alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Pemuda di Bantaran Ini Rusak Rumah dan Mobilnya saat Mengamuk

BANTARAN, Radar Bromo – Ketenangan Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran dibuat gaduh oleh kelakuan Sholehudin, 22. Pemuda asal Dusun Krajan desa setempat tersebut, mengamuk lantaran gangguan jiwa yang dialami kambuh, Selasa (9/2) pagi. Akibatnya bagian depan rumah rusak dan mobil sampai rusak.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo peristiwa itu terjadi pukul 08.00. Saat itu Sholehudin menginginkan sesuatu, namun tidak dapat dipenuhi oleh keluarganya.

Akhirnya dirinya merasa emosi dan meledak-ledak kemudian meluapkannya dengan merusak bagian depan rumah. Kaca bagian depan rumah hancur tak tersisa. Hingga menyisakan serpihan kaca yang berserakan di lantai.

“Memang punya riwayat gangguan jiwa. Kalau ingin sesuatu tetapi tidak dapat dipenuhi, kerap mengamuk. Waktu kejadian, keluarga tidak mengetahui apa yang diinginkan Sholehudin,” ujar Sekretaris Desa Kramat Agung, Juma’in.

Sholehudin yang murka kemudian keluar rumah dan memukul atap mobil sedan miliknya yang diparkir depan rumah. Akibatnya, bagian atas mobil ringsek dan kaca pecah. Tidak berhenti di situ, Dia kemudian mengemudikan mobilnya ke arah selatan rumahnya. Melewati jalan raya Desa Patokan hingga menepi dan berhenti sendiri.

BERDARAH: Sholehudin saat dibawa ke Puskesmas Bantaran lantaran tangannya terluka. (Foto: Polsek Bantaran for Jawa Pos Radar Bromo)

“Setelah memecahkan kaca rumah dia mengendarai mobil sejauh 2 kilometer arah selatan rumah, dia berhenti. Mungkin karena kehabisan darah akibat tangannya terluka,” katanya.

Juma’in menceritakan bahwa Sholehudin mengalami gangguan jiwa sejak 3,5 tahun lalu. Pernah kambuh dan menaiki menara sutet yang berada di wilayah Kecamatan Bantaran. Namun aksinya bisa dibujuk oleh keluarga dan hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Tetapi gangguan jiwa itu kembali muncul sebab Sholehudin sedang memiliki masalah yang mengguncang rumah tangganya. Sehingga mentalnya kembali goyah dan mudah mengamuk.

“Info dari keluarga kembali mengamuk karena ada problem dengan istrinya. Sehingga mudah tersulut dan kondisinya tidak stabil,” tutur Juma’in.

Sementara itu Kapolsek Bantaran AKP Jamhari membenarkan jika Sholehudin pernah dirawat karena gangguan jiwa. Tetapi kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang. Saat kejadian polisi dibantu warga mengendalikan pelaku dan membawanya ke Puskesmas setempat untuk merawat lukanya.

Atas perbuatan tersebut, yang dapat membahayakan keluarga dan warga sekitar, pihak kepolisian menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kejiwaannya kembali. “Dia mengamuk merusak barang miliknya sendiri. Sejauh ini kondisinya sudah lebih baik dan bisa diajak komunikasi. Tapi kami imbau agar keluarga memeriksakan kejiwaannya lagi agar kejadian ini tidak terulang,” beber kapolsek. (ar/fun)

BANTARAN, Radar Bromo – Ketenangan Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran dibuat gaduh oleh kelakuan Sholehudin, 22. Pemuda asal Dusun Krajan desa setempat tersebut, mengamuk lantaran gangguan jiwa yang dialami kambuh, Selasa (9/2) pagi. Akibatnya bagian depan rumah rusak dan mobil sampai rusak.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo peristiwa itu terjadi pukul 08.00. Saat itu Sholehudin menginginkan sesuatu, namun tidak dapat dipenuhi oleh keluarganya.

Akhirnya dirinya merasa emosi dan meledak-ledak kemudian meluapkannya dengan merusak bagian depan rumah. Kaca bagian depan rumah hancur tak tersisa. Hingga menyisakan serpihan kaca yang berserakan di lantai.

“Memang punya riwayat gangguan jiwa. Kalau ingin sesuatu tetapi tidak dapat dipenuhi, kerap mengamuk. Waktu kejadian, keluarga tidak mengetahui apa yang diinginkan Sholehudin,” ujar Sekretaris Desa Kramat Agung, Juma’in.

Sholehudin yang murka kemudian keluar rumah dan memukul atap mobil sedan miliknya yang diparkir depan rumah. Akibatnya, bagian atas mobil ringsek dan kaca pecah. Tidak berhenti di situ, Dia kemudian mengemudikan mobilnya ke arah selatan rumahnya. Melewati jalan raya Desa Patokan hingga menepi dan berhenti sendiri.

BERDARAH: Sholehudin saat dibawa ke Puskesmas Bantaran lantaran tangannya terluka. (Foto: Polsek Bantaran for Jawa Pos Radar Bromo)

“Setelah memecahkan kaca rumah dia mengendarai mobil sejauh 2 kilometer arah selatan rumah, dia berhenti. Mungkin karena kehabisan darah akibat tangannya terluka,” katanya.

Juma’in menceritakan bahwa Sholehudin mengalami gangguan jiwa sejak 3,5 tahun lalu. Pernah kambuh dan menaiki menara sutet yang berada di wilayah Kecamatan Bantaran. Namun aksinya bisa dibujuk oleh keluarga dan hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Tetapi gangguan jiwa itu kembali muncul sebab Sholehudin sedang memiliki masalah yang mengguncang rumah tangganya. Sehingga mentalnya kembali goyah dan mudah mengamuk.

“Info dari keluarga kembali mengamuk karena ada problem dengan istrinya. Sehingga mudah tersulut dan kondisinya tidak stabil,” tutur Juma’in.

Sementara itu Kapolsek Bantaran AKP Jamhari membenarkan jika Sholehudin pernah dirawat karena gangguan jiwa. Tetapi kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang. Saat kejadian polisi dibantu warga mengendalikan pelaku dan membawanya ke Puskesmas setempat untuk merawat lukanya.

Atas perbuatan tersebut, yang dapat membahayakan keluarga dan warga sekitar, pihak kepolisian menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kejiwaannya kembali. “Dia mengamuk merusak barang miliknya sendiri. Sejauh ini kondisinya sudah lebih baik dan bisa diajak komunikasi. Tapi kami imbau agar keluarga memeriksakan kejiwaannya lagi agar kejadian ini tidak terulang,” beber kapolsek. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/