alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Hanya 25 Bus Boleh Beroperasi Selama Masa Larangan Mudik

KADEMANGAN, Radar Bromo – Larangan mudik selama tanggal 6-17 Mei tidak membuat bus reguler berhenti operasi. Sebanyak 25 bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dari Probolinggo tetap beroperasi. Semuanya adalah bus untuk angkutan nonmudik.

Memang, jumlahnya dibatasi. Hanya 25 bus. Pemprov Jatim dalam hal ini Dinas Perhubungan Jawa Timur, hanya memberikan izin beroperasi untuk 25 bus itu. Meski sebenarnya, DPC Organda Probolinggo mengajukan 67 bus bisa operasi.

Ketua Organda Probolinggo Tomy Wahyu Prakoso menerangkan, bus untuk angkutan nonmudik tetap boleh operasi selama larangan mudik dilakukan. Namun, memang harus ada persetujuan dari Dishub Jawa Timur.

Pihaknya pun mengajukan 67 unit bus untuk bisa operasi. Berasal dari sembilan PO bus yang tergabung dalam Organda Probolinggo. Setelah diseleksi, Dishub Jatim hanya mengizinkan 25 unit bus saja.

Selama beroperasi, 25 bus itu akan dipasangi stiker khusus oleh provinsi dan pusat. Stiker dipasang untuk memudahkan identifikasi angkutan khususnya di tengah larangan udik.

“Kami yang mengurus ke provinsi sekaligus mengambil stikernya,” terang Tomy.

Dengan beroperasinya 25 bus itu, sejumlah tujuan perjalanan pun dibuka. Antara lain, Ambulu-Ponorogo; Surabaya-Jember; Jember-Kalianget; Surabaya-Kalianget; Probolinggo-Sumenep; Malang-Surabaya-Ponorogo. Lalu, Malang-Probolinggo; Malang-Surabaya-Sumenep; Banyuwangi-Surabaya; Probolinggo-Situbondo; Muncar-Kalianget dan Bondowoso-Kalianget. (rpd/hn)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Larangan mudik selama tanggal 6-17 Mei tidak membuat bus reguler berhenti operasi. Sebanyak 25 bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dari Probolinggo tetap beroperasi. Semuanya adalah bus untuk angkutan nonmudik.

Memang, jumlahnya dibatasi. Hanya 25 bus. Pemprov Jatim dalam hal ini Dinas Perhubungan Jawa Timur, hanya memberikan izin beroperasi untuk 25 bus itu. Meski sebenarnya, DPC Organda Probolinggo mengajukan 67 bus bisa operasi.

Ketua Organda Probolinggo Tomy Wahyu Prakoso menerangkan, bus untuk angkutan nonmudik tetap boleh operasi selama larangan mudik dilakukan. Namun, memang harus ada persetujuan dari Dishub Jawa Timur.

Pihaknya pun mengajukan 67 unit bus untuk bisa operasi. Berasal dari sembilan PO bus yang tergabung dalam Organda Probolinggo. Setelah diseleksi, Dishub Jatim hanya mengizinkan 25 unit bus saja.

Selama beroperasi, 25 bus itu akan dipasangi stiker khusus oleh provinsi dan pusat. Stiker dipasang untuk memudahkan identifikasi angkutan khususnya di tengah larangan udik.

“Kami yang mengurus ke provinsi sekaligus mengambil stikernya,” terang Tomy.

Dengan beroperasinya 25 bus itu, sejumlah tujuan perjalanan pun dibuka. Antara lain, Ambulu-Ponorogo; Surabaya-Jember; Jember-Kalianget; Surabaya-Kalianget; Probolinggo-Sumenep; Malang-Surabaya-Ponorogo. Lalu, Malang-Probolinggo; Malang-Surabaya-Sumenep; Banyuwangi-Surabaya; Probolinggo-Situbondo; Muncar-Kalianget dan Bondowoso-Kalianget. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/