alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Puluhan Kebakaran Mayoritas karena Human Error

DRINGU, Radar Bromo – Potensi kebakaran masih menjadi perhatian Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo. Selama 2021, telah terjadi 47 kebakaran. Mayoritas dikarenakan human error.

Humas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholehudin mengatakan, potensi kebakaran perlu diwaspadai. Perlu ada upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak meninggalkan api tanpa pengawasan. “Kebakaran tidak mengenal waktu dan kondisi. Perlu waspada agar potensi ini dapat diminimalisir,” katanya.

Dalam kurun waktu 2021, tim damkar telah menangani 47 kejadian kebakaran. Sepanjang tahun kemarin, kebakaran paling banyak terjadi pada Oktober. Ada 10 kejadian. “Oktober paling banyak. Hampir setiap pekan ada laporan,” ucapnya.

Hal ini terjadi karena pada bulan 10, merupakan puncak kemarau. Cuaca terik dan suhu yang lebih panas membuat kondisi lingkungan lebih kering. Sehingga, jika lalai saat menyalakan atau meninggalkan api tanpa diawasi, berpotensi menimbulkan kebakaran.

Sholehuddin mengatakan, ada beberapa penyebab kebakaran. Di antaranya kelalaian. Titik api yang telah menyala apabila tidak dipantau akan menyebabkan kebakaran. Kebakaran dapat membesar dan merambat karena kondisi angin yang cukup kencang.

DRINGU, Radar Bromo – Potensi kebakaran masih menjadi perhatian Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo. Selama 2021, telah terjadi 47 kebakaran. Mayoritas dikarenakan human error.

Humas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholehudin mengatakan, potensi kebakaran perlu diwaspadai. Perlu ada upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak meninggalkan api tanpa pengawasan. “Kebakaran tidak mengenal waktu dan kondisi. Perlu waspada agar potensi ini dapat diminimalisir,” katanya.

Dalam kurun waktu 2021, tim damkar telah menangani 47 kejadian kebakaran. Sepanjang tahun kemarin, kebakaran paling banyak terjadi pada Oktober. Ada 10 kejadian. “Oktober paling banyak. Hampir setiap pekan ada laporan,” ucapnya.

Hal ini terjadi karena pada bulan 10, merupakan puncak kemarau. Cuaca terik dan suhu yang lebih panas membuat kondisi lingkungan lebih kering. Sehingga, jika lalai saat menyalakan atau meninggalkan api tanpa diawasi, berpotensi menimbulkan kebakaran.

Sholehuddin mengatakan, ada beberapa penyebab kebakaran. Di antaranya kelalaian. Titik api yang telah menyala apabila tidak dipantau akan menyebabkan kebakaran. Kebakaran dapat membesar dan merambat karena kondisi angin yang cukup kencang.

MOST READ

BERITA TERBARU

/