alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Yadnya Kasada, Bromo Ditutup 3 Hari, Jalur Tikus Dijaga

SUKAPURA, Radar Bromo– Wisatawan yang berniat mengikuti atau menyaksikan Perayaan Yadnya Kasada di kawasan Gunung Bromo, harus mengurungkannya. Sebab, dipastikan kawasan wisata ini akan ditutup ketika Perayaan Yadnya Kasada pada Jumat-Sabtu (25-26/6). Kawasan ini akan ditutup selama tiga hari.

Nantinya, akan disiapkan dua titik penyekatan di jalur utama menuju Gunung Bromo. Serta, memaksimalkan peran pecalang untuk menjaga jalur-jalur tikus. Dengan harapan, perayaan Yadnya Kasada di tengah pandemi Covid-19, hanya diikuti warga Tengger.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengaku, sudah mengadakan rapat koordinasi (rakor) terkait tahapan persiapan perayaan Yadnya Kasada. Nantinya, wisata Bromo akan ditutup selama tiga hari. Mulai Kamis-Sabtu (24-26/6). “Wisata Seruni Point Sukapura, juga ditutup. Karena memang warga luar Tengger tidak boleh masuk ke kawasan Bromo,” katanya.

Selama perayaan Yadnya Kasada, warga luar Tengger tidak boleh masuk. Karenanya, kata Sugeng, akan didirikan dua titik penyekatan. Yakni, di sekitar Polsek Sukapura, Desa Sukapura dan di depan Pendapa, Desa Ngadisari.

“Selama perayaan Yadnya Kasada, wisata Bromo ditutup dan tidak ada PKL atau warung kuliner. Kecuali penjual bipang dan gulali yang merupakan oleh-oleh khas hari raya Kasada,” jelasnya.

Selain penyekatan di dua titik itu, kata Sugeng, pihaknya akan mengantisipasi adanya warga luar Tengger yang masuk melalui jalur tikus. Karenanya, jalur ini akan dijaga oleh pecalang. “Nanti di jalur tikus juga ada penjagaan,” ujarnya. (mas/rud)

SUKAPURA, Radar Bromo– Wisatawan yang berniat mengikuti atau menyaksikan Perayaan Yadnya Kasada di kawasan Gunung Bromo, harus mengurungkannya. Sebab, dipastikan kawasan wisata ini akan ditutup ketika Perayaan Yadnya Kasada pada Jumat-Sabtu (25-26/6). Kawasan ini akan ditutup selama tiga hari.

Nantinya, akan disiapkan dua titik penyekatan di jalur utama menuju Gunung Bromo. Serta, memaksimalkan peran pecalang untuk menjaga jalur-jalur tikus. Dengan harapan, perayaan Yadnya Kasada di tengah pandemi Covid-19, hanya diikuti warga Tengger.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengaku, sudah mengadakan rapat koordinasi (rakor) terkait tahapan persiapan perayaan Yadnya Kasada. Nantinya, wisata Bromo akan ditutup selama tiga hari. Mulai Kamis-Sabtu (24-26/6). “Wisata Seruni Point Sukapura, juga ditutup. Karena memang warga luar Tengger tidak boleh masuk ke kawasan Bromo,” katanya.

Selama perayaan Yadnya Kasada, warga luar Tengger tidak boleh masuk. Karenanya, kata Sugeng, akan didirikan dua titik penyekatan. Yakni, di sekitar Polsek Sukapura, Desa Sukapura dan di depan Pendapa, Desa Ngadisari.

“Selama perayaan Yadnya Kasada, wisata Bromo ditutup dan tidak ada PKL atau warung kuliner. Kecuali penjual bipang dan gulali yang merupakan oleh-oleh khas hari raya Kasada,” jelasnya.

Selain penyekatan di dua titik itu, kata Sugeng, pihaknya akan mengantisipasi adanya warga luar Tengger yang masuk melalui jalur tikus. Karenanya, jalur ini akan dijaga oleh pecalang. “Nanti di jalur tikus juga ada penjagaan,” ujarnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/