alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Usai Libur Lebaran, Sekolah di Kota Probolinggo Kembali Gelar PTM

MAYANGAN, Radar Bromo– Proses belajar mengajar di sekolah setelah Lebaran 1443 Hijriah, tetap dilakukan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Artinya, pembelajaran tatap muka (PTM) tetap diberlakukan di Kota Probolinggo.

Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah menjelaskan, pelajar masuk sekolah seperti biasa setelah libur Lebaran. “Sementara ini kami tetap memberlakukan PTM sesuai SKB 4 Menteri setelah libur Lebaran,” ujarnya.

Kendati demikian, ke depan pihaknya akan terus melihat perkembangan kondisi. Bila terjadi lonjakan kasus aktif Covid-19, akan segera berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid. “Disesuaikan kondisi. Kami akan pantau terus progresnya,” ujarnya.

Merujuk pada SKB 4 Menteri tentang PTM, disebutkan bahwa mulai Januari 2022, semua satuan pendidikan di wilayah PPKM level 1, 2, dan 3 wajib melaksanakan PTM terbatas. Pemda tidak boleh melarang PTM terbatas bagi yang memenuhi kriteria.

Bahkan, sekolah juga diizinkan menggelar PTM hingga 100 persen asal memenuhi syarat. Namun, para orang tua tetap mendapat kelonggaran. Orang tua yang masih khawatir dengan penularan Covid-19, diperbolehkan untuk tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM di sekolah.

Sementara itu, rasa waswas masih menyelimuti sejumlah wali murid. Mereka khawatir setelah Lebaran ada lonjakan kasus Covid-19. Seperti yang disampaikan AM, 39, wali murid asal Kecamatan Kanigaran.

Ia mengatakan, selama Lebaran tahun ini silaturahmi tatap muka lebih intens. Sebab, selama dua tahun lalu silaturahmi tatap muka dilarang. Belum lagi silaturahmi di sekolah. Ia mengaku khawatir aktivitas itu akan memicu peningkatan persebaran kasus Covid-19.

“Memang sulit memprediksi, tapi harus diantisipasi. Saya berniat mengonsultasikan ke guru sekolah juga,” ujarnya. (rpd/hn)

 

MAYANGAN, Radar Bromo– Proses belajar mengajar di sekolah setelah Lebaran 1443 Hijriah, tetap dilakukan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Artinya, pembelajaran tatap muka (PTM) tetap diberlakukan di Kota Probolinggo.

Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah menjelaskan, pelajar masuk sekolah seperti biasa setelah libur Lebaran. “Sementara ini kami tetap memberlakukan PTM sesuai SKB 4 Menteri setelah libur Lebaran,” ujarnya.

Kendati demikian, ke depan pihaknya akan terus melihat perkembangan kondisi. Bila terjadi lonjakan kasus aktif Covid-19, akan segera berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid. “Disesuaikan kondisi. Kami akan pantau terus progresnya,” ujarnya.

Merujuk pada SKB 4 Menteri tentang PTM, disebutkan bahwa mulai Januari 2022, semua satuan pendidikan di wilayah PPKM level 1, 2, dan 3 wajib melaksanakan PTM terbatas. Pemda tidak boleh melarang PTM terbatas bagi yang memenuhi kriteria.

Bahkan, sekolah juga diizinkan menggelar PTM hingga 100 persen asal memenuhi syarat. Namun, para orang tua tetap mendapat kelonggaran. Orang tua yang masih khawatir dengan penularan Covid-19, diperbolehkan untuk tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM di sekolah.

Sementara itu, rasa waswas masih menyelimuti sejumlah wali murid. Mereka khawatir setelah Lebaran ada lonjakan kasus Covid-19. Seperti yang disampaikan AM, 39, wali murid asal Kecamatan Kanigaran.

Ia mengatakan, selama Lebaran tahun ini silaturahmi tatap muka lebih intens. Sebab, selama dua tahun lalu silaturahmi tatap muka dilarang. Belum lagi silaturahmi di sekolah. Ia mengaku khawatir aktivitas itu akan memicu peningkatan persebaran kasus Covid-19.

“Memang sulit memprediksi, tapi harus diantisipasi. Saya berniat mengonsultasikan ke guru sekolah juga,” ujarnya. (rpd/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/