alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Kasus DBD di Kota Probolinggo Naik Lipat Dua

MAYANGAN, Radar Bromo – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Probolinggo perlu terus diwaspadai. Tahun ini jumlah kasusnya lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Sampai Oktober 2021, tercatat telah mencapai 135 pasien.

Jumlah kasus tahun ini naik hampir lipat dua dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang 2020 tercatat ada 75 pasien. Bahkan, pada 2019 hanya ada 20 pasien. Syukur, sejak tiga tahun terakhir tidak ada pasien yang sampai meninggal dunia.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo dr. Lusi Tri Wahyuli mengatakan, jumlah kasus DBD hingga Desember masih bisa bertambah. “Dari data yang ada per Oktober lalu, ada 135 penderita,” ujarnya, Rabu (8/12).

Dari data Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, sejak 2013-2021 tercatat ada 1.552 pasien. Dari jumlah itu, 24 pasien meninggal dunia.

Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah DBD. Namun, yang terpenting adalah meningkatkan kesadaran warga untuk membiasakan hidup sehat.

Sebab, penyemprotan atau fogging tidak disarankan, karena ada sejumlah dampak negatifnya. Termasuk membuat nyamuk lama-lama semakin kebal. “Yang terpenting kembali kepada tingkat kesadaran manusianya,” ujar Lusi.

Selain itu, dokter yang pernah menjadi kepala Puskesmas Kanigaran ini menerangkan, DBD yang menimbulkan dengue shock syndrome dapat dicegah dengan pemberian vaksin dengue. Vaksin ini diberikan kepada anak berusia 9-16 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan.

MAYANGAN, Radar Bromo – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Probolinggo perlu terus diwaspadai. Tahun ini jumlah kasusnya lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Sampai Oktober 2021, tercatat telah mencapai 135 pasien.

Jumlah kasus tahun ini naik hampir lipat dua dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang 2020 tercatat ada 75 pasien. Bahkan, pada 2019 hanya ada 20 pasien. Syukur, sejak tiga tahun terakhir tidak ada pasien yang sampai meninggal dunia.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo dr. Lusi Tri Wahyuli mengatakan, jumlah kasus DBD hingga Desember masih bisa bertambah. “Dari data yang ada per Oktober lalu, ada 135 penderita,” ujarnya, Rabu (8/12).

Dari data Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, sejak 2013-2021 tercatat ada 1.552 pasien. Dari jumlah itu, 24 pasien meninggal dunia.

Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah DBD. Namun, yang terpenting adalah meningkatkan kesadaran warga untuk membiasakan hidup sehat.

Sebab, penyemprotan atau fogging tidak disarankan, karena ada sejumlah dampak negatifnya. Termasuk membuat nyamuk lama-lama semakin kebal. “Yang terpenting kembali kepada tingkat kesadaran manusianya,” ujar Lusi.

Selain itu, dokter yang pernah menjadi kepala Puskesmas Kanigaran ini menerangkan, DBD yang menimbulkan dengue shock syndrome dapat dicegah dengan pemberian vaksin dengue. Vaksin ini diberikan kepada anak berusia 9-16 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/