Selama Car Free Month, Tarif Kuda Bromo Rp 250 Ribu

SUKAPURA, Radar Bromo – Penutupan Kaldera Tengger Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari kendaraan bermotor akan berlangsung mulai 24 Januari-24 Februari. Namun, aktivitas wisata tetap berjalan. Selama car free month pada saat Wulan Kepitu itu, wisatawan hanya bisa mengunakan kuda, jalan kaki, atau sepeda onthel ketika hendak memasuki kawasan Gunung Bromo.

Karenanya, Paguyuban Kuda Sewa Bromo melakukan rapat koordinasi (rakor) untuk menentukan dan menyepakati tarif kuda selama car free month. Hasilnya, ditetapkan tarif kuda mulai Cemoro Lawang (hotel) sampai ke tangga kawah Bromo, Rp 250 ribu. Tarif ini sama jika wisatawan hendak menggunakan jasa kuda dari Cemoro Lawang ke pasir berbisik. Tarifnya Rp 250 ribu untuk pulang-pergi.

Koordinator Paguyuban Kuda Sewa Bromo Sujarwo mengatakan, tarif jasa kuda selama car free month telah disepakati bersama. Namun, hanya menetapkan tarif kuda ke dua lokasi. Yakni, dari hotel-hotel di Cemoro Lawang ke kawah Bromo dan dari Cemoro Lawang menuju Pasir Berbisik. “Itu (Ro 250 ribu) sudah pulang pergi. Wisatawan akan ditunggu sampai kembali ke hotel atau Cemoro Lawang,” katanya.

Ia mengatakan, penetapan tarif hanya pada dua lokasi. Seandainya wisatawan hendak ke tempat lain, seperti savana ataupun pura, bisa langsung negosiasi dengan pemandunya. “Jika ada tujuan tempat lain, kondisional. Bisa dibicarakan langsung pada pemandu kudanya,” ujarnya.

Diketahui, guna menghormati adat istiadat masyarakat Tengger, direncanakan sebulan bebas kendaraan bermotor (car free month) di Bromo. Kebijakan TNBTS ini juga untuk mendukung upaya konservasi kawasan dengan memberi kesempatan alam, khususnya kawasan laut pasir untuk recovery.

Direncanakan, car free month ini akan digelar pada Wulan Kepitu (sesuai kalender masyarakat Tengger). Sesuai kesepakatan rakor pelaku jasa wisata pada Mei 2019, kegiatan ini akan digelar pada 24 Januari sampai 24 Februari 2020. (mas/rud)