alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Tiga Dukun Dikukuhkan di Yadnya Kasada 2020

SUKAPURA, Radar Bromo – Tiga dukun baru dikukuhkan dalam ritual Yadnya Kasada, Selasa (7/7) dini hari di Pura Luhur Poten Bromo. Calon dukun dikukuhkan setelah lulus pendadaran (pengujian) oleh Paruman Dukun Sekawasan Tengger.

Calon dukun yang ikut dalam pendadaran (pengujian) berasal dari dua desa di Kecamatan Sukapura. Yakni dua orang dari Desa Sariwani dan satu dari Desa Sapikerep. Dua desa itu saat ini memiliki dukun yang sudah tua. Sehingga, perlu adanya regenerasi untuk melayani umat.

“Tiga calon dukun dilakukan pendadaran yang nanti dinilai oleh Paruman Dukun Sekawasan Tengger,” ujar Ketua Paruman Dukun Sekawasan Tengger Sutomo.

Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon dukun. Yakni, telah berkeluarga dan minimal harus menguasai separuh mantra-mantra Dukun Tengger yang nanti akan diujikan di Pura Luhur Poten Bromo.

Sebelum benar-benar dinyatakan sah, calon dukun harus melalui tahapan ritual Mulunen. Yakni, merapalkan puluhan mantra yang disaksikan oleh umat dan dinilai oleh Paruman Dukun Sekawasan Tengger.

Mantra ini hanya dirapalkan saat Wisuda Samkara dan Unan-unan. Seorang calon pandita dukun dinyatakan lulus apabila mampu merapalkan mantra Pulun dengan lancar.

“Mantra yang dirapalkan harus lancar, jika ada kendala, maka akan diulang maksimal sampai tiga kali. Kalau tidak lulus, maka pengukuhan dukun tidak bisa dilakukan,” terangnya.

Sutomo yang juga bergelar Kedukunpanditaan Sri Romo Suku Tengger Jati menjelaskan, seorang dukun memiliki tugas yang cukup berat. Sebab, para dukun yang telah dikukuhkan nantinya akan menjadi tokoh masyarakat yang bertugas untuk melayani umat. Dan bertanggung jawab pada kelestarian tradisi masyarakat Tengger.

Tokoh Adat Suku Tengger Supoyo yang saat itu juga mengikuti proses pendadaran mengatakan, ketiga calon pandita dukun merapal mantra dengan lancar. Sehingga, sudah disahkan sebagai dukun baru. Namun, saat ini masih belum dapat melayani umat.

“Semuanya lulus pendadaran dan sudah sah, tetapi mereka masih harus melaksanakan ritual pangresikan sebelum melayani umat di lingkungan Tengger,” terangnya. (ar/hn)

SUKAPURA, Radar Bromo – Tiga dukun baru dikukuhkan dalam ritual Yadnya Kasada, Selasa (7/7) dini hari di Pura Luhur Poten Bromo. Calon dukun dikukuhkan setelah lulus pendadaran (pengujian) oleh Paruman Dukun Sekawasan Tengger.

Calon dukun yang ikut dalam pendadaran (pengujian) berasal dari dua desa di Kecamatan Sukapura. Yakni dua orang dari Desa Sariwani dan satu dari Desa Sapikerep. Dua desa itu saat ini memiliki dukun yang sudah tua. Sehingga, perlu adanya regenerasi untuk melayani umat.

“Tiga calon dukun dilakukan pendadaran yang nanti dinilai oleh Paruman Dukun Sekawasan Tengger,” ujar Ketua Paruman Dukun Sekawasan Tengger Sutomo.

Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon dukun. Yakni, telah berkeluarga dan minimal harus menguasai separuh mantra-mantra Dukun Tengger yang nanti akan diujikan di Pura Luhur Poten Bromo.

Sebelum benar-benar dinyatakan sah, calon dukun harus melalui tahapan ritual Mulunen. Yakni, merapalkan puluhan mantra yang disaksikan oleh umat dan dinilai oleh Paruman Dukun Sekawasan Tengger.

Mantra ini hanya dirapalkan saat Wisuda Samkara dan Unan-unan. Seorang calon pandita dukun dinyatakan lulus apabila mampu merapalkan mantra Pulun dengan lancar.

“Mantra yang dirapalkan harus lancar, jika ada kendala, maka akan diulang maksimal sampai tiga kali. Kalau tidak lulus, maka pengukuhan dukun tidak bisa dilakukan,” terangnya.

Sutomo yang juga bergelar Kedukunpanditaan Sri Romo Suku Tengger Jati menjelaskan, seorang dukun memiliki tugas yang cukup berat. Sebab, para dukun yang telah dikukuhkan nantinya akan menjadi tokoh masyarakat yang bertugas untuk melayani umat. Dan bertanggung jawab pada kelestarian tradisi masyarakat Tengger.

Tokoh Adat Suku Tengger Supoyo yang saat itu juga mengikuti proses pendadaran mengatakan, ketiga calon pandita dukun merapal mantra dengan lancar. Sehingga, sudah disahkan sebagai dukun baru. Namun, saat ini masih belum dapat melayani umat.

“Semuanya lulus pendadaran dan sudah sah, tetapi mereka masih harus melaksanakan ritual pangresikan sebelum melayani umat di lingkungan Tengger,” terangnya. (ar/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/