alexametrics
32C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dringu Kembali Banjir, Pagar Roboh, Lansia-Anak Dievakuasi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar BromoSejumlah desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kembali dilanda banjir. Banjir itu kali ketiga dalam kurun tak sampai sebulan terakhir. Ribuan rumah warga dihantam banjir setinggi 1,5 meter, Senin (8/3) malam.

Debit air sungai Kedunggaleng mulai naik sejak sore sekitar pukul 17.00. Air pun naik ke jalan dan permukiman warga. Jalan Dringu pun bak sungai.

Dengan cepat, ketinggian air banjir terus naik hingga sekitar 1,5 meter. Beruntung, sekitar pukul 20.00, air mulai surut. Namun banjir masih menggenangi banyak rumah warga.

Sepanjang jalan di dua desa yang banjir ini, warga sibuk membersihkan dan mengeluarkan air yang masuk ke rumah. Motor dan mobil warga pun banyak terendam banjir. Bahkan, pagar rumah warga banyak yang roboh dihantam derasnya banjir.

“Kalau sekarang banjirnya sudah mendingan. Magrib tadi lebih parah dari minggu kemarin. Tinggi air banjir sampai 1,5 meter. Pagar rumah saya sampai roboh,” kata Didik Harianto, 47, warga Dusun Karangdalem, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu.

Ela, 16, warga Desa Kedungdalem mengatakan, banjir yang terjadi saat ini lebih parah dari minggu lalu. Banjir juga naik dengan cepat. Dia dan keluarganya hanya bisa mengamankan beberapa barang elektronik. Sementara barang lain tidak bisa diselamatkan. ”Banjir ini sudah ketiga kalinya dan kondisinya lebih parah,” ujarnya.

Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, banjir susulan kembali terjadi di tiga desa di Kecamatan Dringu. Yaitu Desa Kedungdalem, Dringu, dan Tegalrejo. Ribuan rumah warga kembali terendam banjir.

Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Jorongan, Kecamatan Leces. Tapi kondisinya tidak terlalu tinggi. ”Di Dringu memang tidak ada hujan. Tapi wilayah atas Kabupaten Probolinggo seperti Kuripan, Sumber, dan Sukapura tadi hujan deras,” katanya.

Petugas BPBD dan relawan menurutnya langsung turun ke lokasi banjir. Pihaknya juga menurunkan perahu karet untuk evakuasi warga.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, petugas BPBD, relawan, dan TNI/Polri langsung turun ke lokasi banjir. Karena tingginya banjir, mereka membantu evakuasi warga lanjut usia (lansia) dan anak-anak menggunakan perahu karet.

Bahkan, warga menggunakan dipan dari bambu untuk mengevakuasi seorang warga lansia. Lansia tersebut lantas dibawa ke ambulans.

”Puncak banjir terjadi sekitar pukul 18.23. Beberapa jam kemudian, ketinggian banjir mulai surut perlahan. Saat ini (pukul 21.00), ketinggian air di dam Kaliamas 70 cm. Kalau sampai 150 cm, potensi banjir lagi. Habis magrib tadi ketinggian dam Kaliamas sampai 300 cm,” terangnya. (mas/hn)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar BromoSejumlah desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kembali dilanda banjir. Banjir itu kali ketiga dalam kurun tak sampai sebulan terakhir. Ribuan rumah warga dihantam banjir setinggi 1,5 meter, Senin (8/3) malam.

Debit air sungai Kedunggaleng mulai naik sejak sore sekitar pukul 17.00. Air pun naik ke jalan dan permukiman warga. Jalan Dringu pun bak sungai.

Dengan cepat, ketinggian air banjir terus naik hingga sekitar 1,5 meter. Beruntung, sekitar pukul 20.00, air mulai surut. Namun banjir masih menggenangi banyak rumah warga.

Mobile_AP_Half Page

Sepanjang jalan di dua desa yang banjir ini, warga sibuk membersihkan dan mengeluarkan air yang masuk ke rumah. Motor dan mobil warga pun banyak terendam banjir. Bahkan, pagar rumah warga banyak yang roboh dihantam derasnya banjir.

“Kalau sekarang banjirnya sudah mendingan. Magrib tadi lebih parah dari minggu kemarin. Tinggi air banjir sampai 1,5 meter. Pagar rumah saya sampai roboh,” kata Didik Harianto, 47, warga Dusun Karangdalem, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu.

Ela, 16, warga Desa Kedungdalem mengatakan, banjir yang terjadi saat ini lebih parah dari minggu lalu. Banjir juga naik dengan cepat. Dia dan keluarganya hanya bisa mengamankan beberapa barang elektronik. Sementara barang lain tidak bisa diselamatkan. ”Banjir ini sudah ketiga kalinya dan kondisinya lebih parah,” ujarnya.

Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, banjir susulan kembali terjadi di tiga desa di Kecamatan Dringu. Yaitu Desa Kedungdalem, Dringu, dan Tegalrejo. Ribuan rumah warga kembali terendam banjir.

Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Jorongan, Kecamatan Leces. Tapi kondisinya tidak terlalu tinggi. ”Di Dringu memang tidak ada hujan. Tapi wilayah atas Kabupaten Probolinggo seperti Kuripan, Sumber, dan Sukapura tadi hujan deras,” katanya.

Petugas BPBD dan relawan menurutnya langsung turun ke lokasi banjir. Pihaknya juga menurunkan perahu karet untuk evakuasi warga.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, petugas BPBD, relawan, dan TNI/Polri langsung turun ke lokasi banjir. Karena tingginya banjir, mereka membantu evakuasi warga lanjut usia (lansia) dan anak-anak menggunakan perahu karet.

Bahkan, warga menggunakan dipan dari bambu untuk mengevakuasi seorang warga lansia. Lansia tersebut lantas dibawa ke ambulans.

”Puncak banjir terjadi sekitar pukul 18.23. Beberapa jam kemudian, ketinggian banjir mulai surut perlahan. Saat ini (pukul 21.00), ketinggian air di dam Kaliamas 70 cm. Kalau sampai 150 cm, potensi banjir lagi. Habis magrib tadi ketinggian dam Kaliamas sampai 300 cm,” terangnya. (mas/hn)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2