alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ada Sweeping, Penyerangan Sekolah Masih Terjadi, 10 Orang Diamankan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KADEMANGAN, Radar Bromo – Insiden konvoi berujung perusakan gedung SMK Ahmad Yani, berbuntut panjang. Sehari setelah insiden atau Selasa siang (8/6) perusakan itu, terjadi serangan ke gedung SMKN 4 yang diindikasikan serangan balasan.

Padahal, usai terjadi perusakan di SMK Ahmad Yani, sudah dilakukan koordinasi. Termasuk jajaran kepolisian yang sejak pagi menggelar sweeping aksi konvoi kelulusan.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, serangan balik itu terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu ada sekelompok remaja yang diketahui beberapa di antaranya berseragam SMK Yani, mendatangi SMKN 4. Kemudian melempari gedung sekolah. Akibatnya, sebagian atap ruangan pecah akibat lemparan batu yang dilakukan sekelompok remaja.

Penyerangan itu dibenarkan oleh satu satu guru di SMKN 4. Guru yang enggan disebutkan itu menyebutkan, ada warga di lingkungan SMKN 4 melihat sejumlah remaja yang konvoi dan melakukan pelemparan batu ke sekolahnya.

“Saya tidak tahu pasti penyebabnya. Karena saat kejadian, saya sedang ada pelatihan. Namun informasi yang saya terima memang ada pelemparan batu. Dilempar dari samping. Mereka tidak berani dari depan lantaran sudah ada petugas kepolisian yang berjaga di sekolah,” katanya.

DIBINA: Sepuluh remaja yang diamankan polisi karena diduga melakukan serangan ke SMKN 4, Selasa (8/6) siang.

Pasca terjadinya serangan, sejumlah kepolisian baik dari satlantas dan juga jajaran lainnya, kembali melakukan patroli. Hasilnya, aparat mengamankan 10 orang yang terlibat dalam aksi serangan balik ke SMKN 4 Kota Probolinggo. Mereka diamankan dan dibawa ke mapolresta untuk pembinaan.

Dari pantauan, 10 orang yang diamankan rata-rata usianya masih remaja. Dari pengakuannya, mereka mengaku kesal ketika mendengar SMK A Yani yang merupakan sekolahnya, diserang.

Seperti yang diungkapkan R, 19. Remaja asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, yang ikut diamankan polisi. R yang mengaku alumni SMK A Yani, melihat video penyerangan di sekolahnya dahulu. Karena beberapa kaca pecah, R yang lulus tahun 2020 lalu itu melakukan serangan balasan. “Kesal soalnya sekolah saya diserang,” terang R singkat.

Selain R, ada 9 orang lainnya yang diamankan. Belum diketahui status mereka, apakah sama seperti R. Tapi beberapa sumber menyebutkan, mereka yang diamankan juga ada siswa dari SMK A Yani.

Sementara itu Wakapolresta Kompol Khoiril mengatakan bahwa petugas sudah melakukan patroli untuk mengantisiapsi adanya serang balik. Dan hasilnya, petugas berhasil mengamankan R dan 9 rekanya di JL Semeru, kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo atau sekitar SMKN 4. Sembilan motor yang dikendarai para remaja ini, turut dibawa untuk diamankan.

Konvoi Kelulusan Berujung Pelemparan Batu ke SMK Ahmad Yani

Ke sepuluh orang yang diamankan, memang sempat berada di sekitar SMKN 4. Lantaran hal itulah petugas curiga. Saat damankan dan dimintai keterangan petugas, mereka menjawab mencla-mencle. Polisi curiga ke 10 remaja tersebut terpengaruh miras atau narkotika. Tak pelak, polisi sempat melakukan tes urine. Dan hasilnya negatif semua.

“Dari 10 remaja itu ada yang alumi (lulus beberap tahun sebelumnya), ada yang masih sekolah dan ada yang baru lulus. Ada orang kota dan kabupaten (Probolinggo, Red),” beber Kompol Khoiril.

Selanjutnya, kesepuluh remaja dilakukan pemeriksaan di ruang penyidikan. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui apakah kesepuluh remaja tersebut, dipulangkan atau ditahan. Polisi juga belum memastikan, sanksi apakah yang akan diberikan.

“Untuk sanksinya masih belum tahu. Sebab ini baru selesai di tes urin. Jadi habis ini kami periksa di ruang penyidik, termasuk sanksi apa yang akan diterimanya. Nah untuk kendaraan motornya, baru akan kami kembalikan jika mereka membawa surat dan mengembalikan dalam kondisi standar. Seperti peleg, knalpot dan juga lainnya yang sudaha dimodifikasi. Orang tuanya juga akan dipanggul,” tegas Kompol Khoiril. (rpd/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KADEMANGAN, Radar Bromo – Insiden konvoi berujung perusakan gedung SMK Ahmad Yani, berbuntut panjang. Sehari setelah insiden atau Selasa siang (8/6) perusakan itu, terjadi serangan ke gedung SMKN 4 yang diindikasikan serangan balasan.

Padahal, usai terjadi perusakan di SMK Ahmad Yani, sudah dilakukan koordinasi. Termasuk jajaran kepolisian yang sejak pagi menggelar sweeping aksi konvoi kelulusan.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, serangan balik itu terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu ada sekelompok remaja yang diketahui beberapa di antaranya berseragam SMK Yani, mendatangi SMKN 4. Kemudian melempari gedung sekolah. Akibatnya, sebagian atap ruangan pecah akibat lemparan batu yang dilakukan sekelompok remaja.

Mobile_AP_Half Page

Penyerangan itu dibenarkan oleh satu satu guru di SMKN 4. Guru yang enggan disebutkan itu menyebutkan, ada warga di lingkungan SMKN 4 melihat sejumlah remaja yang konvoi dan melakukan pelemparan batu ke sekolahnya.

“Saya tidak tahu pasti penyebabnya. Karena saat kejadian, saya sedang ada pelatihan. Namun informasi yang saya terima memang ada pelemparan batu. Dilempar dari samping. Mereka tidak berani dari depan lantaran sudah ada petugas kepolisian yang berjaga di sekolah,” katanya.

DIBINA: Sepuluh remaja yang diamankan polisi karena diduga melakukan serangan ke SMKN 4, Selasa (8/6) siang.

Pasca terjadinya serangan, sejumlah kepolisian baik dari satlantas dan juga jajaran lainnya, kembali melakukan patroli. Hasilnya, aparat mengamankan 10 orang yang terlibat dalam aksi serangan balik ke SMKN 4 Kota Probolinggo. Mereka diamankan dan dibawa ke mapolresta untuk pembinaan.

Dari pantauan, 10 orang yang diamankan rata-rata usianya masih remaja. Dari pengakuannya, mereka mengaku kesal ketika mendengar SMK A Yani yang merupakan sekolahnya, diserang.

Seperti yang diungkapkan R, 19. Remaja asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, yang ikut diamankan polisi. R yang mengaku alumni SMK A Yani, melihat video penyerangan di sekolahnya dahulu. Karena beberapa kaca pecah, R yang lulus tahun 2020 lalu itu melakukan serangan balasan. “Kesal soalnya sekolah saya diserang,” terang R singkat.

Selain R, ada 9 orang lainnya yang diamankan. Belum diketahui status mereka, apakah sama seperti R. Tapi beberapa sumber menyebutkan, mereka yang diamankan juga ada siswa dari SMK A Yani.

Sementara itu Wakapolresta Kompol Khoiril mengatakan bahwa petugas sudah melakukan patroli untuk mengantisiapsi adanya serang balik. Dan hasilnya, petugas berhasil mengamankan R dan 9 rekanya di JL Semeru, kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo atau sekitar SMKN 4. Sembilan motor yang dikendarai para remaja ini, turut dibawa untuk diamankan.

Konvoi Kelulusan Berujung Pelemparan Batu ke SMK Ahmad Yani

Ke sepuluh orang yang diamankan, memang sempat berada di sekitar SMKN 4. Lantaran hal itulah petugas curiga. Saat damankan dan dimintai keterangan petugas, mereka menjawab mencla-mencle. Polisi curiga ke 10 remaja tersebut terpengaruh miras atau narkotika. Tak pelak, polisi sempat melakukan tes urine. Dan hasilnya negatif semua.

“Dari 10 remaja itu ada yang alumi (lulus beberap tahun sebelumnya), ada yang masih sekolah dan ada yang baru lulus. Ada orang kota dan kabupaten (Probolinggo, Red),” beber Kompol Khoiril.

Selanjutnya, kesepuluh remaja dilakukan pemeriksaan di ruang penyidikan. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui apakah kesepuluh remaja tersebut, dipulangkan atau ditahan. Polisi juga belum memastikan, sanksi apakah yang akan diberikan.

“Untuk sanksinya masih belum tahu. Sebab ini baru selesai di tes urin. Jadi habis ini kami periksa di ruang penyidik, termasuk sanksi apa yang akan diterimanya. Nah untuk kendaraan motornya, baru akan kami kembalikan jika mereka membawa surat dan mengembalikan dalam kondisi standar. Seperti peleg, knalpot dan juga lainnya yang sudaha dimodifikasi. Orang tuanya juga akan dipanggul,” tegas Kompol Khoiril. (rpd/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2