alexametrics
26.2 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Masih Berseragam, 15 Siswa di Probolinggo Dibawa ke Tempat Isolasi

Yang jelas, Satgas akan berkirim surat agar untuk sementara SMPN 5 menggelar PJJ atau daring. Sesuai dengan surat keputusan empat menteri, PJJ dilakukan 24 jam x 14 hari. Termasuk nantinya juga akan dilakukan sterilisasi di sekolah guna memutus mata rantai penyebaran.

Dia pun berharap, masyarakat termasuk anak-anak tetap menerapkan prokes ketat. Dan prokes ketat bukan hanya diberlakukan ketika PTM. Saat tidak PTM pun, prokes harus dilakukan. Mengingat dari kasus sebelumnya, siswa terpapar dari luar sekolah.

“Untuk anak sekolah apalagi TK, SD, dan SMP mungkin sedikit sulit. Olah karenanya, perlu pendampingan orang tua dan guru. Sehingga pemberlakukan prokes ketat itu bukan hanya dilakukan saat PTM. Melainkan juga harus diterapkan di luar PTM,” imbuhnya.

Kabid Pendas pada Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah menambahkan, total ada 16 siswa SMPN 5 yang positif Covid-19. Terdiri atas 11 siswa dan empat siswi.

“Datanya terus berkembang ya. Yang jelas sampai kemarin sore, ada 16 siswa siswi yang positif Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Disdikbud menurut Romlah –panggilannya-, langsung menggelar rapat untuk menyikapi penyebaran Covid-19 saat ini. Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilakukan bersama tim satgas Senin (7/2), diputuskan bahwa sekolah tetap boleh memberlakukan PTM. Namun, dengan prokes ketat dan kuota siswa sebanyak 50 persen.

“Dari dinas sendiri, sesuai dengan koordinasi bersama yang diperkuat dengan koordinasi lanjutan memutuskan PTM tetap diberlakukan dengan prokes ketat. Sementara siswa yang masuk 50 persen atau dibagi sif,” tegasnya. (rpd/hn)

Yang jelas, Satgas akan berkirim surat agar untuk sementara SMPN 5 menggelar PJJ atau daring. Sesuai dengan surat keputusan empat menteri, PJJ dilakukan 24 jam x 14 hari. Termasuk nantinya juga akan dilakukan sterilisasi di sekolah guna memutus mata rantai penyebaran.

Dia pun berharap, masyarakat termasuk anak-anak tetap menerapkan prokes ketat. Dan prokes ketat bukan hanya diberlakukan ketika PTM. Saat tidak PTM pun, prokes harus dilakukan. Mengingat dari kasus sebelumnya, siswa terpapar dari luar sekolah.

“Untuk anak sekolah apalagi TK, SD, dan SMP mungkin sedikit sulit. Olah karenanya, perlu pendampingan orang tua dan guru. Sehingga pemberlakukan prokes ketat itu bukan hanya dilakukan saat PTM. Melainkan juga harus diterapkan di luar PTM,” imbuhnya.

Kabid Pendas pada Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah menambahkan, total ada 16 siswa SMPN 5 yang positif Covid-19. Terdiri atas 11 siswa dan empat siswi.

“Datanya terus berkembang ya. Yang jelas sampai kemarin sore, ada 16 siswa siswi yang positif Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Disdikbud menurut Romlah –panggilannya-, langsung menggelar rapat untuk menyikapi penyebaran Covid-19 saat ini. Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilakukan bersama tim satgas Senin (7/2), diputuskan bahwa sekolah tetap boleh memberlakukan PTM. Namun, dengan prokes ketat dan kuota siswa sebanyak 50 persen.

“Dari dinas sendiri, sesuai dengan koordinasi bersama yang diperkuat dengan koordinasi lanjutan memutuskan PTM tetap diberlakukan dengan prokes ketat. Sementara siswa yang masuk 50 persen atau dibagi sif,” tegasnya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/