alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Hari Antikorupsi, Ini Tipikor Ditangani Kejari Kota-Kab Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) diungkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo. Selama tahun ini, empat terpidana berhasil dieksekusi dan menyelamatkan kerugian negara Rp 840 juta lebih.

Uang negara yang berhasil diselamatkan itu berasal dari uang pengganti total Rp 793.606.048,38 dan denda Rp 50.000.000. Uang pengganti yang berhasil diselamatkan di antaranya dari terpidana Suhadak sekitar Rp 775 juta.

Kasi Intel Kejari Kota Probolinggo Thesar Yudi Prasetya menjelaskan, dalam setahun ini pihaknya terus berupaya menindak dugaan praktik tipikor. Selain juga memberikan pendampingan pencegahan adanya tipikor. Dan saat ini, setidaknya ada sejumlah perkara dugaan tipikor yang tengah proses penyelidikan, penyidikan, dan tuntutan.

”Data perkara korupsi di Kejari Kota Probolinggo tahun 2021 ada tiga perkara proses penyelidikan. Kemudian tiga perkara penyidikan. Lalu, ada perkara yang sudah penuntutan. Saat ini masih tahap banding dengan terdakwa Muhammad Arif Billah dan Didik Djoko Winarno,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Selain proses penyelidikan dan penyidikan, dikatakan Kasi Intel, dalam setahun ini pihaknya sudah mengeksekusi empat terpidana tipikor. Dari empat terpidana itu, pihaknya berhasil menyelamatkan uang negara dari pengembalian uang pengganti sebesar Rp 793.606.048,38 dan denda Rp 50.000.000.

”Keempat terpidana sudah kami eksekusi. Dua terdakwa masih proses hukum, mengajukan banding. Yakni, terdakwa Arif Billah dan Didik,” terangnya.

 

Kejari Kabupaten Probolinggo

Sementara itu, Kejari Kabupaten Probolinggo juga berhasil mengungkap beberapa perkara korupsi selama 11 bulan. Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo Cok Gede Putra Gautama mengatakan, sampai akhir November, pihaknya telah mengeksekusi empat perkara korupsi di wilayah kerjanya.

KANIGARAN, Radar Bromo – Sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) diungkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo. Selama tahun ini, empat terpidana berhasil dieksekusi dan menyelamatkan kerugian negara Rp 840 juta lebih.

Uang negara yang berhasil diselamatkan itu berasal dari uang pengganti total Rp 793.606.048,38 dan denda Rp 50.000.000. Uang pengganti yang berhasil diselamatkan di antaranya dari terpidana Suhadak sekitar Rp 775 juta.

Kasi Intel Kejari Kota Probolinggo Thesar Yudi Prasetya menjelaskan, dalam setahun ini pihaknya terus berupaya menindak dugaan praktik tipikor. Selain juga memberikan pendampingan pencegahan adanya tipikor. Dan saat ini, setidaknya ada sejumlah perkara dugaan tipikor yang tengah proses penyelidikan, penyidikan, dan tuntutan.

”Data perkara korupsi di Kejari Kota Probolinggo tahun 2021 ada tiga perkara proses penyelidikan. Kemudian tiga perkara penyidikan. Lalu, ada perkara yang sudah penuntutan. Saat ini masih tahap banding dengan terdakwa Muhammad Arif Billah dan Didik Djoko Winarno,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Selain proses penyelidikan dan penyidikan, dikatakan Kasi Intel, dalam setahun ini pihaknya sudah mengeksekusi empat terpidana tipikor. Dari empat terpidana itu, pihaknya berhasil menyelamatkan uang negara dari pengembalian uang pengganti sebesar Rp 793.606.048,38 dan denda Rp 50.000.000.

”Keempat terpidana sudah kami eksekusi. Dua terdakwa masih proses hukum, mengajukan banding. Yakni, terdakwa Arif Billah dan Didik,” terangnya.

 

Kejari Kabupaten Probolinggo

Sementara itu, Kejari Kabupaten Probolinggo juga berhasil mengungkap beberapa perkara korupsi selama 11 bulan. Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo Cok Gede Putra Gautama mengatakan, sampai akhir November, pihaknya telah mengeksekusi empat perkara korupsi di wilayah kerjanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/