Tren Pasien Positif Korona di Kota Probolinggo Bertambah

MAYANGAN, Radar Bromo – Tren kasus positif Covid-19 di Kota Probolinggo dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pertambahan. Hal ini terlihat dari grafis yang disampaikan oleh DP2KB Kota Probolinggo tentang jumlah pasien positif Covid-19.

Per 8 September, dari 29 kelurahan yang masuk zona hijau berjumlah 10 kelurahan. Sedangkan 19 kelurahan lainnya masuk dalam zona merah. Sedangkan data terakhir, pasien positif Covid-19, mencapai 357 orang. Dengan rincian 57 orang dirawat, 284 orang sembuh, dan 16 orang meninggal dunia.

“Meningkatnya jumlah pasien positif ini bisa disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya adalah meningkatnya warga yang ikut tes swab,” ujar dr NH Hidayati, kepala DP2KB Kota Probolinggo kemarin (8/9).

Dokter Ida –panggilannya- mengungkapkan, penambahan data positif ini tidak hanya yang berasal dari pemeriksaan di Kota Probolinggo. Namun, juga bisa datang dari Provinsi Jawa Timur.

“Misalnya di Surabaya ada warga ber-KTP Kota Probolinggo di tes swab dan positif, maka pasien tersebut masuk dalam data Kota Probolinggo,” tuturnya.

Hal ini, menurut Ida, berlaku juga saat terjadi di Kota Probolinggo. “Misalnya ada warga Kabupaten Probolinggo dites swab di Kota Probolinggo dan positif, maka pasien tersebut masuk dalam data Kabupaten Probolinggo. Yang mengolah data ini Provinsi Jatim,” terangnya.

Ida mengakui, saat ini tantangan terberat adalah membiasakan masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Yang paling mudah dan bisa dilakukan secara individual adalah dengan menggunakan masker,” ujarnya. (put/hn)