alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Bulan Depan Masuk Puncak Hujan, Perlu Mitigasi Sejak Dini

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Sebagian wilayah di Kabupaten Probolinggo, telah hujan. Bahkan, beberapa wilayah diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi, sehingga membuat debit air naik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, memprediksikan puncak hujan akan terjadi bulan depan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, hujan deras perlu diwaspadai. Terutama di daerah yang masuk dalam wilayah cekungan dan berpotensi terjadi banjir. “Perlu adanya mitigasi risiko bencana sejak dini. Berdasarkan data tahun lalu, puncak hujan di Kabupaten Probolinggo, ada pada Desember hingga Januari,” katanya.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan sejak dini, sehingga mampu mengantisipasi risiko yang dapat terjadi saat puncak musim hujan. Di samping itu, bahaya bencana hidrometeorologi dampak fenomena La Nina masih menjadi ancaman. Dapat menyebabkan bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai, dan kekeringan.

“Bencana hidrometeorologi tetap kami waspadai Petugas tetap bersiaga dan berusaha sesigap mungkin ketika bencana datang,” ucapnya.

Sugeng mengatakan, pihaknya sudah memetakan wilayah rawan bencana di Kabupaten Probolinggo. Mulai bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai, dan kekeringan. Pemetaan dilakukan agar penanganan ataupun evakuasi terdampak bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Saat bencana terjadi, perlu dilakukan kecepatan dan ketepatan tindakan agar tidak ada korban jiwa atau kerugian dampak bencana dapat diminimalisasi,” jelasnya.

Menurutnya, selain harus mewaspadai terjadinya bencana, masyarakat harus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Serta, mengantisipasi terjadinya bencana saat hujan. Di antaranya, dengan membersihkan drainase agar tidak banjir. Memangkas dahan pohon atau menebang pohon lapuk agar saat hujan disertai angin kencang tidak jatuh korban jiwa dan menyebabkan kerugian materiil.

“Bencana tidak bisa dihindari. Hanya bisa diantisipasi dampak yang akan terjadi. Karena itu, rasa peduli kepada lingkungan harus lebih diperbaiki,” ujar Sugeng. (ar/rud)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Sebagian wilayah di Kabupaten Probolinggo, telah hujan. Bahkan, beberapa wilayah diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi, sehingga membuat debit air naik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, memprediksikan puncak hujan akan terjadi bulan depan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, hujan deras perlu diwaspadai. Terutama di daerah yang masuk dalam wilayah cekungan dan berpotensi terjadi banjir. “Perlu adanya mitigasi risiko bencana sejak dini. Berdasarkan data tahun lalu, puncak hujan di Kabupaten Probolinggo, ada pada Desember hingga Januari,” katanya.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan sejak dini, sehingga mampu mengantisipasi risiko yang dapat terjadi saat puncak musim hujan. Di samping itu, bahaya bencana hidrometeorologi dampak fenomena La Nina masih menjadi ancaman. Dapat menyebabkan bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai, dan kekeringan.

“Bencana hidrometeorologi tetap kami waspadai Petugas tetap bersiaga dan berusaha sesigap mungkin ketika bencana datang,” ucapnya.

Sugeng mengatakan, pihaknya sudah memetakan wilayah rawan bencana di Kabupaten Probolinggo. Mulai bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai, dan kekeringan. Pemetaan dilakukan agar penanganan ataupun evakuasi terdampak bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Saat bencana terjadi, perlu dilakukan kecepatan dan ketepatan tindakan agar tidak ada korban jiwa atau kerugian dampak bencana dapat diminimalisasi,” jelasnya.

Menurutnya, selain harus mewaspadai terjadinya bencana, masyarakat harus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Serta, mengantisipasi terjadinya bencana saat hujan. Di antaranya, dengan membersihkan drainase agar tidak banjir. Memangkas dahan pohon atau menebang pohon lapuk agar saat hujan disertai angin kencang tidak jatuh korban jiwa dan menyebabkan kerugian materiil.

“Bencana tidak bisa dihindari. Hanya bisa diantisipasi dampak yang akan terjadi. Karena itu, rasa peduli kepada lingkungan harus lebih diperbaiki,” ujar Sugeng. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/