Pemkot Probolinggo Jalin MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan

SIMBOLIK: Wali Kota Probolinggo menyeahkan santunan kematian secara simbolik kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dalam kesempatan itu juga diberikan bantuan beras untuk warga terdampak Covid-19. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo– Pemerintah Kota Probolinggo melakukan penandatanganan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kerjasama itu dalam bentuk MoU mendukung  program keikutsertaaan BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (9/7) pagi di Puri Pemkot Probolinggo.

Penandantanganan yang dikemas dalam acara forum grup discusion (FGD) itu dilakukan langsung Wali Kota Hadi Zainal Abidin yang didampingi Wawali Moch. Soufis Subri. Hadir pula  Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, Andrey Tuamelly dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan, Ariefianto Sofyan, serta sejumlah kepala jajaran OPD

Acara itu disambut antusias pemkot dan BPJS Ketenagakerjaan. Keduanya saling dukung, mengingat pemkot memiliki visi misi yang didalamnya berkaitan dengan jaminan sosial dan kesehatan. Dimana, kedepan baik GTT, PTT, Guru TPQ, Nelayan, Petani, Pedagang/UMKM, Ketua RT/RW, serta pekerja lainya mendapatkan jaminan sosial berupa jaminan kematian dan juga kecelakaan kerja.

“Ini sejalan dengan tujuan Pemkot Probolinggo yang mana akan menjamin warga kota berkaitan dengan pendidikan, sosial dan kesehatan. Termasuk jaminan ketenagakerjaan dan kematian. Sehingga kedepan kami akan berupa secepat mungkin agar terealisasi,” kata Walikota Hadi Zainal Abidin.

KIRI-KANAN: Dari kiri ke kanan Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, Andrey Tuamelly; Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin; Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan, Ariefianto Sofyan; Wawali Moch. Soufis Subri, usai melakukan penandatanganan MoU untuk mendukung program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Wali Kota Hadi menegaskan, saat ini pemkot masih dalam proses recofusing. Namun guna kesejahteraan warga kota, maka hal tersebut akan digodok kembali. “Untuk anggaran saat ini memang ada keterbatasan. Namun karena ini berkaitan dengan jaminan masyarakat, maka bisa nanti kami diskusikan dan carikan jalan,” Tambahnya.

Komitmen dan semangat yang diberikan oleh pemkot diapresiasi betul Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, Andrey Tuamelly. Ia menegaskan bahwa tujuan dari Penadatanganan Kesepakatan Bersama Antaran Pemkot Probolinggo dengan PBJS Ketenagakerjaan tentang dukungan terhadap kepesertaaan program BPJS Ketenagakerjaan di Kota Probolinggo, akan semakin menjalin membangun sinergritas antar lemabaga.

Dalam acara tersebut, Pemkot Probolinggo bersama BPJS Ketenagakerjaan  juga turut meringankan masyarakat kota yang terdampak Covid-19 dengan memberikan bantuan beras sebanyak 2 ton. “Ditengah pandemi ini, kami bersama Pemkot Probolinggo tetap peduli kepada warga kota Probolinggo. Semoga hal kecil ini dapat bermanfaat,” katanya.

Terakhir, Andrey Tuamelly berharap, semua warga pekerja di Kota Probolinggo bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan jaminan tersebut. Apalagi preminya hanya Rp 16.800 tiap orang/bulan. “Jika meninggal biasa atau meninggal dengan cara apapun, dapat santunan sampai Rp 42 Juta. Tidak ada santunan asuransi manapun yang bisa memberikan hal itu, kecuali BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Andrey. (rpd/adv)