alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Terpapar Covid, Pelajar di Probolinggo Curhat Di-Bully

MAYANGAN, Radar Bromo – Sudah jatuh, tertimpa tangga. Sudah terpapar Covid, sejumlah pelajar di Kota Probolinggo mengaku masih harus menanggung beban moral. Bukannya mendapat support, mereka malah di-bully teman sendiri.

Hal itu terungkap saat Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin berkunjung ke isolasi terpusat (isoter) rumah karantina di Rusunawa, Mayangan, Rabu (9/2). Saat itu, sejumlah pelajar sempat menyampaikan keluhan mereka. Salah satunya, di-bully teman-temannya.

Wali Kota pun mendengarkan keluhan yang dirasakan para penghuni rusunawa, terutama anak-anak pelajar SMP dan SMA.

“Tentunya kehadiran kami ingin menguatkan adek-adek (pelajar) yang ada di sini. Supaya mereka tidak merasa dikucilkan. Harus tetap semangat dan sabar dalam menghadapi ujian terpaparnya virus Covid-19. Sekaligus saya mengantarkan sedikit tambahan makanan, yang bisa dinikmati bersama,” kata Wali Kota Habib Hadi menjelaskan maksud kedatangannya.

Habib Hadi mengakui mendapatkan keluhan dari pelajar yang mengaku mendapat bully-an dari teman sebayanya. Kondisi itu pun menjadi perhatian serius. Supaya, para pelajar yang menjalani isolasi melaporkan teman-temannya yang mem-bully. “Iya (mereka mengaku mendapat) bully-an. Tentunya ini tidak boleh dan harus kita (berikan) edukasi supaya sadar dan paham,” katanya.

Wali Kota menambahkan, masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena wabah pandemi Covid-19 belum terakhir. Beberapa hari terakhir ada tambahan kasus Covid-19 di Kota Probolinggo. Nah, pihaknya ingin penyebaran Covid-19 itu terus dapat ditekan dan dikendalikan dengan cara semua masyarakat patuh terapkan prokes.

“Jangan sampai kita lengah dan kasus aktif semakin melonjak naik dan berdampak pada sektor ekonomi dan pembatasan-pembatasan. Sebelum itu terjadi, ayo kita bersama-sama kendalikan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

MAYANGAN, Radar Bromo – Sudah jatuh, tertimpa tangga. Sudah terpapar Covid, sejumlah pelajar di Kota Probolinggo mengaku masih harus menanggung beban moral. Bukannya mendapat support, mereka malah di-bully teman sendiri.

Hal itu terungkap saat Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin berkunjung ke isolasi terpusat (isoter) rumah karantina di Rusunawa, Mayangan, Rabu (9/2). Saat itu, sejumlah pelajar sempat menyampaikan keluhan mereka. Salah satunya, di-bully teman-temannya.

Wali Kota pun mendengarkan keluhan yang dirasakan para penghuni rusunawa, terutama anak-anak pelajar SMP dan SMA.

“Tentunya kehadiran kami ingin menguatkan adek-adek (pelajar) yang ada di sini. Supaya mereka tidak merasa dikucilkan. Harus tetap semangat dan sabar dalam menghadapi ujian terpaparnya virus Covid-19. Sekaligus saya mengantarkan sedikit tambahan makanan, yang bisa dinikmati bersama,” kata Wali Kota Habib Hadi menjelaskan maksud kedatangannya.

Habib Hadi mengakui mendapatkan keluhan dari pelajar yang mengaku mendapat bully-an dari teman sebayanya. Kondisi itu pun menjadi perhatian serius. Supaya, para pelajar yang menjalani isolasi melaporkan teman-temannya yang mem-bully. “Iya (mereka mengaku mendapat) bully-an. Tentunya ini tidak boleh dan harus kita (berikan) edukasi supaya sadar dan paham,” katanya.

Wali Kota menambahkan, masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena wabah pandemi Covid-19 belum terakhir. Beberapa hari terakhir ada tambahan kasus Covid-19 di Kota Probolinggo. Nah, pihaknya ingin penyebaran Covid-19 itu terus dapat ditekan dan dikendalikan dengan cara semua masyarakat patuh terapkan prokes.

“Jangan sampai kita lengah dan kasus aktif semakin melonjak naik dan berdampak pada sektor ekonomi dan pembatasan-pembatasan. Sebelum itu terjadi, ayo kita bersama-sama kendalikan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/