alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Konvoi Kelulusan Berujung Pelemparan Batu ke SMK Ahmad Yani

KEDOPOK, Radar Bromo – Sejumlah siswa di Probolinggo, merayakan kelulusannya dengan cara tak patut ditiru. Senin (7/6), mereka menggelar konvoi motor. Kemudian, melakukan perusakan dengan melempari gedung SMK Ahmad Yani menggunakan batu.

Akibatnya, kaca sejumlah jendela ruang guru SMK Ahmad Yani, pecah. Aksi mereka sempat terekam video dan menyebar di media sosial. Dalam video itu, di depan SMK Ahmad Yani, di Jalan Mastrip, puluhan siswa tidak hanya bleyer-bleyer mesin motornya yang menggunakan knalpot brong. Tetapi, juga mengambil batu di tepi jalan dan melemparkannya ke gedung SMK Ahmad Yani.

Arus lalu lintas di Jalan Raya Mastrip, itu pun sempat macet. Rombongan konvoi kelulusan siswa yang mengenakan atribut SMKN 4 Kota Probolinggo itu cukup panjang. Sampai sekitar 100 meter. Sejumlah warga juga menyebutkan, sejumlah siswa yang konvoi dengan baju coret-coret itu membawa minuman keras (miras).

“Tadi sempat berhenti di depan saya jualan ini. Ada yang membawa minuman keras,” ujar salah seorang pemuda sambil meminta namanya tidak disebutkan.

Pernyataan serupa disampaikan Purnama, 51. Salah seorang pedagang di depan SMK Ahmad Yani. Menurutnya, peserta konvoi itu hampir seratus siswa. Mereka mengenakan seragam yang sudah dicoret-coret.

Entah apa sebabnya, mendadak mereka berhenti di depan SMK Ahmad Yani. Sebagian mereka mengambil batu di tepi jalan dan melemparkannya ke gedung 2 SMK Ahmad Yani.

“Mereka (siswa) tidak sampai turun dari motornya. Juga tidak masuk ke sekolah. Tapi, mereka lempari menggunakan batu dari luar, dari tepi jalan. Tidak tahu masalahnya apa,” ujarnya.

Waka Bidang Kesiswaan SMK Ahmad Yani Septa Rima Indarwanto membenarkan adanya pelemparan batu oleh puluhan siswa yang konvoi kelulusan. Mereka tidak hanya bleyer-bleyer motor, tapi sampai melempar batu ke gedung SMK Ahmad Yani.

Akibatnya, kaca sejumlah jendela ruang guru pecah. Beruntung tidak ada korban jiwa. “Tidak ada korban. Kejadian ini sudah kami laporkan ke polisi,” ujarnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Bromo.

Apakah benar para pelaku siswa SMKN 4 Kota Probolinggo? Septa mengaku tidak mengetahui pasti. Namun, sesuai video yang beredar di media sosial, mereka mengenakan seragam SMKN 4 yang sudah dicoret-coret.

Terpisah, Waka Bidang Kesiswaan SMKN 4 Kota Probolinggo Sawal membenarkan sejumlah siswa yang konvoi, melempari SMK Ahmad Yani, dan viral di media sosial adalah anak didiknya. Mereka yang sudah mendapatkan pengumuman kelulusan Kamis lalu.

Namun, menurutnya, konvoi lulusan itu tidak hanya dilakukan oleh siswanya. Ada siswa dari sekolah lain yang juga menggelar konvoi. Soal penyebab pelemparan batu itu, Sawal juga mengaku belum mengetahui pasti penyebabnya. Ia menduga ada pemicu sebelum pelemparan yang menyebabkan sejumlah siswanya emosi.

 

SMKN 4-SMK A Yani Koordinasi

Insiden memalukan dalam dunia pendidikan soal pelemparan SMKN Ahmad Yani yang dilakukan sejumlah siswa yang mengenakan atribut SMKN 4, langsung disikapi pihak sekolah. SMKN 4 dan SMK Ahmad Yani, langsung berkoordinasi untuk meredamnya.

Namun, sebelum kasus ini berhasil diredam, menurut Waka Bidang Kesiswaan SMKN 4 Kota Probolinggo Sawal, telah terjadi serangan balik ke lembaganya. Ada sejumlah siswa melempari lembaganya, namun tak sampai menyebabkan kerusakan. “Barusan dari SMK Yani, koordinasi dengan kami,” ujarnya.

Ia mengaku berencana mengadakan kegiatan bersama SMK Ahmad Yani. Yakni, hendak menyisir sejumlah tempat para siswa biasanya nongkrong. “Kemudian, Rabu (besok) sepakat mendatangkan anak, wali murid, dan pihak kepolisian untuk mengadakan pakta integritas. Intinya, kami akan kumpulkan mereka. Supaya kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Terpisah, Waka Bidang Kesiswaan SMK Ahmad Yani Septa Rima Indarwanto mengaku, belum bisa memastikan pelajar yang menyerang sekolahnya anak didik SMKN 4 Kota Probolinggo. Tetapi, dalam video yang beredar, sejumlah siswa terlihat mengenakan atribut SMKN 4. “Tadi sudah kami sampaikan juga ke pihak SMKN 4 Kota Probolinggo,” ujarnya. (mas/rud)

KEDOPOK, Radar Bromo – Sejumlah siswa di Probolinggo, merayakan kelulusannya dengan cara tak patut ditiru. Senin (7/6), mereka menggelar konvoi motor. Kemudian, melakukan perusakan dengan melempari gedung SMK Ahmad Yani menggunakan batu.

Akibatnya, kaca sejumlah jendela ruang guru SMK Ahmad Yani, pecah. Aksi mereka sempat terekam video dan menyebar di media sosial. Dalam video itu, di depan SMK Ahmad Yani, di Jalan Mastrip, puluhan siswa tidak hanya bleyer-bleyer mesin motornya yang menggunakan knalpot brong. Tetapi, juga mengambil batu di tepi jalan dan melemparkannya ke gedung SMK Ahmad Yani.

Arus lalu lintas di Jalan Raya Mastrip, itu pun sempat macet. Rombongan konvoi kelulusan siswa yang mengenakan atribut SMKN 4 Kota Probolinggo itu cukup panjang. Sampai sekitar 100 meter. Sejumlah warga juga menyebutkan, sejumlah siswa yang konvoi dengan baju coret-coret itu membawa minuman keras (miras).

“Tadi sempat berhenti di depan saya jualan ini. Ada yang membawa minuman keras,” ujar salah seorang pemuda sambil meminta namanya tidak disebutkan.

Pernyataan serupa disampaikan Purnama, 51. Salah seorang pedagang di depan SMK Ahmad Yani. Menurutnya, peserta konvoi itu hampir seratus siswa. Mereka mengenakan seragam yang sudah dicoret-coret.

Entah apa sebabnya, mendadak mereka berhenti di depan SMK Ahmad Yani. Sebagian mereka mengambil batu di tepi jalan dan melemparkannya ke gedung 2 SMK Ahmad Yani.

“Mereka (siswa) tidak sampai turun dari motornya. Juga tidak masuk ke sekolah. Tapi, mereka lempari menggunakan batu dari luar, dari tepi jalan. Tidak tahu masalahnya apa,” ujarnya.

Waka Bidang Kesiswaan SMK Ahmad Yani Septa Rima Indarwanto membenarkan adanya pelemparan batu oleh puluhan siswa yang konvoi kelulusan. Mereka tidak hanya bleyer-bleyer motor, tapi sampai melempar batu ke gedung SMK Ahmad Yani.

Akibatnya, kaca sejumlah jendela ruang guru pecah. Beruntung tidak ada korban jiwa. “Tidak ada korban. Kejadian ini sudah kami laporkan ke polisi,” ujarnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Bromo.

Apakah benar para pelaku siswa SMKN 4 Kota Probolinggo? Septa mengaku tidak mengetahui pasti. Namun, sesuai video yang beredar di media sosial, mereka mengenakan seragam SMKN 4 yang sudah dicoret-coret.

Terpisah, Waka Bidang Kesiswaan SMKN 4 Kota Probolinggo Sawal membenarkan sejumlah siswa yang konvoi, melempari SMK Ahmad Yani, dan viral di media sosial adalah anak didiknya. Mereka yang sudah mendapatkan pengumuman kelulusan Kamis lalu.

Namun, menurutnya, konvoi lulusan itu tidak hanya dilakukan oleh siswanya. Ada siswa dari sekolah lain yang juga menggelar konvoi. Soal penyebab pelemparan batu itu, Sawal juga mengaku belum mengetahui pasti penyebabnya. Ia menduga ada pemicu sebelum pelemparan yang menyebabkan sejumlah siswanya emosi.

 

SMKN 4-SMK A Yani Koordinasi

Insiden memalukan dalam dunia pendidikan soal pelemparan SMKN Ahmad Yani yang dilakukan sejumlah siswa yang mengenakan atribut SMKN 4, langsung disikapi pihak sekolah. SMKN 4 dan SMK Ahmad Yani, langsung berkoordinasi untuk meredamnya.

Namun, sebelum kasus ini berhasil diredam, menurut Waka Bidang Kesiswaan SMKN 4 Kota Probolinggo Sawal, telah terjadi serangan balik ke lembaganya. Ada sejumlah siswa melempari lembaganya, namun tak sampai menyebabkan kerusakan. “Barusan dari SMK Yani, koordinasi dengan kami,” ujarnya.

Ia mengaku berencana mengadakan kegiatan bersama SMK Ahmad Yani. Yakni, hendak menyisir sejumlah tempat para siswa biasanya nongkrong. “Kemudian, Rabu (besok) sepakat mendatangkan anak, wali murid, dan pihak kepolisian untuk mengadakan pakta integritas. Intinya, kami akan kumpulkan mereka. Supaya kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Terpisah, Waka Bidang Kesiswaan SMK Ahmad Yani Septa Rima Indarwanto mengaku, belum bisa memastikan pelajar yang menyerang sekolahnya anak didik SMKN 4 Kota Probolinggo. Tetapi, dalam video yang beredar, sejumlah siswa terlihat mengenakan atribut SMKN 4. “Tadi sudah kami sampaikan juga ke pihak SMKN 4 Kota Probolinggo,” ujarnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU