alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pelajar SMK A Yani-SMKN 4 Sepakat Damai, 10 Remaja Dilepas

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo– Pelajar SMKN Ahmad Yani dan SMKN 4 Kota Probolinggo, sepakat mengakhiri perselisihannya. Rabu (9/6), perdamaian itu ditandai dengan penandatanganan ikrar damai di dua sekolah dengan waktu berbeda.

Sedangkan, 10 remaja yang sempat diamankan di Mapolres Probolinggo Kota, dikembalikan kepada orang tuanya. Ikrar damai itu disaksikan sejumlah pihak. Termasuk kepala SMK Ahmad Yani dan SMKN 4 Kota Probolinggo. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Probolinggo. Ada juga dari Polres Probolinggo Kota dan Kodim 0820 Probolinggo.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Probolinggo Kiswanto mengaku, akan memberikan pembinaan. Agar tidak terjadi hal serupa. Konvoi yang berujung anarkistis.

Konvoi Kelulusan Berujung Pelemparan Batu ke SMK Ahmad Yani

 

“Khusus SMK Ahmad Yani dan SMKN 4, para siswanya akan dikumpulkan untuk mematuhi nota kesepakatan yang telah diteken. Termasuk juga menghadirkan orang tua agar mengetahui hal tersebut,” ujarnya.

Namun, dalam pelaksanaannya, tidak bisa semuanya hadir. Karena masih dalam masa pandemi. “Jumlahnya juga dibatasi,” ujarnya.

Kasat Binmas Polres Probolinggo Kota Iptu Retno Utami mengatakan, perselisihan siswa dari dua sekolah itu sudah diselesaikan secara damai. Dibuktikan dengan penandatanganan deklarasi damai dari kedua belah pihak.

“Pagi, sekitar pukul 08.00 dilakukan di SMKN 4 dan pukul 10.00 dilakukan di SMK Ahmad Yani. Isinya sama, mengenai ikrar damai. Kedua belah siswa akan saling menjaga kodusivitas dan nama almamaternya,” ujarnya.

Ada Sweeping, Penyerangan Sekolah Masih Terjadi, 10 Orang Diamankan

Ia berharap, dengan adanya ikrar damai, kedua belah pihak saling menjaga. Tidak ada lagi bullying, saling blayer, serta menghentikan aksi konvoi dan kegiatan yang dapat mengundang permasalahan.

“Jika nantinya terjadi lagi, maka akan diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak. Dalam ikrar tersebut, jika ada perbuatan melawan hukum, maka akan langsung diserahkan kepada petugas yang berwenang. Dalam hal ini kepolisian,” jelas Retno.

Selain itu, kata Retno, mengenai 10 pelajar yang ditangkap sebelumnya sudah dikembalikan kepada orang tuanya. Mereka diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Dari 10 siswa yang diamankan, ada satu siswa SMK Ahmad Yani yang baru lulus. Ia diberi sanksi pembinaan oleh pihak sekolah. “Namun, bukan penarikan rapor,” ujar Retno.

Terpisah, Waka Bidang Kesiswaan SMKN 4 Kota Probolinggo Sawal Sugiharso mengatakan, dengan adanya ikrar damai, diharapkan ke depan perbuatan serupa tidak terulang. Terkait masalah kerusakan di SMK Ahmad Yani, Sawal mengatakan, pihaknya bersedia untuk  memperbaikinya. “Kalau kerusakan di SMKN 4 hanya sedikit, jadi kami tangani sendiri,” ujarnya.

Ia mengaku masih terus menelusuri siapa saja siswanya yang terlibat dalam aksi ini. Mereka masih terus “diburu” untuk disanksi.

“Kami dapat informasi ada satu nama siswa kami,  tapi memang masih belum dipanggil untuk diklarifikasi.  Yang jelas jika terbukti, akan dapat sanksi dari sekolah. Sehingga, jadi pelajaran dan tidak ditiru adik-adiknya.  Mengenai sanksi apa yang diberikan, masih bulum dibicarakan,” ujar Sawal.

Terkait perdamaian ini, Waka Bidang Humas SMK Ahmad Yani Ira Okta belum bersedia memberikan penjelasan. Ia meminta Jawa Pos Radar Bromo menghubungi kepala sekolahnya, Rieky Afriyanto. Namun, sampai berita ini ditulis Rabu malam, belum berhasil dihubungi. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo– Pelajar SMKN Ahmad Yani dan SMKN 4 Kota Probolinggo, sepakat mengakhiri perselisihannya. Rabu (9/6), perdamaian itu ditandai dengan penandatanganan ikrar damai di dua sekolah dengan waktu berbeda.

Sedangkan, 10 remaja yang sempat diamankan di Mapolres Probolinggo Kota, dikembalikan kepada orang tuanya. Ikrar damai itu disaksikan sejumlah pihak. Termasuk kepala SMK Ahmad Yani dan SMKN 4 Kota Probolinggo. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Probolinggo. Ada juga dari Polres Probolinggo Kota dan Kodim 0820 Probolinggo.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Probolinggo Kiswanto mengaku, akan memberikan pembinaan. Agar tidak terjadi hal serupa. Konvoi yang berujung anarkistis.

Konvoi Kelulusan Berujung Pelemparan Batu ke SMK Ahmad Yani

Mobile_AP_Half Page

 

“Khusus SMK Ahmad Yani dan SMKN 4, para siswanya akan dikumpulkan untuk mematuhi nota kesepakatan yang telah diteken. Termasuk juga menghadirkan orang tua agar mengetahui hal tersebut,” ujarnya.

Namun, dalam pelaksanaannya, tidak bisa semuanya hadir. Karena masih dalam masa pandemi. “Jumlahnya juga dibatasi,” ujarnya.

Kasat Binmas Polres Probolinggo Kota Iptu Retno Utami mengatakan, perselisihan siswa dari dua sekolah itu sudah diselesaikan secara damai. Dibuktikan dengan penandatanganan deklarasi damai dari kedua belah pihak.

“Pagi, sekitar pukul 08.00 dilakukan di SMKN 4 dan pukul 10.00 dilakukan di SMK Ahmad Yani. Isinya sama, mengenai ikrar damai. Kedua belah siswa akan saling menjaga kodusivitas dan nama almamaternya,” ujarnya.

Ada Sweeping, Penyerangan Sekolah Masih Terjadi, 10 Orang Diamankan

Ia berharap, dengan adanya ikrar damai, kedua belah pihak saling menjaga. Tidak ada lagi bullying, saling blayer, serta menghentikan aksi konvoi dan kegiatan yang dapat mengundang permasalahan.

“Jika nantinya terjadi lagi, maka akan diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak. Dalam ikrar tersebut, jika ada perbuatan melawan hukum, maka akan langsung diserahkan kepada petugas yang berwenang. Dalam hal ini kepolisian,” jelas Retno.

Selain itu, kata Retno, mengenai 10 pelajar yang ditangkap sebelumnya sudah dikembalikan kepada orang tuanya. Mereka diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Dari 10 siswa yang diamankan, ada satu siswa SMK Ahmad Yani yang baru lulus. Ia diberi sanksi pembinaan oleh pihak sekolah. “Namun, bukan penarikan rapor,” ujar Retno.

Terpisah, Waka Bidang Kesiswaan SMKN 4 Kota Probolinggo Sawal Sugiharso mengatakan, dengan adanya ikrar damai, diharapkan ke depan perbuatan serupa tidak terulang. Terkait masalah kerusakan di SMK Ahmad Yani, Sawal mengatakan, pihaknya bersedia untuk  memperbaikinya. “Kalau kerusakan di SMKN 4 hanya sedikit, jadi kami tangani sendiri,” ujarnya.

Ia mengaku masih terus menelusuri siapa saja siswanya yang terlibat dalam aksi ini. Mereka masih terus “diburu” untuk disanksi.

“Kami dapat informasi ada satu nama siswa kami,  tapi memang masih belum dipanggil untuk diklarifikasi.  Yang jelas jika terbukti, akan dapat sanksi dari sekolah. Sehingga, jadi pelajaran dan tidak ditiru adik-adiknya.  Mengenai sanksi apa yang diberikan, masih bulum dibicarakan,” ujar Sawal.

Terkait perdamaian ini, Waka Bidang Humas SMK Ahmad Yani Ira Okta belum bersedia memberikan penjelasan. Ia meminta Jawa Pos Radar Bromo menghubungi kepala sekolahnya, Rieky Afriyanto. Namun, sampai berita ini ditulis Rabu malam, belum berhasil dihubungi. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2