alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Ada Diskon PPnBM, Harga Mobil Bekas Turun

MAYANGAN, Radar Bromo – Diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1500 cc sebesar 100–25 persen ikut berdampak pada harga mobil bekas. Saat ini, penjualan mobil bekas menurun.

“PPnBM sebenarnya hanya berlaku untuk mobil baru. Tapi, pengaruhnya terasa sekali pada mobil bekas. Apalagi dengan pengurangan PPnBM membuat harga mobil baru jadi murah,” ujar Rahmadi, 40, salah satu pedagang mobil bekas di Kota Probolinggo.

Menurutnya, banyak konsumen yang berencana membeli mobil bekas akhirnya beralih membeli mobil baru. Sehingga, pedagang mobil bekas seperti dirinya juga melakukan penyesuaian harga.

“Kami menurunkan atau menyesuaikan harga. Memang tidak besar, hanya 5 sampai 10 persen turunnya. Karena kebijakan ini tidak lama. Setahu saya PPnBM nol persen cuma dari Maret sampai Mei. Setelah itu kan berkurang terus,” ujarnya.

Karena itu, bapak tiga anak ini tetap optimistis penjualan mobil bekas akan bagus. Sebab, tidak semua orang ingin membeli mobil baru.

“Nilai mobil itu kan cenderung turun. Jadi, orang banyak memilih mobil bekas karena harganya murah dan bisa bayar cash. Kalau bayar kredit untuk mobil, cenderung rugi. Sebab, nilai mobil cenderung turun. Memang ada sih penjual mobil bekas yang menyediakan fasilitas kredit, tapi lebih sering sistem cash,” terangnya. (put/hn)

MAYANGAN, Radar Bromo – Diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1500 cc sebesar 100–25 persen ikut berdampak pada harga mobil bekas. Saat ini, penjualan mobil bekas menurun.

“PPnBM sebenarnya hanya berlaku untuk mobil baru. Tapi, pengaruhnya terasa sekali pada mobil bekas. Apalagi dengan pengurangan PPnBM membuat harga mobil baru jadi murah,” ujar Rahmadi, 40, salah satu pedagang mobil bekas di Kota Probolinggo.

Menurutnya, banyak konsumen yang berencana membeli mobil bekas akhirnya beralih membeli mobil baru. Sehingga, pedagang mobil bekas seperti dirinya juga melakukan penyesuaian harga.

“Kami menurunkan atau menyesuaikan harga. Memang tidak besar, hanya 5 sampai 10 persen turunnya. Karena kebijakan ini tidak lama. Setahu saya PPnBM nol persen cuma dari Maret sampai Mei. Setelah itu kan berkurang terus,” ujarnya.

Karena itu, bapak tiga anak ini tetap optimistis penjualan mobil bekas akan bagus. Sebab, tidak semua orang ingin membeli mobil baru.

“Nilai mobil itu kan cenderung turun. Jadi, orang banyak memilih mobil bekas karena harganya murah dan bisa bayar cash. Kalau bayar kredit untuk mobil, cenderung rugi. Sebab, nilai mobil cenderung turun. Memang ada sih penjual mobil bekas yang menyediakan fasilitas kredit, tapi lebih sering sistem cash,” terangnya. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/