alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Rekanan asal Jaksel Menangi Tender RS Baru Probolinggo

KEDOPOK, Radar Bromo – PT MAM Energindo akhirnya jadi pemenang tender pembangunan rumah sakit baru Kota Probolinggo senilai Rp 182,8 miliar. Rekanan yang beralamat di Jakarta Selatan itu dinilai paling memenuhi syarat dibanding 147 peserta lelang yang lain.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Probolinggo Andung Tjahyono menjelaskan, sesuai data LPSE tertanggal 6 November 2021, tender pembangunan rumah sakit baru dimenangkan PT MAM Energindo. Keputusan itu diambil lantaran dari 148 peserta yang mendaftar, PT MAM Energindo mempunyai persyaratan paling lengkap.

“Sesuai data hasil evaluasi yang tertera di LPSE, ada dua yang berada di urutan teratas. Yakni, PT Sasmito dan PT MAM Energindo. PT Sasmito dianggap harga penawaran tidak wajar. Total harga penawaran terkoreksi sebagaimana tertera pada template daftar kuantitas dan harga SPSE sebesar Rp 20 miliar,” singkatnya.

Kendati demikian, masih ada masa sanggah dalam sepekan mendatang sebelum dilakukan penandatanganan kontrak. Oleh karenanya, pihak yang kurang puas dengan hasil evaluasi bisa melakukan sanggahan. (rpd/hn)

KEDOPOK, Radar Bromo – PT MAM Energindo akhirnya jadi pemenang tender pembangunan rumah sakit baru Kota Probolinggo senilai Rp 182,8 miliar. Rekanan yang beralamat di Jakarta Selatan itu dinilai paling memenuhi syarat dibanding 147 peserta lelang yang lain.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Probolinggo Andung Tjahyono menjelaskan, sesuai data LPSE tertanggal 6 November 2021, tender pembangunan rumah sakit baru dimenangkan PT MAM Energindo. Keputusan itu diambil lantaran dari 148 peserta yang mendaftar, PT MAM Energindo mempunyai persyaratan paling lengkap.

“Sesuai data hasil evaluasi yang tertera di LPSE, ada dua yang berada di urutan teratas. Yakni, PT Sasmito dan PT MAM Energindo. PT Sasmito dianggap harga penawaran tidak wajar. Total harga penawaran terkoreksi sebagaimana tertera pada template daftar kuantitas dan harga SPSE sebesar Rp 20 miliar,” singkatnya.

Kendati demikian, masih ada masa sanggah dalam sepekan mendatang sebelum dilakukan penandatanganan kontrak. Oleh karenanya, pihak yang kurang puas dengan hasil evaluasi bisa melakukan sanggahan. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/