alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Yadnya Kasada, Bromo Ditutup 3 Hari, Jalur Tikus Dijaga

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKAPURA, Radar Bromo– Wisatawan yang berniat mengikuti atau menyaksikan Perayaan Yadnya Kasada di kawasan Gunung Bromo, harus mengurungkannya. Sebab, dipastikan kawasan wisata ini akan ditutup ketika Perayaan Yadnya Kasada pada Jumat-Sabtu (25-26/6). Kawasan ini akan ditutup selama tiga hari.

Nantinya, akan disiapkan dua titik penyekatan di jalur utama menuju Gunung Bromo. Serta, memaksimalkan peran pecalang untuk menjaga jalur-jalur tikus. Dengan harapan, perayaan Yadnya Kasada di tengah pandemi Covid-19, hanya diikuti warga Tengger.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengaku, sudah mengadakan rapat koordinasi (rakor) terkait tahapan persiapan perayaan Yadnya Kasada. Nantinya, wisata Bromo akan ditutup selama tiga hari. Mulai Kamis-Sabtu (24-26/6). “Wisata Seruni Point Sukapura, juga ditutup. Karena memang warga luar Tengger tidak boleh masuk ke kawasan Bromo,” katanya.

Selama perayaan Yadnya Kasada, warga luar Tengger tidak boleh masuk. Karenanya, kata Sugeng, akan didirikan dua titik penyekatan. Yakni, di sekitar Polsek Sukapura, Desa Sukapura dan di depan Pendapa, Desa Ngadisari.

“Selama perayaan Yadnya Kasada, wisata Bromo ditutup dan tidak ada PKL atau warung kuliner. Kecuali penjual bipang dan gulali yang merupakan oleh-oleh khas hari raya Kasada,” jelasnya.

Selain penyekatan di dua titik itu, kata Sugeng, pihaknya akan mengantisipasi adanya warga luar Tengger yang masuk melalui jalur tikus. Karenanya, jalur ini akan dijaga oleh pecalang. “Nanti di jalur tikus juga ada penjagaan,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKAPURA, Radar Bromo– Wisatawan yang berniat mengikuti atau menyaksikan Perayaan Yadnya Kasada di kawasan Gunung Bromo, harus mengurungkannya. Sebab, dipastikan kawasan wisata ini akan ditutup ketika Perayaan Yadnya Kasada pada Jumat-Sabtu (25-26/6). Kawasan ini akan ditutup selama tiga hari.

Nantinya, akan disiapkan dua titik penyekatan di jalur utama menuju Gunung Bromo. Serta, memaksimalkan peran pecalang untuk menjaga jalur-jalur tikus. Dengan harapan, perayaan Yadnya Kasada di tengah pandemi Covid-19, hanya diikuti warga Tengger.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengaku, sudah mengadakan rapat koordinasi (rakor) terkait tahapan persiapan perayaan Yadnya Kasada. Nantinya, wisata Bromo akan ditutup selama tiga hari. Mulai Kamis-Sabtu (24-26/6). “Wisata Seruni Point Sukapura, juga ditutup. Karena memang warga luar Tengger tidak boleh masuk ke kawasan Bromo,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Selama perayaan Yadnya Kasada, warga luar Tengger tidak boleh masuk. Karenanya, kata Sugeng, akan didirikan dua titik penyekatan. Yakni, di sekitar Polsek Sukapura, Desa Sukapura dan di depan Pendapa, Desa Ngadisari.

“Selama perayaan Yadnya Kasada, wisata Bromo ditutup dan tidak ada PKL atau warung kuliner. Kecuali penjual bipang dan gulali yang merupakan oleh-oleh khas hari raya Kasada,” jelasnya.

Selain penyekatan di dua titik itu, kata Sugeng, pihaknya akan mengantisipasi adanya warga luar Tengger yang masuk melalui jalur tikus. Karenanya, jalur ini akan dijaga oleh pecalang. “Nanti di jalur tikus juga ada penjagaan,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2