alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Ada Diskon PPnBM, Permintaan Mobil di Probolinggo Naik 30 Persen

MAYANGAN, Radar BromoKebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1500 cc berdampak positif terhadap permintaan mobil. Permintaan atas kendaraan yang masuk kategori diskon PPnBM ini meningkat di Kota Probolinggo.

“Permintaan konsumen memang meningkat sejak pemberlakuan kebijakan itu. Namun, sampai berapa persen kenaikannya, supervisor yang lebih tahu,” ujar Vina, sales penjualan Diler Mitsubishi, Kamis (8/4).

Hal senada diungkapkan Bari, marketing diler Daihatsu. Menurutnya, ada permintaan yang signifikan untuk mobil dibandingkan sebelum ada kebijakan diskon.

“Ada kenaikan 20-30 persen untuk permintaan kendaraan. Ini angka permintaan bukan penjualan. Kalau penjualan dihitung per faktur saat barang datang,” ujarnya.

Meskipun permintaan naik, namun stok barang terbatas. Konsumen harus inden paling tidak 1 sampai 1,5 bulan.

Namun, ditegaskan Bari, tidak semua jenis kendaraan Daihatsu mendapat potongan PPnBM ini. Yang dapat potongan PPnBM hanya Xenia, Terios, Gran Max minibus, dan Luxio minibus. Sedangkan Gran Max pikap, tidak dapat potongan.

Dilanjutkan Bari, pandemi yang terjadi memang sangat memukul penjualan mobil. Dalam kondisi normal sebelum pandemi, pihaknya bisa menjual 35-40 unit mobil sebulan. Namun, pada awal pandemi dalam sebulan pernah hanya terjual 8 unit mobil.

“Pada awal tahun 2021 ini penjualan sudah lumayan. Bisa sampai 28 unit per bulan,” tambahnya.

Kasie Statistik Distribusi di BPS Kota Probolinggo Moch Machsus mengungkapkan, kebijakan pemotongan PPnBM berlaku hanya untuk mobil tertentu. Pemotongan ini jelas akan berdampak pada harga jual mobil.

“Pada bulan Maret ini, harga mobil menyumbang deflasi tertinggi 0,0998 persen, karena kebijakan pemangkasan PPnBM. Sebaliknya, sepeda motor penyumbang inflasi terbesar kedua mencapai 0,0939 persen, karena sepeda motor harganya naik dan tidak terkena kebijakan ini,” ujarnya.

Menurut Machsus, kebijakan memangkas harga mobil ini dilakukan untuk meningkatkan penjualan mobil. Sebab, penjualan mobil jadi lesu saat pandemi. (put/hn)

MAYANGAN, Radar BromoKebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1500 cc berdampak positif terhadap permintaan mobil. Permintaan atas kendaraan yang masuk kategori diskon PPnBM ini meningkat di Kota Probolinggo.

“Permintaan konsumen memang meningkat sejak pemberlakuan kebijakan itu. Namun, sampai berapa persen kenaikannya, supervisor yang lebih tahu,” ujar Vina, sales penjualan Diler Mitsubishi, Kamis (8/4).

Hal senada diungkapkan Bari, marketing diler Daihatsu. Menurutnya, ada permintaan yang signifikan untuk mobil dibandingkan sebelum ada kebijakan diskon.

“Ada kenaikan 20-30 persen untuk permintaan kendaraan. Ini angka permintaan bukan penjualan. Kalau penjualan dihitung per faktur saat barang datang,” ujarnya.

Meskipun permintaan naik, namun stok barang terbatas. Konsumen harus inden paling tidak 1 sampai 1,5 bulan.

Namun, ditegaskan Bari, tidak semua jenis kendaraan Daihatsu mendapat potongan PPnBM ini. Yang dapat potongan PPnBM hanya Xenia, Terios, Gran Max minibus, dan Luxio minibus. Sedangkan Gran Max pikap, tidak dapat potongan.

Dilanjutkan Bari, pandemi yang terjadi memang sangat memukul penjualan mobil. Dalam kondisi normal sebelum pandemi, pihaknya bisa menjual 35-40 unit mobil sebulan. Namun, pada awal pandemi dalam sebulan pernah hanya terjual 8 unit mobil.

“Pada awal tahun 2021 ini penjualan sudah lumayan. Bisa sampai 28 unit per bulan,” tambahnya.

Kasie Statistik Distribusi di BPS Kota Probolinggo Moch Machsus mengungkapkan, kebijakan pemotongan PPnBM berlaku hanya untuk mobil tertentu. Pemotongan ini jelas akan berdampak pada harga jual mobil.

“Pada bulan Maret ini, harga mobil menyumbang deflasi tertinggi 0,0998 persen, karena kebijakan pemangkasan PPnBM. Sebaliknya, sepeda motor penyumbang inflasi terbesar kedua mencapai 0,0939 persen, karena sepeda motor harganya naik dan tidak terkena kebijakan ini,” ujarnya.

Menurut Machsus, kebijakan memangkas harga mobil ini dilakukan untuk meningkatkan penjualan mobil. Sebab, penjualan mobil jadi lesu saat pandemi. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/