alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

3 Bulan, Ada 91 Janda-Duda Baru di Kota Probolinggo

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kasus perceraian yang masuk Pengadilan Agama (PA) Probolinggo selama tiga bulan terakhir telah mencapai 153 kasus. Karenanya, sampai 5 Maret 2020, tercatat sudah ada 91 janda dan duda baru di Kota Probolinggo.

Humas PA Probolinggo Badrul Jamal mengatakan, hingga 5 Maret sudah ada 91 janda atau duda baru di Kota Probolinggo. Sebab, dari 153 perkara perceraian yang masuk PA, 91 perkara sudah diputus atau dikabulkan. “Dari 153 perkara perceraian, 15 dicabut dan 91 sudah diputus,” ujarnya.

Menurutnya, kasus perceraian terbagi menjadi dua kategori. Ada cerai talak dan cerai gugat. “Untuk cerai talak yang memasukkan gugatan berkas perceraiannya dari pihak laki-laki. Kalau cerai gugat sebaliknya. Dari pihak perempuan,” ujarnya.

Jamal mengatakan, perkara cerai talak per Januari hingga 5 Maret 2020, tercatat ada 52 perkara. Dari 52 perkara itu, 3 di antaranya dicabut dan 27 perkara dikabulkan. Sementara, cerai gugat dari 101 perkara, hanya 12 yang dicabut, selebihnya atau 64 perkara dikabulkan. “Mayoritas yang memasukkan berkas perceraian dari pihak perempuan,” ujarnya.

Ada banyak alasan yang melatarbelakangi terjadinya perceraian. Namun, ratusan kasus ini didominasi faktor pertengkaran terus-menerus. Dari data Januari-Februari 2020, sejumlah 63 pasangan suami-istri bercerai karena sering bertengkar. “Bulan Januari ada 40 perkara dan Februari 23 perkara,” ujar Jamal.

Sedangkan, untuk kasus perceraian akibat faktor ekonomi hanya terdapat 5 perkara. “Untuk faktor ekonomi pada Januari terdapat 3 perkara dan Februari 2 perkara,” ujarnya. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kasus perceraian yang masuk Pengadilan Agama (PA) Probolinggo selama tiga bulan terakhir telah mencapai 153 kasus. Karenanya, sampai 5 Maret 2020, tercatat sudah ada 91 janda dan duda baru di Kota Probolinggo.

Humas PA Probolinggo Badrul Jamal mengatakan, hingga 5 Maret sudah ada 91 janda atau duda baru di Kota Probolinggo. Sebab, dari 153 perkara perceraian yang masuk PA, 91 perkara sudah diputus atau dikabulkan. “Dari 153 perkara perceraian, 15 dicabut dan 91 sudah diputus,” ujarnya.

Menurutnya, kasus perceraian terbagi menjadi dua kategori. Ada cerai talak dan cerai gugat. “Untuk cerai talak yang memasukkan gugatan berkas perceraiannya dari pihak laki-laki. Kalau cerai gugat sebaliknya. Dari pihak perempuan,” ujarnya.

Jamal mengatakan, perkara cerai talak per Januari hingga 5 Maret 2020, tercatat ada 52 perkara. Dari 52 perkara itu, 3 di antaranya dicabut dan 27 perkara dikabulkan. Sementara, cerai gugat dari 101 perkara, hanya 12 yang dicabut, selebihnya atau 64 perkara dikabulkan. “Mayoritas yang memasukkan berkas perceraian dari pihak perempuan,” ujarnya.

Ada banyak alasan yang melatarbelakangi terjadinya perceraian. Namun, ratusan kasus ini didominasi faktor pertengkaran terus-menerus. Dari data Januari-Februari 2020, sejumlah 63 pasangan suami-istri bercerai karena sering bertengkar. “Bulan Januari ada 40 perkara dan Februari 23 perkara,” ujar Jamal.

Sedangkan, untuk kasus perceraian akibat faktor ekonomi hanya terdapat 5 perkara. “Untuk faktor ekonomi pada Januari terdapat 3 perkara dan Februari 2 perkara,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/