Utang Bahan Baku Sebesar Rp 1,4 M, PT Southern Marine Disomasi

KADEMANGAN, Radar Bromo – PT Southern Marine Products Probolinggo mendapat somasi dari kuasa hukum Mulyono, warga Rembang, Jawa Tengah. Surat somasi ini dilayangkan, karena PT Southern Marine Products menunggak pembayaran untuk pembelian bahan baku sebesar Rp 1.493.337.933.

Surat somasi ini adalah yang kedua kalinya dilayangkan oleh kantor pengacara ASA Partner, mewaliki kliennya yaitu Mulyono. Surat somasi pertama dilayangkan pada 11 Juni 2020. Melalui surat itu, Mulyono mengajukan tuntutan agar pabrik yang berlokasi di Jalan Brantas, Kademangan, Kota Probolinggo, itu segera melunasi tunggakan pembayaran atau utangnya.

Achmad Anshori, kuasa hukum Mulyono mengungkapkan, pihaknya telah bertemu dengan manajemen PT Southern Marine Products saat menyerahkan surat somasi pertama. Saat ditemui pun, pihaknya telah berkomunikasi baik dengan pihak manajemen.

“Namun, sampai Juli tidak ada respons dari PT Southern Marine Products. Perusahaan juga tidak memenuhi tuntutan klien kami. Sehingga, dilayangkan somasi kedua,” ujar Anshori, Selasa (7/2).

Dalam surat somasi tersebut, kliennya meminta kepada PT Southern Marine Products untuk membayar uang yang merupakan hak kliennya. Sebab, kliennya telah menuntaskan kewajibannya yaitu mengirim bahan baku berupa ikan segar kepada pabrik pengolahan ikan itu.

“Kewajiban yang tidak dibayarkan itu dari tahun 2009 sampai 2013 dengan total sebesar Rp 1.493.337.933. Dan ini sudah diakui oleh manajemen PT Southern Marine Products. Namun, sampai sekarang tidak ada usaha dari manajemen untuk membayarkan hak klien saya,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya akhirnya melayangkan surat somasi kedua per 6 Juli 2020. Dan surat itu diserahkan hari ini (kemarin, red) pada PT Southern Marine Products.

Dijelaskan Anshori, dalam surat somasi kedua itu, pihaknya menekankan bahwa kliennya meminta pembayaran haknya dalam tempo tujuh hari. Pembayaran harus dilakukan kontan, tidak dicicil. Jika tidak ada sikap dari manajemen PT Southern Marine Products, maka kliennya akan melangkah ke jalur hukum.

“Langkah pertama adalah melaporkan tindak pidana ke pihak polisi dengan membawa bukti nota tanda terima barang yang tidak disertai dengan pembayaran tunggakan. Kemudian ke pengadilan niaga untuk mengajukan gugatan pailit. Bisa dilakukan bersama-sama, bisa juga pidana yang akan kami lakukan,” ujarnya.

Kasman, manajemen PT Southern Marine Products saat dikonfirmasi enggan berkomentar tentang somasi kedua yang dilayangkan oleh Anshori dkk. Alasannya, pihaknya belum membaca surat somasi yang kedua.

“Saya sampai saat ini belum membaca surat somasi kedua tersebut. Mengenai langkah selanjutnya, kami masih menunggu dari General Manager PT Southern Marine Products Bapak Agus Amin Tohari,” ujarnya. (put/hn)