuhan mereka.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabuapten Probolinggo Tatok Krismarhento mengatakan, bulan lalu ada kunjungan dari Damri Cabang Malang. Perusahaan autobus pelat merah itu salah satunya menawarkan armada khusus kaum disablitas.

“Makanya nanti kami akan berkoordinasi dengan Badan Keuangan, termasuk Damri. Apakah nanti akan disubsidi atau bagaimana, nanti akan ada pembahasan lebih lanjut,” katanya.

Tatok menjelaskan, dalam waktu dekat, penghitungan personal disablitas dan anggaran akan digodok dinas terkait. Selain harus berkoordonasi dengan Badan Keuangan Daerah, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kaum disablitas di Kabupaten Probolinggo. “Berapa orang yang bekerja ke Kraksaan, di mana saja, nanti titik kumpulnya di manaa, itu juga akan dikaji,” ujarnya.

Koordinator Komunitas Disabilitas Kabupaten Probolinggo Rizky mengaku, berharap ada bus khusus kaum disabilitas. Sebab, ketika menumpang bus umum, rawan terjadi kecelakaan.

Lelaki yang bekerja di Kraksaan, ini mengaku sudah lima kali kali jatuh ketika akan naik ataupun turun bus. Kondisi itu terjadi karena bus yang ditumpangi bukan khusus disabilitas.

“Sering kejadian saat turun, kaki satu baru turun, busnya sudah jalan. Begitu juga sebaliknya. Saat naik bus, baru kaki satu naik, bus sudah keburu berangkat. Mudah-mudahan ada kendaraan yang layak dan ramah terhadap kaum disabilitas seperti kami,” ujarnya. (mas/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Sejauh ini, Pemkab Probolinggo, belum memiliki armada bus ramah disabilitas. Namun, pemkab mulai mengkajinya untuk memenuh kebutuhan mereka.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabuapten Probolinggo Tatok Krismarhento mengatakan, bulan lalu ada kunjungan dari Damri Cabang Malang. Perusahaan autobus pelat merah itu salah satunya menawarkan armada khusus kaum disablitas.

“Makanya nanti kami akan berkoordinasi dengan Badan Keuangan, termasuk Damri. Apakah nanti akan disubsidi atau bagaimana, nanti akan ada pembahasan lebih lanjut,” katanya.

Tatok menjelaskan, dalam waktu dekat, penghitungan personal disablitas dan anggaran akan digodok dinas terkait. Selain harus berkoordonasi dengan Badan Keuangan Daerah, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kaum disablitas di Kabupaten Probolinggo. “Berapa orang yang bekerja ke Kraksaan, di mana saja, nanti titik kumpulnya di manaa, itu juga akan dikaji,” ujarnya.

Koordinator Komunitas Disabilitas Kabupaten Probolinggo Rizky mengaku, berharap ada bus khusus kaum disabilitas. Sebab, ketika menumpang bus umum, rawan terjadi kecelakaan.

Lelaki yang bekerja di Kraksaan, ini mengaku sudah lima kali kali jatuh ketika akan naik ataupun turun bus. Kondisi itu terjadi karena bus yang ditumpangi bukan khusus disabilitas.

“Sering kejadian saat turun, kaki satu baru turun, busnya sudah jalan. Begitu juga sebaliknya. Saat naik bus, baru kaki satu naik, bus sudah keburu berangkat. Mudah-mudahan ada kendaraan yang layak dan ramah terhadap kaum disabilitas seperti kami,” ujarnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/